alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Sunday, July 3, 2022

Pemkot Mojokerto Beri Jaminan Perlindungan pada Disabilitas

Terbitkan Perwali, Integrasikan Pelayanan melalui One Gate System

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto terus berupaya meningkatkan pelayanan terhadap penyandang disabilitas. Salah satunya dilakukan dengan menerapkan strategi one gate system.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menuturkan, one gate system merupakan sebuah inovasi untuk mengintegrasikan pelayanan disabilitas dalam penyelenggaraan perlindungan bagi para penyandang difabel di Kota Mojokerto. Inovasi yang telah melalui kajian strategis oleh Dinsos P3A Kota Mojokerto ini mengintegrasikan pelayanan disabilitas dengan menerapkan sistem pendataan berbasis online, pemanfaatan database disabilitas, komitmen stake holder, dan tata kelola pelayanan.

’’Dengan inovasi one gate system, perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya agar mendukung program tersebut, bersinergi dan berkolaborasi untuk mengintegrasikan pelayanan penyandang disabilitas. Sehingga para penyandang disabilitas dapat memperoleh hak-haknya secara memadai, baik melalui program perlindungan sosial maupun program pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas di Kota Mojokerto,’’ tandas wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini.

Ning Ita menambahkan, agar strategi one gate system dapat terlaksana secara terpadu dan berkelanjutan, implementasinya juga dilakukan penataan tata kelola pelayanan disabilitas melalui sebuah regulasi. Dengan tujuan untuk mendukung penguatan dalam mengintegrasikan pelayanan terhadap penyandang disabilitas.

Baca Juga :  Kemenag: Istri dan Anak Hasil Pernikahan Siri Tak Bisa Tuntut Hak

Sehingga, payung hukum berupa Peraturan Wali Kota Mojokerto (Perwali) Nomor 28 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Disabilitas di Kota Mojokerto telah resmi diterbitkan setelah diteken Wali Kota Mojokerto pada 30 Mei 2022.

Sementara itu, Kepala Dinasos P3A Kota Mojokerto Choirul Anwar menambahkan, n penerapan aplikasi e-disabilitas telah disosialisasikan sejak 20 April 2022. Bertempat di Aula Dinsos P3A Kota Mojokerto sosialisasi diikuti peserta dari petugas kelurahan, kecamatan, petugas Dinsos P3A, serta petugas atau pendamping disabilitas dan Pengurus Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Mojokerto.

Dijelaskan Anwar, dengan sistem pendataan berbasis online, maka para penyandang disabilitas, keluarga disabilitas, petugas atau pendamping disabilitas dan para pemangku kepentingan lainnya dapat melaporkan atau menginput data secara langsung dan real time, melalui laman disabilitas.mojokertokota.go.id. ’’Untuk mengimplementasikan inovasi one gate system ini, kami dari Dinas Sosial P3A Kota Mojokerto akan mengkoordinasikan melalui penerapan input data, pengelolaan, penyajian dan pemanfaatan data oleh para pemangku kepentingan dalam memberikan pelayanan terhadap kaum disabilitas,’’ papar Anwar.

Baca Juga :  Pelajar SMA Mengeluh, Disarankan Pakai Hotspot Gratis

Selanjutnya, hasil input data disabilitas pada aplikasi e-disabilitas akan dilakukan pengelolaan database oleh tim pengelola data. Baik yang disajikan secara online maupun berupa hard copy. Data tersebut menjadi acuan satu data sebagai dasar penyusunan rencana program dan pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan kaum disabilitas di Kota Mojokerto bagi stakeholder. Di antaranya dari unsur pemerintah, lembaga nonpemerintah, swasta dan masyarakat. ’’Sehingga pemenuhan hak-hak bagi penyandang disabilitas dapat terintegrasi, terpadu dan tepat sasaran,’’ tegasnya.

Pemkot Mojokerto juga telah mendorong dan menekankan adanya komitmen dari stakeholder untuk memberikan dukungan dalam meningkatkan pelayanan terhadap penyandang disabilitas. Selain itu, juga diharapkan adanya partisipasi dari berbagai pihak. Meliputi unsur pemerintah, swasta dan masyarakat.

Di samping itu, papar Anwar, melalui one gate system ini, upaya pemenuhan hak-hak disabilitas di Kota Mojokerto dapat lebih ditingkatkan. Baik melalui program perlindungan sosial, pemberdayaan maupun pemenuhan hak-hak lainnya. (ram/fen)

Terbitkan Perwali, Integrasikan Pelayanan melalui One Gate System

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto terus berupaya meningkatkan pelayanan terhadap penyandang disabilitas. Salah satunya dilakukan dengan menerapkan strategi one gate system.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menuturkan, one gate system merupakan sebuah inovasi untuk mengintegrasikan pelayanan disabilitas dalam penyelenggaraan perlindungan bagi para penyandang difabel di Kota Mojokerto. Inovasi yang telah melalui kajian strategis oleh Dinsos P3A Kota Mojokerto ini mengintegrasikan pelayanan disabilitas dengan menerapkan sistem pendataan berbasis online, pemanfaatan database disabilitas, komitmen stake holder, dan tata kelola pelayanan.

’’Dengan inovasi one gate system, perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya agar mendukung program tersebut, bersinergi dan berkolaborasi untuk mengintegrasikan pelayanan penyandang disabilitas. Sehingga para penyandang disabilitas dapat memperoleh hak-haknya secara memadai, baik melalui program perlindungan sosial maupun program pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas di Kota Mojokerto,’’ tandas wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini.

Ning Ita menambahkan, agar strategi one gate system dapat terlaksana secara terpadu dan berkelanjutan, implementasinya juga dilakukan penataan tata kelola pelayanan disabilitas melalui sebuah regulasi. Dengan tujuan untuk mendukung penguatan dalam mengintegrasikan pelayanan terhadap penyandang disabilitas.

Baca Juga :  Siswa SD Semangat Daring Bareng Ning Ita

Sehingga, payung hukum berupa Peraturan Wali Kota Mojokerto (Perwali) Nomor 28 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Disabilitas di Kota Mojokerto telah resmi diterbitkan setelah diteken Wali Kota Mojokerto pada 30 Mei 2022.

- Advertisement -

Sementara itu, Kepala Dinasos P3A Kota Mojokerto Choirul Anwar menambahkan, n penerapan aplikasi e-disabilitas telah disosialisasikan sejak 20 April 2022. Bertempat di Aula Dinsos P3A Kota Mojokerto sosialisasi diikuti peserta dari petugas kelurahan, kecamatan, petugas Dinsos P3A, serta petugas atau pendamping disabilitas dan Pengurus Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Mojokerto.

Dijelaskan Anwar, dengan sistem pendataan berbasis online, maka para penyandang disabilitas, keluarga disabilitas, petugas atau pendamping disabilitas dan para pemangku kepentingan lainnya dapat melaporkan atau menginput data secara langsung dan real time, melalui laman disabilitas.mojokertokota.go.id. ’’Untuk mengimplementasikan inovasi one gate system ini, kami dari Dinas Sosial P3A Kota Mojokerto akan mengkoordinasikan melalui penerapan input data, pengelolaan, penyajian dan pemanfaatan data oleh para pemangku kepentingan dalam memberikan pelayanan terhadap kaum disabilitas,’’ papar Anwar.

Baca Juga :  Kemenag: Istri dan Anak Hasil Pernikahan Siri Tak Bisa Tuntut Hak

Selanjutnya, hasil input data disabilitas pada aplikasi e-disabilitas akan dilakukan pengelolaan database oleh tim pengelola data. Baik yang disajikan secara online maupun berupa hard copy. Data tersebut menjadi acuan satu data sebagai dasar penyusunan rencana program dan pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan kaum disabilitas di Kota Mojokerto bagi stakeholder. Di antaranya dari unsur pemerintah, lembaga nonpemerintah, swasta dan masyarakat. ’’Sehingga pemenuhan hak-hak bagi penyandang disabilitas dapat terintegrasi, terpadu dan tepat sasaran,’’ tegasnya.

Pemkot Mojokerto juga telah mendorong dan menekankan adanya komitmen dari stakeholder untuk memberikan dukungan dalam meningkatkan pelayanan terhadap penyandang disabilitas. Selain itu, juga diharapkan adanya partisipasi dari berbagai pihak. Meliputi unsur pemerintah, swasta dan masyarakat.

Di samping itu, papar Anwar, melalui one gate system ini, upaya pemenuhan hak-hak disabilitas di Kota Mojokerto dapat lebih ditingkatkan. Baik melalui program perlindungan sosial, pemberdayaan maupun pemenuhan hak-hak lainnya. (ram/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Ancaman Hukuman Randy Terlalu Ringan

Nataru, Karaoke Wajib Tutup

Dam Tlusur Masuk Kategori Tak Aman

Jalani Semua dengan Hati

Artikel Terbaru

/