alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Tugu Alun-Alun Dirombak, Diganti Baru Setinggi 45 Meter

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Setelah sempat tender ulang, proyek rehabilitasi Alun-Alun Kota Mojokerto akhirnya dikerjakan. Tahun ini, ikon Kota Onde-Onde itu akan dirombak total. Proyek di-deadline tuntas di akhir 2021 nanti.

Kabid Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto Erijanto Mukti Wibowo menjelaskan, paket proyek rehabilitasi alun-alun sedianya telah disorong lelang sejak awal Juni lalu. Akan tetapi, pekerjaan konstruksi dengan pagu anggaran Rp 2,8 miliar itu harus ditender ulang.

Pasalnya, semua pendaftar gugur dinyatakan gugur lantaran tidak memenuhi persyaratan teknis. ”Penawar (lelang proyek) ada banyak. Tapi, peralatan teknisnya tidak ada yang sesuai yang disyaratkan,” ulasnya kemarin.

Baca Juga :  Lapas Bebaskan Ratusan Napi

Dia menyebutkan, persyaratan yang tidak terpenuhi adalah terkait peralatan pekerjaan untuk perombakan tugu alun-alun. Mengingat, tugu yang selama ini identik dengan ikon Kota Mojokerto itu bakal dirombak total. Seluruh bangunan lama akan dirobohkan dan dibangun ulang dengan tugu baru yang menjulang setinggi 45 meter.

Syarat ini lah, kata Eri, tidak ada satu pun pendaftar lelang yang mampu memenuhinya. ”Peralatannya yang kemarin maksimal hanya 34 meter, jadi tidak mungkin. Sehingga harus retender,” ungkapnya. Dengan demikian, pelaksana proyek lanjutan rehabilitasi alun-alun itu baru bisa diperoleh melaui proses tender ulang. Lelang dimenangkan CV Indra Prasta asal Kabupaten Temanggung dengan nilai kontrak Rp 2,3 miliar di akhir Agustus lalu.

Baca Juga :  Digerojok Rp 3,67 Miliar, Alun-Alun Mulai Dibongkar

Mulai awal bulan ini pekerjaan rehabilitasi mulai digulirkan. Kemarin alat berat sudah diterjunkan dan area alun-alun mulai dipasang pagar pembatas. Eri menyatakan, sentuhan pekerjaan tetap sesuai dengan perencanaan awal. Setelah pembangunan paseban dan taman yang dikerjakan 2020 lalu, pekerjaan fisik tahun ini hanya menyentuh bagian tugu alun-alun. Hanya saja, durasi waktu pekerjaan menjadi mepet akibat proses tender ulang. ”Kontraknya 120 hari kalender, atau empat bulan,” ujar Eri.

Sehingga batas akhir pekerjaan mundur hingga akhir Desember nanti. Meski begitu, Eri mengaku berupaya untuk merampungkan proyek lebih awal sebelum deadline. ”Karena lebih cepat lebih baik. Tapi, tergantung dari penyedianya juga nanti,” tandasnya. 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Setelah sempat tender ulang, proyek rehabilitasi Alun-Alun Kota Mojokerto akhirnya dikerjakan. Tahun ini, ikon Kota Onde-Onde itu akan dirombak total. Proyek di-deadline tuntas di akhir 2021 nanti.

Kabid Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto Erijanto Mukti Wibowo menjelaskan, paket proyek rehabilitasi alun-alun sedianya telah disorong lelang sejak awal Juni lalu. Akan tetapi, pekerjaan konstruksi dengan pagu anggaran Rp 2,8 miliar itu harus ditender ulang.

Pasalnya, semua pendaftar gugur dinyatakan gugur lantaran tidak memenuhi persyaratan teknis. ”Penawar (lelang proyek) ada banyak. Tapi, peralatan teknisnya tidak ada yang sesuai yang disyaratkan,” ulasnya kemarin.

Baca Juga :  Membantu Sesama dengan Donor darah

Dia menyebutkan, persyaratan yang tidak terpenuhi adalah terkait peralatan pekerjaan untuk perombakan tugu alun-alun. Mengingat, tugu yang selama ini identik dengan ikon Kota Mojokerto itu bakal dirombak total. Seluruh bangunan lama akan dirobohkan dan dibangun ulang dengan tugu baru yang menjulang setinggi 45 meter.

Syarat ini lah, kata Eri, tidak ada satu pun pendaftar lelang yang mampu memenuhinya. ”Peralatannya yang kemarin maksimal hanya 34 meter, jadi tidak mungkin. Sehingga harus retender,” ungkapnya. Dengan demikian, pelaksana proyek lanjutan rehabilitasi alun-alun itu baru bisa diperoleh melaui proses tender ulang. Lelang dimenangkan CV Indra Prasta asal Kabupaten Temanggung dengan nilai kontrak Rp 2,3 miliar di akhir Agustus lalu.

Baca Juga :  Dana Desa Terserap 72 Persen

Mulai awal bulan ini pekerjaan rehabilitasi mulai digulirkan. Kemarin alat berat sudah diterjunkan dan area alun-alun mulai dipasang pagar pembatas. Eri menyatakan, sentuhan pekerjaan tetap sesuai dengan perencanaan awal. Setelah pembangunan paseban dan taman yang dikerjakan 2020 lalu, pekerjaan fisik tahun ini hanya menyentuh bagian tugu alun-alun. Hanya saja, durasi waktu pekerjaan menjadi mepet akibat proses tender ulang. ”Kontraknya 120 hari kalender, atau empat bulan,” ujar Eri.

- Advertisement -

Sehingga batas akhir pekerjaan mundur hingga akhir Desember nanti. Meski begitu, Eri mengaku berupaya untuk merampungkan proyek lebih awal sebelum deadline. ”Karena lebih cepat lebih baik. Tapi, tergantung dari penyedianya juga nanti,” tandasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/