alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Monday, May 23, 2022

Sekolah Kembali Daring, Mal Tutup Total

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Gelombang kedua penyebaran Covid-19 seolah menjadi dejavu seperti masa awal pandemi tahun lalu. Tingginya laju kasus memaksa Satgas Covid-19 Kota Mojokerto kembali menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang rencananya digulirkan mulai hari ini hingga 20 Juli mendatang.

Wali Kota Ika Puspitasari menjelaskan, pihaknya telah menerima Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali, Jumat (2/7).. Dalam surat tersebut, Kota Mojokerto masuk dalam salah satu daerah dari 11 kabupaten/kota di Jawa Timur (Jatim) dengan kriteria level 4.

Akibatnya, kota dengan tiga kecamatan ini wajib menerapkan PPKM darurat dengan berpedoman pada kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat. ”Inmedagri (15/2021) sudah turun Jumat (2/7).. Jadi, penerapannya PPKM darurat nanti akan menyesuaikan dengan itu,” terangnya.

Berdasarkan instruksi yang ditandatangani Mendagri M. Tito Karnavian tertanggal 2 Juli tersebut, PPKM darurat diberlakukan selama 18 hari, terhitung mulai hari ini. Namun, hingga tadi malam, baik pemkot maupun Satgas Covid-19 Kota Mojokerto masih mematangkan regulasi terkait penerapan PPKM darurat di Kota Onde-Onde.

Sebab, ujar Ning Ita, sapaan akrab wali kota, implementasi di daerah akan difinalkan setelah rakor secara virtual bersama pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Timur (Jatim). ”Yang jelas sama dengan Inmendagri. Nanti akan kita tetapkan setelah rapat koordinasi,” urainya setelah menemui sejumlah wali murid dari peserta didik baru di Pendapa Sabha Kridatama.

Baca Juga :  Pendidikan Gratis dan Tingkatkan Kesejahteraan Pendidik

Dalam kesempatan itu, ketua Satgas Covid-19 Kota Mojokerto ini juga memastikan para orang tua siswa untuk mendampingi anak-anak belajar di rumah di tahun ajaran baru 2021-2022 yang bergulir 12 Juli nanti. Sebab, imbas dari PPKM darurat mengharuskan seluruh lembaga sekolah, mulai PAUD, SD, hingga SMP negeri dan swasta untuk tetap melanjutkan pembelajaran secara daring.

”Dengan adanya PPKM darurat, seluruh sekolah wajib daring. Tidak boleh lagi ada pembelajaran tatap muka (PTM) sampai batas waktu yang ditentukan dari pemerintah pusat,” tegasnya. Tak hanya itu, selama masa PPKM darurat, seluruh rumah ibadah di Kota Mojokerto juga diharuskan untuk sepenuhnya meniadakan kegiatan keagamaan. Penutupan sementara itu berlaku baik di masjid, musala, gereja, pura, vihara, hingga kelenteng. Demikian pun dengan seluruh fasilitas umum (fasum). Meliputi, alun-alun, tempat wisata dan hiburan, taman, serta sejumlah area publik lainnya juga dilakukan penutupan.

Dalam Inmendagri 15/2021 juga menginstruksikan pemerintah daerah untuk meniadaan kegiatan di pusat perbelanjaan. Praktis, selama 18 hari ke depan mal maupun pusat perdagangan juga diminta melakukan penutupan.

Sementara itu, beberapa kegiatan lainnya masih diperbolehkan, namun tetap dengan pembatasan jam operasional dan kapasitas. Antara lain pasar, supermarket, dan swalayan yang menyediakan kebutuhan bahan pokok dibatasi jam buka hingga 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Sementara yang diperbolehkan buka 24 jam hanya apotek dan toko obat.

Baca Juga :  Ning Ita Gali Kebijakan Pemkot Sorong

Sejumlah pembatasan juga dilakukan pada kegiatan di perkantoran dengan memberlakukan batas maksimal work from office (WFO) dan work from home (WFH) dengan menyesuaikan sektor esensial. Ning Ita menambahkan, pemberlakuan dan pembatasan kegiatan secara rinci akan diterbitkan melalui Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Kota Mojokerto. Tidak menutup kemungkinan, pembatasan akses di sejumlah titik perbatasan juga akan diberlakukan selama masa PPKM darurat guna meminimalisir mobilitas warga.

”Aturan diperketat lagi untuk ikhtiar bersama agar Covid-19 melandai. Karena (ruang isolasi) di seluruh rumah sakit Kota Mojokerto sudah penuh, tenaga kesehatan juga sudah kewalahan menangani pasien yang jumlahnya semakin banyak,” tutur Ning Ita.

Sementara itu, hingga Jumat (2/7), peta penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto berstatus zona oranye atau risiko sedang. Jumlah kasus konfirmasi secara kumulatif mengalami lonjakan drastis hingga mencapai 3.172 kasus. Jumat (2/7), jumlah kasus aktif bertambah 17 hingga mencapai 384 kasus. Sementara recovery rate atau tingkat kesembuhan menurun hingga 81,31 persen. Sedangkan, fatality rate atau angka kematian masih stagnan pada angka 6,59 persen dengan 209 kasus meninggal dunia.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Gelombang kedua penyebaran Covid-19 seolah menjadi dejavu seperti masa awal pandemi tahun lalu. Tingginya laju kasus memaksa Satgas Covid-19 Kota Mojokerto kembali menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang rencananya digulirkan mulai hari ini hingga 20 Juli mendatang.

Wali Kota Ika Puspitasari menjelaskan, pihaknya telah menerima Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali, Jumat (2/7).. Dalam surat tersebut, Kota Mojokerto masuk dalam salah satu daerah dari 11 kabupaten/kota di Jawa Timur (Jatim) dengan kriteria level 4.

Akibatnya, kota dengan tiga kecamatan ini wajib menerapkan PPKM darurat dengan berpedoman pada kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat. ”Inmedagri (15/2021) sudah turun Jumat (2/7).. Jadi, penerapannya PPKM darurat nanti akan menyesuaikan dengan itu,” terangnya.

Berdasarkan instruksi yang ditandatangani Mendagri M. Tito Karnavian tertanggal 2 Juli tersebut, PPKM darurat diberlakukan selama 18 hari, terhitung mulai hari ini. Namun, hingga tadi malam, baik pemkot maupun Satgas Covid-19 Kota Mojokerto masih mematangkan regulasi terkait penerapan PPKM darurat di Kota Onde-Onde.

Sebab, ujar Ning Ita, sapaan akrab wali kota, implementasi di daerah akan difinalkan setelah rakor secara virtual bersama pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Timur (Jatim). ”Yang jelas sama dengan Inmendagri. Nanti akan kita tetapkan setelah rapat koordinasi,” urainya setelah menemui sejumlah wali murid dari peserta didik baru di Pendapa Sabha Kridatama.

Baca Juga :  Dispendik: Siswa Jadi Korban Kasus Sengketa Lahan

Dalam kesempatan itu, ketua Satgas Covid-19 Kota Mojokerto ini juga memastikan para orang tua siswa untuk mendampingi anak-anak belajar di rumah di tahun ajaran baru 2021-2022 yang bergulir 12 Juli nanti. Sebab, imbas dari PPKM darurat mengharuskan seluruh lembaga sekolah, mulai PAUD, SD, hingga SMP negeri dan swasta untuk tetap melanjutkan pembelajaran secara daring.

- Advertisement -

”Dengan adanya PPKM darurat, seluruh sekolah wajib daring. Tidak boleh lagi ada pembelajaran tatap muka (PTM) sampai batas waktu yang ditentukan dari pemerintah pusat,” tegasnya. Tak hanya itu, selama masa PPKM darurat, seluruh rumah ibadah di Kota Mojokerto juga diharuskan untuk sepenuhnya meniadakan kegiatan keagamaan. Penutupan sementara itu berlaku baik di masjid, musala, gereja, pura, vihara, hingga kelenteng. Demikian pun dengan seluruh fasilitas umum (fasum). Meliputi, alun-alun, tempat wisata dan hiburan, taman, serta sejumlah area publik lainnya juga dilakukan penutupan.

Dalam Inmendagri 15/2021 juga menginstruksikan pemerintah daerah untuk meniadaan kegiatan di pusat perbelanjaan. Praktis, selama 18 hari ke depan mal maupun pusat perdagangan juga diminta melakukan penutupan.

Sementara itu, beberapa kegiatan lainnya masih diperbolehkan, namun tetap dengan pembatasan jam operasional dan kapasitas. Antara lain pasar, supermarket, dan swalayan yang menyediakan kebutuhan bahan pokok dibatasi jam buka hingga 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Sementara yang diperbolehkan buka 24 jam hanya apotek dan toko obat.

Baca Juga :  Larangan Mudik Resmi Berlaku Mulai 22 April-24 Mei 2021

Sejumlah pembatasan juga dilakukan pada kegiatan di perkantoran dengan memberlakukan batas maksimal work from office (WFO) dan work from home (WFH) dengan menyesuaikan sektor esensial. Ning Ita menambahkan, pemberlakuan dan pembatasan kegiatan secara rinci akan diterbitkan melalui Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Kota Mojokerto. Tidak menutup kemungkinan, pembatasan akses di sejumlah titik perbatasan juga akan diberlakukan selama masa PPKM darurat guna meminimalisir mobilitas warga.

”Aturan diperketat lagi untuk ikhtiar bersama agar Covid-19 melandai. Karena (ruang isolasi) di seluruh rumah sakit Kota Mojokerto sudah penuh, tenaga kesehatan juga sudah kewalahan menangani pasien yang jumlahnya semakin banyak,” tutur Ning Ita.

Sementara itu, hingga Jumat (2/7), peta penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto berstatus zona oranye atau risiko sedang. Jumlah kasus konfirmasi secara kumulatif mengalami lonjakan drastis hingga mencapai 3.172 kasus. Jumat (2/7), jumlah kasus aktif bertambah 17 hingga mencapai 384 kasus. Sementara recovery rate atau tingkat kesembuhan menurun hingga 81,31 persen. Sedangkan, fatality rate atau angka kematian masih stagnan pada angka 6,59 persen dengan 209 kasus meninggal dunia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/