alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Puskesmas Gedongan Buka Lebih Cepat

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Setelah sempat ditutup dua hari akibat delapan petugas terkonfirmasi positif Covid-19, pemkot membuka lebih cepat pelayanan kesehatan di Puskesmas Gedongan, Jumat (2/10). Pegawai yang dinyatakan negatif dari hasil uji swab langsung diminta berdinas kembali.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo menjelaskan, pembukaan lebih cepat dari rencana semula yang dijadwalkan Senin (5/6) depan. Menurutnya, kembali dibukanya pelayanan kesehatan menyusul rampungnya kegiatan tracing dan sterilisasi di Puskesmas Gedongan. ’’Kita berupaya mempercepat supaya jangan sampai penutupan terlalu lama,’’ paparnnya usai mengikuti Rapat Koordinasi GTPPC Kota Mojokerto di Ruang Nusantara.

Dia menyebutkan, seluruh pegawai di Puskesmas Kedundung telah dilakukan tracing. Penulusan itu dilakukan untuk mengidentifikasi petugas yang melakukan kontak erat dengan kasus konfirmasi. ’’Petugas yang tidak pernah melakukan kontak erat dengan kawannya positif inilah yang kita tugaskan untuk buka pelayanan,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Sarat Permainan Pemodal

Meski demikian, masing-masing tetap harus menjalani tes swab sebelum dilepas kembali berdinas. Gaguk menyebutkan jika pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) dilakukan sebanyak dua kali per orang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini menyatakan, petugas dengan hasil uji swab negatif dua kali berturut-turut itulah yang langsung ditugaskan piket di puskesmas. ’’Jadi, kita memastikan bahwa petugas yang memberikan pelayanan ini betul-betul aman dan tidak terkonfirmasi Covid-19,’’ imbuhnya.

Gaguk menyebutkan jika belum ada lagi tambahan kasus positif dari hasil tracing terhadap pegawai Puskesmas Gedongan. Tercatat ditemukan sebanyak tujuh pegawai yang teridentifikasi dari kasus tenaga kesehatan (nakes) yang sebelumnya terpapar dari suaminya. Antara lain, apoteker,  bidan, dokter, perawat, serta petugas nonmedis. 

Sementara bagi yang dinyatakan terkonfirmasi positif tersebut harus menjalani masa isolasi setidaknya hingga dua pekan ke depan. ’’Mereka sudah menjalani karantina di rusunawa. Karena semuanya OTG,’’ tandas Gaguk.

Baca Juga :  Petugas Puskesmas Uji Swab Masal

Dengan demikian, selama pendemi Covid-19 sudah ada empat klaster puskesmas di Kota Mojokerto. Selain Puskesmas Gedongan, sebelumnya juga terjadi di Puskesmas Wates, Kedundung, dan Kranggan. Setidaknya sudah ada 200 pegawai dilakukan uji swab dengan hasil 24 orang terkonfirmasi positif.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informastika (Diskominfo) Kota Mojokerto ini menambahkan, berdasarkan hasil rakor GTPPC di Ruang Nusantara, penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) akan terus diperluas guna menekan angka persebaran Covid-19. Namun, sasarannya lebih difokuskan ke titik-titik yang menjadi kantong penularan virus korona. ’’Jadi kita arahkan ke wilayah atau RT/RW yang paling banyak terkonfirmasi positif. Supaya lebih tepat sasaran,’’ imbuhya.

Di samping itu, GTPPC juga menergetkan untuk segera menurunkan status zona merah atau risiko tinggi penyebaran di Kota Onde-Onde. Yaitu, dengan melakukan analisis terhadap 14 indikator yang menjadi acuan penentuan peta risiko dari gugus tugas pusat.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Setelah sempat ditutup dua hari akibat delapan petugas terkonfirmasi positif Covid-19, pemkot membuka lebih cepat pelayanan kesehatan di Puskesmas Gedongan, Jumat (2/10). Pegawai yang dinyatakan negatif dari hasil uji swab langsung diminta berdinas kembali.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo menjelaskan, pembukaan lebih cepat dari rencana semula yang dijadwalkan Senin (5/6) depan. Menurutnya, kembali dibukanya pelayanan kesehatan menyusul rampungnya kegiatan tracing dan sterilisasi di Puskesmas Gedongan. ’’Kita berupaya mempercepat supaya jangan sampai penutupan terlalu lama,’’ paparnnya usai mengikuti Rapat Koordinasi GTPPC Kota Mojokerto di Ruang Nusantara.

Dia menyebutkan, seluruh pegawai di Puskesmas Kedundung telah dilakukan tracing. Penulusan itu dilakukan untuk mengidentifikasi petugas yang melakukan kontak erat dengan kasus konfirmasi. ’’Petugas yang tidak pernah melakukan kontak erat dengan kawannya positif inilah yang kita tugaskan untuk buka pelayanan,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Direktur RS Airlangga Jombang Siap Dukung Keberhasilan JKN-KIS

Meski demikian, masing-masing tetap harus menjalani tes swab sebelum dilepas kembali berdinas. Gaguk menyebutkan jika pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) dilakukan sebanyak dua kali per orang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini menyatakan, petugas dengan hasil uji swab negatif dua kali berturut-turut itulah yang langsung ditugaskan piket di puskesmas. ’’Jadi, kita memastikan bahwa petugas yang memberikan pelayanan ini betul-betul aman dan tidak terkonfirmasi Covid-19,’’ imbuhnya.

Gaguk menyebutkan jika belum ada lagi tambahan kasus positif dari hasil tracing terhadap pegawai Puskesmas Gedongan. Tercatat ditemukan sebanyak tujuh pegawai yang teridentifikasi dari kasus tenaga kesehatan (nakes) yang sebelumnya terpapar dari suaminya. Antara lain, apoteker,  bidan, dokter, perawat, serta petugas nonmedis. 

- Advertisement -

Sementara bagi yang dinyatakan terkonfirmasi positif tersebut harus menjalani masa isolasi setidaknya hingga dua pekan ke depan. ’’Mereka sudah menjalani karantina di rusunawa. Karena semuanya OTG,’’ tandas Gaguk.

Baca Juga :  BPBD Sebar Alat Deteksi Dini Bencana

Dengan demikian, selama pendemi Covid-19 sudah ada empat klaster puskesmas di Kota Mojokerto. Selain Puskesmas Gedongan, sebelumnya juga terjadi di Puskesmas Wates, Kedundung, dan Kranggan. Setidaknya sudah ada 200 pegawai dilakukan uji swab dengan hasil 24 orang terkonfirmasi positif.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informastika (Diskominfo) Kota Mojokerto ini menambahkan, berdasarkan hasil rakor GTPPC di Ruang Nusantara, penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) akan terus diperluas guna menekan angka persebaran Covid-19. Namun, sasarannya lebih difokuskan ke titik-titik yang menjadi kantong penularan virus korona. ’’Jadi kita arahkan ke wilayah atau RT/RW yang paling banyak terkonfirmasi positif. Supaya lebih tepat sasaran,’’ imbuhya.

Di samping itu, GTPPC juga menergetkan untuk segera menurunkan status zona merah atau risiko tinggi penyebaran di Kota Onde-Onde. Yaitu, dengan melakukan analisis terhadap 14 indikator yang menjadi acuan penentuan peta risiko dari gugus tugas pusat.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/