alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Swab Negatif, Empat Pasien Dipulangkan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Empat pasien rumah karantina di rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) Cinde, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto dipulangkan kemarin. Menyusul, hasil negatif tes swab keempat pasien ketika memastikan keberadaan virus Covid-19 di tubuh mereka.

Praktis, kini tinggal 29 pasien yang menjalani karantina dan perawatan di gedung yang dikhususkan merawat pasien positif atau orang yang dinyatakan berstatus orang tanpa gejala (OTG) asal Kota Mojokerto. Sebelumnya, terdapat 33 pasien yang dirawat sejak rumah karantina itu efektif difungsikan bulan Mei lalu. ’’Ada empat pasien yang hari ini (kemarin, Red) dipulangkan setelah hasil swab menyatakan negatif Covid-19,’’ ungkap Jubir Tim Gugus Tugas (Gugas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo.

Sesuai laporan dari dinas kesehatan (Dinkes) yang diterima Tim Gugas Covid-19, disebutkan, awalnya terdapat 33 pasien yang dirawat di rumah karantina Rusunawa Cinde. Mereka terdiri dari orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 8 pasien, sedangkan 15 pasien OTG. ’’Setelah menjalani perawatan, mereka di-swab. Kemudian diperbolehkan pulang karena negatif korona,’’ kata Gaguk.

Baca Juga :  Terganjal Cakupan Vaksin Lansia

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini, menerangkan, hasil swab dijadikan tolak ukur pasien. Ketika dua kali menjalani swab dan hasilnya negatif secara berturut-turut, pasien tersebut dinyatakan sembuh. Sehingga dapat dipulangkan. Perawatan di tempat yang dikhususkan mengkarantina pasien atau orang berpotensi positif Covid-19 minimal berlangsung selama 14 hari. ’’Sekarang ini tinggal 29 pasien. Ada 21 pasien OTG, sedangkan 8 lainnya positif Covid-19,’’ terang dia.

Dikatakan Gaguk, rumah karantina memang tidak menjadi lokasi satu-satunya perawatan. Karena apabila terdapat gejala klinis terlebih memiliki penyakit penyerta, maka pasien wajib dirujuk ke rumah sakit. Pun demikian apabila pasien tanpa gejala klinis. ’’Apabila memungkinkan, tanpa gejala klinis dan kondisinya sehat bisa karantina mandiri di rumahnya,’’ imbuh dia.

Beberapa pasien OTG Kota Mojokerto dipersilakan karantina mandiri di kediaman masing-masing. Namun, apabila rumahnya kecil atau khawatir menularkan ke keluarga atau orang lain dipersilakan menjalani karantina di rumah karantina Rusunawa Cinde. Pembiayaan akan ditanggung Pemkot Mojokerto. Dia menambahkan, semasa pandemi Covid-19 ini, masyarakat harus terus meningkatkan kewaspadaan. Khususnya yang sering beraktivitas atau dengan mobilisasi tinggi. Meski begitu, Gaguk mengimbau agar masyarakat tak panik apabila melihat tanda penularan atau upaya preventif, bahkan langkah kuratif yang diselenggarakan Tim Gugas Covid-19 Kota Mojokerto. ’’Masyarakat kami imbau tak panik atau risau. Apalagi, menjumpai tim kesehatan menggelar rapid test dengan peralatan APD (alat pelindung diri) lengkap. Karena hanya memeriksa, bukan berarti ada pasien positif di daerah tersebut,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Airlangga: Lindungi dan Tingkatkan Kualitas Pekerja Migran Indonesia

Diketahui, sebaran Covid-19 di Kota Mojokerto terus mengalami pertambahan dalam dua bulan terakhir ini. Berdasar informasi Tim Gugas Covid-19 Kota Mojokerto, per 2 Juni 2020 terdapat 3.111 orang dengan risiko (ODR), 30 orang berstatus OTG, 481 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP), dan 11 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Sementara 13 pasien positif Covid-19, dua di antaranya dinyatakan sembuh, dan 11 lainnya masih menjalani perawatan kesehatan.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Empat pasien rumah karantina di rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) Cinde, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto dipulangkan kemarin. Menyusul, hasil negatif tes swab keempat pasien ketika memastikan keberadaan virus Covid-19 di tubuh mereka.

Praktis, kini tinggal 29 pasien yang menjalani karantina dan perawatan di gedung yang dikhususkan merawat pasien positif atau orang yang dinyatakan berstatus orang tanpa gejala (OTG) asal Kota Mojokerto. Sebelumnya, terdapat 33 pasien yang dirawat sejak rumah karantina itu efektif difungsikan bulan Mei lalu. ’’Ada empat pasien yang hari ini (kemarin, Red) dipulangkan setelah hasil swab menyatakan negatif Covid-19,’’ ungkap Jubir Tim Gugus Tugas (Gugas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo.

Sesuai laporan dari dinas kesehatan (Dinkes) yang diterima Tim Gugas Covid-19, disebutkan, awalnya terdapat 33 pasien yang dirawat di rumah karantina Rusunawa Cinde. Mereka terdiri dari orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 8 pasien, sedangkan 15 pasien OTG. ’’Setelah menjalani perawatan, mereka di-swab. Kemudian diperbolehkan pulang karena negatif korona,’’ kata Gaguk.

Baca Juga :  Arapaima Gigas Mampu Habiskan 4 Kilogram Ikan Lokal Per Hari

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini, menerangkan, hasil swab dijadikan tolak ukur pasien. Ketika dua kali menjalani swab dan hasilnya negatif secara berturut-turut, pasien tersebut dinyatakan sembuh. Sehingga dapat dipulangkan. Perawatan di tempat yang dikhususkan mengkarantina pasien atau orang berpotensi positif Covid-19 minimal berlangsung selama 14 hari. ’’Sekarang ini tinggal 29 pasien. Ada 21 pasien OTG, sedangkan 8 lainnya positif Covid-19,’’ terang dia.

Dikatakan Gaguk, rumah karantina memang tidak menjadi lokasi satu-satunya perawatan. Karena apabila terdapat gejala klinis terlebih memiliki penyakit penyerta, maka pasien wajib dirujuk ke rumah sakit. Pun demikian apabila pasien tanpa gejala klinis. ’’Apabila memungkinkan, tanpa gejala klinis dan kondisinya sehat bisa karantina mandiri di rumahnya,’’ imbuh dia.

Beberapa pasien OTG Kota Mojokerto dipersilakan karantina mandiri di kediaman masing-masing. Namun, apabila rumahnya kecil atau khawatir menularkan ke keluarga atau orang lain dipersilakan menjalani karantina di rumah karantina Rusunawa Cinde. Pembiayaan akan ditanggung Pemkot Mojokerto. Dia menambahkan, semasa pandemi Covid-19 ini, masyarakat harus terus meningkatkan kewaspadaan. Khususnya yang sering beraktivitas atau dengan mobilisasi tinggi. Meski begitu, Gaguk mengimbau agar masyarakat tak panik apabila melihat tanda penularan atau upaya preventif, bahkan langkah kuratif yang diselenggarakan Tim Gugas Covid-19 Kota Mojokerto. ’’Masyarakat kami imbau tak panik atau risau. Apalagi, menjumpai tim kesehatan menggelar rapid test dengan peralatan APD (alat pelindung diri) lengkap. Karena hanya memeriksa, bukan berarti ada pasien positif di daerah tersebut,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Daftar Haji Sekarang, Terbang 2050
- Advertisement -

Diketahui, sebaran Covid-19 di Kota Mojokerto terus mengalami pertambahan dalam dua bulan terakhir ini. Berdasar informasi Tim Gugas Covid-19 Kota Mojokerto, per 2 Juni 2020 terdapat 3.111 orang dengan risiko (ODR), 30 orang berstatus OTG, 481 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP), dan 11 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Sementara 13 pasien positif Covid-19, dua di antaranya dinyatakan sembuh, dan 11 lainnya masih menjalani perawatan kesehatan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/