alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Rawan Laka, Jalan Desa Dipasangi 40 PJU

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 40 Penerangan Jalan Umum (PJU) baru dipasang di jalan poros desa Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang dan Desa Randegan, Kecamatan Dawarblandong. Selama ini, jalan penghubung antardesa tersebut rawan kecelakaan dan tindak kriminal.

Kabid Prasarana Lalu Lintas dan Perparkiran DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Suroso menjelaskan, pihaknya rampung membangun jaringan PJU baru pada jalan poros dua desa tersebut. Lantaran adanya keluhan masyarakat setempat karena minimnya penerangan pada dua titik jalan poros Desa Jatidukuh dan Randegan. ’’Pihak desa juga sudah mengajukan pemasangan PJU sehingga bisa langsung kami tindak lanjuti. Dan beberapa hari lalu jaringan PLN sudah terhubung dan sudah berfungsi normal,’’ sebutnya.

Lebih lanjut, minimnya penerangan menimbulkan sejumlah dampak negatif bagi pengguna jalan dan warga setempat. Sebab kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas hingga aksi pembegalan dan kejahatan jalanan lainnya. Sehingga ketika PJU terpasang diharapkan fungsi pengawasan dan pengamanan lingkungan oleh masyarakat bisa lebih optimal. ’’Termasuk lalu lintas perdagangan di lokasi bisa lebih lancar. Jadi harapannya bisa meningkatkan sektor perekonomian juga,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  CJH Kota Mojokerto Pusing, Jadwal Keberangkatan Berubah-ubah

Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono menambahkan, pihaknya tidak hanya fokus membangun PJU di jalan poros desa saja melainkan juga di jalan kabupaten. Pihaknya juga membuka pintu lebar-lebar bagi pemerintah desa yang hendak mengajukan pembangunan PJU di lingkungannya. Terlebih, dari 130 PJU yang dilimpahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto sejak Januari lalu, kini tersisa 90 tiang.

’’Silahkan desa mengajukan, karena ini memang barang hibah dari pemerintah daerah untuk bisa dimanfaatkan dan diserap seoptimal mungkin oleh masyarakat. Tentunya dengan prosedur dan mekanisme permohonan yang berlaku,’’ sebutnya.

Tahun ini DPRKP2 bakal mengajukan pengadaan PJU pada masa Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) pada Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) 2022 nanti. Terlebih, masih banyak jalur poros desa dan kabupaten yang masih minim penerangan.

Baca Juga :  Aneh! 16 PJU di Jalan Raya Puri Menyala Siang Malam

’’Rencananya kami akan ajukan saat PAK nanti karena memang kebutuhannya banyak. Tapi rinciannya sejauh ini masih kami proses. Dan ini juga untuk mengimbangi jumlah (bohlam) lampu yang dilimpahkan DPUPR yang mencapai 8.000 bohlam itu,’’ tandas Rachmat. (vad/fen)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 40 Penerangan Jalan Umum (PJU) baru dipasang di jalan poros desa Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang dan Desa Randegan, Kecamatan Dawarblandong. Selama ini, jalan penghubung antardesa tersebut rawan kecelakaan dan tindak kriminal.

Kabid Prasarana Lalu Lintas dan Perparkiran DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Suroso menjelaskan, pihaknya rampung membangun jaringan PJU baru pada jalan poros dua desa tersebut. Lantaran adanya keluhan masyarakat setempat karena minimnya penerangan pada dua titik jalan poros Desa Jatidukuh dan Randegan. ’’Pihak desa juga sudah mengajukan pemasangan PJU sehingga bisa langsung kami tindak lanjuti. Dan beberapa hari lalu jaringan PLN sudah terhubung dan sudah berfungsi normal,’’ sebutnya.

Lebih lanjut, minimnya penerangan menimbulkan sejumlah dampak negatif bagi pengguna jalan dan warga setempat. Sebab kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas hingga aksi pembegalan dan kejahatan jalanan lainnya. Sehingga ketika PJU terpasang diharapkan fungsi pengawasan dan pengamanan lingkungan oleh masyarakat bisa lebih optimal. ’’Termasuk lalu lintas perdagangan di lokasi bisa lebih lancar. Jadi harapannya bisa meningkatkan sektor perekonomian juga,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pakai Masker, Kapolres Turun Hutan, Ini Yang Dilakukan

Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono menambahkan, pihaknya tidak hanya fokus membangun PJU di jalan poros desa saja melainkan juga di jalan kabupaten. Pihaknya juga membuka pintu lebar-lebar bagi pemerintah desa yang hendak mengajukan pembangunan PJU di lingkungannya. Terlebih, dari 130 PJU yang dilimpahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto sejak Januari lalu, kini tersisa 90 tiang.

’’Silahkan desa mengajukan, karena ini memang barang hibah dari pemerintah daerah untuk bisa dimanfaatkan dan diserap seoptimal mungkin oleh masyarakat. Tentunya dengan prosedur dan mekanisme permohonan yang berlaku,’’ sebutnya.

Tahun ini DPRKP2 bakal mengajukan pengadaan PJU pada masa Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) pada Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) 2022 nanti. Terlebih, masih banyak jalur poros desa dan kabupaten yang masih minim penerangan.

Baca Juga :  Kuota Internet Siswa Aktif, Ortu Bisa Hemat Rp 200 Ribu
- Advertisement -

’’Rencananya kami akan ajukan saat PAK nanti karena memang kebutuhannya banyak. Tapi rinciannya sejauh ini masih kami proses. Dan ini juga untuk mengimbangi jumlah (bohlam) lampu yang dilimpahkan DPUPR yang mencapai 8.000 bohlam itu,’’ tandas Rachmat. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/