alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Sunday, May 22, 2022

Dewan Minta Pemkab Wajib Menghidupkan Pasar Rakyat

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kalangan dewan memberikan atensi khusus terhadap kondisi sejumlah pasar rakyat yang kembang kempis. Terlebih, di masa pandemi Covid-19 ini.

Dewan mendorong Pemkab Mojokerto agar menghidupkan kembali pasar-pasar yang melesu agar perekonomian daerah bergerak. Anggota Komisi III DPDR Kabupaten Mojokerto Buddi Mulya mengaku prihatin atas kondisi pasar-pasar baru yang kembang kempis.

Ia menyadari ada banyak faktor yang menjadi penyebab. Adanya pandemi Covid-19 membuat tingkat konsumsi masyarakat ikutan menurun. ’’Kami sayangkan kondisi pasar menjadi kembang kempis. Tapi, seharusnya jangan biarkan begitu saja,’’ ujarnya, kemarin.

Politisi Gerindra ini menjelaskan, harus ada upaya nyata untuk menghidupkan pasar-pasar yang kembang kempis. Bahkan, yang telah mati suri akibat ditinggal pembeli. ’’Perlu upaya nyata dan segera agar pasar kembali hidup. Ini terkait dengan perekonomian masyarakat kecil juga,’’ imbuhnya.

Buddi menyatakan, banyak hal yang sebenarnya bisa diupayakan pemkab dalam hal ini dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) untuk mengoptimalkan fungsi pasar di tengah pandemi. ’’Jika pasar kembali bergairah, ekonomi kecil akan bergerak. Tukang becak bisa jalan, tukang parkir, warung kopi, dan lainnya,’’ jelas dia.

Oleh sebab itu, Buddi mendorong agar instansi terkait membuat terobosan progam untuk membangkitkan pasar rakyat. Caranya, bisa dilakukan dengan menggandeng instansi lain. ’’Tentunya bisa dengan menggandeng OPD lain. Juga melihat potensi lokal. Dibuat orkes, pasar malam, pasar kuliner, hingga pertunjukan kesenian,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Dapat Bantuan, Sentra PKL Benpas dan Pasar Prapanca Segera Dibangun

Senada diungkapkan anggota Komisi III lainnya, Muhamad Saikhu. Pihaknya mengevaluasi pengelolaan pasar rakyat sejauh ini tidak memiliki konsep yang jelas. Bangunan pasar rakyat yang baru sudah berdiri tapi tak efektif pengelolaannya.

’’Kami kecewa karena konsepnya tidak jelas. Ini yang membuat pasar rakyat benar sudah terbangun, tapi menjadi sepi ditinggal pembeli,’’ tandasnya. Politisi Hanura ini mengingatkan, dana yang digunakan membangun pasar tidak lah kecil.

Terlebih, di banyak kecamatan, pasar rakyat telah terbangun. Perlu adanya tanggung jawab penganggaran berupa pengelolaan yang efektif. ’’Salah satu bentuk tanggung jawab anggaran pembangunan pasar tidak hanya bangunan sudah terbangun. Akan tetapi dikelola dan diminati masyarakat setempat,’’ tegasnya.

Untuk itu, pihaknya mendorong dengan segera agar OPD terkait bahu membahu menghidupkan kembali pasar yang kembang kempis. Jika dirasakan perlu, pemkab dapat membuat regulasi yang pasti agar mendukung pasar kembali bergeliat.

’’Perlu regulasi pasti. Mau diapakan, berapa lama, hingga diisi apa,’’ dorongnya. Disinggung kemungkinan menggandeng pihak swasta, Saikhu mengaku bisa saja dilakukan. Namun, tentunya dilakukan kajian yang mendalam hingga dihitung rencana bisnisnya.

’’Apabila dirasa perlu, bisa juga dengan swastanisasi. Selain itu, bisa pula menggandeng organisasi setempat semisal karang taruna, BUMDes, atau LPM setempat,’’ tandas dia. 

Baca Juga :  Diplot Berangkat Tahun Depan

SEMENTARA itu, terkait upaya menghidupkan kembali sejumlah pasar rakyat yang kembang kempis, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto mengaku sudah mempunyai program. Yakni, berencana menggandeng organisasi perangkat daerah (OPD) lain untuk menghidupkan kegiatan di pasar-pasar tersebut. 

’’Kami mempunyai program. Nanti kami akan gandeng dari disparpora,’’ kata Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Didik Pancaning Argo, kemarin.  Ia mengatakan, pasar-pasar rakyat tersebut akan digandengkan dengan program instansi tersebut. Baik yang bersifat wisata, hiburan, maupun kuliner.

Dia mengatakan, program itu dilandasi pemikiran kebiasaan orang ketika berbelanja. ’’Orang berbelanja nanti kita kasih hiburan. Hiburannya yang mengisi dari disparpora,’’ kata dia. Selain itu, juga disesuaikan dengan kondisi di masing-masing pasar rakyat.

Dapat pula, area pasar rakyat yang ada digandengkan dengan potensi daerah itu sendiri. Seperti halnya di daerah Trowulan, yang mana terdapat banyak tempat wisata religi. ’’Seperti wisata religi yang tinggi itu bisa digandengkan ke pasar rakyat di situ,’’ tukas dia.

Kapan hal itu dilakukan? Didik mengakui, program itu masih menunggu kondisi perkembangan pandemi Covid-19. Lantaran, seperti membuka pasar, contohnya di Pasar Rakyat Trowulan, hakekatnya menciptakan kerumunan baru.  

 

 

 

 

 

 

 

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kalangan dewan memberikan atensi khusus terhadap kondisi sejumlah pasar rakyat yang kembang kempis. Terlebih, di masa pandemi Covid-19 ini.

Dewan mendorong Pemkab Mojokerto agar menghidupkan kembali pasar-pasar yang melesu agar perekonomian daerah bergerak. Anggota Komisi III DPDR Kabupaten Mojokerto Buddi Mulya mengaku prihatin atas kondisi pasar-pasar baru yang kembang kempis.

Ia menyadari ada banyak faktor yang menjadi penyebab. Adanya pandemi Covid-19 membuat tingkat konsumsi masyarakat ikutan menurun. ’’Kami sayangkan kondisi pasar menjadi kembang kempis. Tapi, seharusnya jangan biarkan begitu saja,’’ ujarnya, kemarin.

Politisi Gerindra ini menjelaskan, harus ada upaya nyata untuk menghidupkan pasar-pasar yang kembang kempis. Bahkan, yang telah mati suri akibat ditinggal pembeli. ’’Perlu upaya nyata dan segera agar pasar kembali hidup. Ini terkait dengan perekonomian masyarakat kecil juga,’’ imbuhnya.

Buddi menyatakan, banyak hal yang sebenarnya bisa diupayakan pemkab dalam hal ini dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) untuk mengoptimalkan fungsi pasar di tengah pandemi. ’’Jika pasar kembali bergairah, ekonomi kecil akan bergerak. Tukang becak bisa jalan, tukang parkir, warung kopi, dan lainnya,’’ jelas dia.

Oleh sebab itu, Buddi mendorong agar instansi terkait membuat terobosan progam untuk membangkitkan pasar rakyat. Caranya, bisa dilakukan dengan menggandeng instansi lain. ’’Tentunya bisa dengan menggandeng OPD lain. Juga melihat potensi lokal. Dibuat orkes, pasar malam, pasar kuliner, hingga pertunjukan kesenian,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Perempuan Itu Rajin Membesuk Napi Narkoba
- Advertisement -

Senada diungkapkan anggota Komisi III lainnya, Muhamad Saikhu. Pihaknya mengevaluasi pengelolaan pasar rakyat sejauh ini tidak memiliki konsep yang jelas. Bangunan pasar rakyat yang baru sudah berdiri tapi tak efektif pengelolaannya.

’’Kami kecewa karena konsepnya tidak jelas. Ini yang membuat pasar rakyat benar sudah terbangun, tapi menjadi sepi ditinggal pembeli,’’ tandasnya. Politisi Hanura ini mengingatkan, dana yang digunakan membangun pasar tidak lah kecil.

Terlebih, di banyak kecamatan, pasar rakyat telah terbangun. Perlu adanya tanggung jawab penganggaran berupa pengelolaan yang efektif. ’’Salah satu bentuk tanggung jawab anggaran pembangunan pasar tidak hanya bangunan sudah terbangun. Akan tetapi dikelola dan diminati masyarakat setempat,’’ tegasnya.

Untuk itu, pihaknya mendorong dengan segera agar OPD terkait bahu membahu menghidupkan kembali pasar yang kembang kempis. Jika dirasakan perlu, pemkab dapat membuat regulasi yang pasti agar mendukung pasar kembali bergeliat.

’’Perlu regulasi pasti. Mau diapakan, berapa lama, hingga diisi apa,’’ dorongnya. Disinggung kemungkinan menggandeng pihak swasta, Saikhu mengaku bisa saja dilakukan. Namun, tentunya dilakukan kajian yang mendalam hingga dihitung rencana bisnisnya.

’’Apabila dirasa perlu, bisa juga dengan swastanisasi. Selain itu, bisa pula menggandeng organisasi setempat semisal karang taruna, BUMDes, atau LPM setempat,’’ tandas dia. 

Baca Juga :  Dandim 0815 Mojokerto Tinjau Bakal Lokasi TMMD Reguler Ke-112

SEMENTARA itu, terkait upaya menghidupkan kembali sejumlah pasar rakyat yang kembang kempis, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto mengaku sudah mempunyai program. Yakni, berencana menggandeng organisasi perangkat daerah (OPD) lain untuk menghidupkan kegiatan di pasar-pasar tersebut. 

’’Kami mempunyai program. Nanti kami akan gandeng dari disparpora,’’ kata Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Didik Pancaning Argo, kemarin.  Ia mengatakan, pasar-pasar rakyat tersebut akan digandengkan dengan program instansi tersebut. Baik yang bersifat wisata, hiburan, maupun kuliner.

Dia mengatakan, program itu dilandasi pemikiran kebiasaan orang ketika berbelanja. ’’Orang berbelanja nanti kita kasih hiburan. Hiburannya yang mengisi dari disparpora,’’ kata dia. Selain itu, juga disesuaikan dengan kondisi di masing-masing pasar rakyat.

Dapat pula, area pasar rakyat yang ada digandengkan dengan potensi daerah itu sendiri. Seperti halnya di daerah Trowulan, yang mana terdapat banyak tempat wisata religi. ’’Seperti wisata religi yang tinggi itu bisa digandengkan ke pasar rakyat di situ,’’ tukas dia.

Kapan hal itu dilakukan? Didik mengakui, program itu masih menunggu kondisi perkembangan pandemi Covid-19. Lantaran, seperti membuka pasar, contohnya di Pasar Rakyat Trowulan, hakekatnya menciptakan kerumunan baru.  

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/