alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 17, 2022

Pembesuk Lapas Bakal Dibatasi

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lapas Kelas II-B Mojokerto harus bekerja ekstra menghadapi era new normal yang bakal diterapkan pemerintah. Jika tidak, ancaman penyebaran Covid-19 di area lapas sangat besar. Kepala Lapas Kelas II-B Mojokerto Wahyu Susetyo, mengatakan, menghadapi era new normal, lapas harus memberlakukan protokol kesehatan dengan sangat ketat bagi para pengunjung warga binaan.

Seperti penggunaan hand sanitizer, masker, hingga cuci tangan di depan pintu lapas. ’’Protokol akan kami jalankan,’’ ujarnya, kemarin. Tak hanya itu, para narapidana (napi) tak akan bisa leluasa bertemu dengan keluarga yang menjenguk. ’’Tempat, kita sediakan khusus. Dan tentunya tidak bisa bertemu langsung,’’ jelas Wahyu. Nantinya, warga binaan dan keluarganya yang membesuk hanya bisa melakukan pertemuan dengan jarak minimal 1 meter. Dengan begitu, maka area pembesukan pun tidak akan bisa dipakai oleh pembesuk dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Warga Mojokerto Kembali Tangkap Predator Amazon

Dengan begitu, pihak lapas akan memberlakukan pembatasan jumlah pengunjung. ’’Demi menjaga kesehatan warga binaan. Selama ini, warga binaan juga tak diperbolehkan dikunjungi selama pandemi Covid-19 berlangsung,’’ ungkap dia. Namun, berbagai rencana yang telah dicanangkan itu, akan disesuaikan dengan formula yang akan dikeluarkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM). ’’Sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada petunjuk terkait penerapan new normal di dalam lapas. Tapi, kami telah bersiap menyambut era kenormalan baru tersebut,’’ kata Wahyu.

Meski berbagai strategi telah dicanangkan, namun ia sangat mengharap lapas menjadi area pengecualian menyapa new normal. Karena warga binaan sangat rawan tertular virus yang berkembang di Wuhan, China, itu. Sebelumya, Lapas Kelas II-B Mojokerto telah menghapus jam berkunjung sejak Februari lalu. Untuk mengobati kerinduan warga binaan ke keluarganya, lapas menyediakan memberikan fasilitas video call bagi para napi.

Baca Juga :  Dispendik Urung Tambah Jam PTM

Mereka dapat berkomunikasi dengan sanak famili dengan batas waktu tertentu.  Ketatnya protokol kesehatan yang  diterapkan lapas, diakui Wahyu, tak banyak mendapat protes dari warga binaan. Karena mereka sudah memahami bahaya korona melalui berbagai media. Nyaris, ia tak menemukan protes dari penghuni lapas yang jumlahnya kini mencapai 771 orang.

Jika ratusan napi harus melakukan aktivitas dengan terbatas, berbeda dengan 81 napi yang lain. Mereka telah dibebaskan saat pandemi Covid-19 ini melanda Indonesia. Pembebasan mereka disebabkan telah menjalani 1/3 masa hukuman.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lapas Kelas II-B Mojokerto harus bekerja ekstra menghadapi era new normal yang bakal diterapkan pemerintah. Jika tidak, ancaman penyebaran Covid-19 di area lapas sangat besar. Kepala Lapas Kelas II-B Mojokerto Wahyu Susetyo, mengatakan, menghadapi era new normal, lapas harus memberlakukan protokol kesehatan dengan sangat ketat bagi para pengunjung warga binaan.

Seperti penggunaan hand sanitizer, masker, hingga cuci tangan di depan pintu lapas. ’’Protokol akan kami jalankan,’’ ujarnya, kemarin. Tak hanya itu, para narapidana (napi) tak akan bisa leluasa bertemu dengan keluarga yang menjenguk. ’’Tempat, kita sediakan khusus. Dan tentunya tidak bisa bertemu langsung,’’ jelas Wahyu. Nantinya, warga binaan dan keluarganya yang membesuk hanya bisa melakukan pertemuan dengan jarak minimal 1 meter. Dengan begitu, maka area pembesukan pun tidak akan bisa dipakai oleh pembesuk dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Sungai Gembolo Diduga Tercemar Limbah Industri

Dengan begitu, pihak lapas akan memberlakukan pembatasan jumlah pengunjung. ’’Demi menjaga kesehatan warga binaan. Selama ini, warga binaan juga tak diperbolehkan dikunjungi selama pandemi Covid-19 berlangsung,’’ ungkap dia. Namun, berbagai rencana yang telah dicanangkan itu, akan disesuaikan dengan formula yang akan dikeluarkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM). ’’Sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada petunjuk terkait penerapan new normal di dalam lapas. Tapi, kami telah bersiap menyambut era kenormalan baru tersebut,’’ kata Wahyu.

Meski berbagai strategi telah dicanangkan, namun ia sangat mengharap lapas menjadi area pengecualian menyapa new normal. Karena warga binaan sangat rawan tertular virus yang berkembang di Wuhan, China, itu. Sebelumya, Lapas Kelas II-B Mojokerto telah menghapus jam berkunjung sejak Februari lalu. Untuk mengobati kerinduan warga binaan ke keluarganya, lapas menyediakan memberikan fasilitas video call bagi para napi.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Covid saat Nataru, RSUD Siagakan Nakes Cadangan

Mereka dapat berkomunikasi dengan sanak famili dengan batas waktu tertentu.  Ketatnya protokol kesehatan yang  diterapkan lapas, diakui Wahyu, tak banyak mendapat protes dari warga binaan. Karena mereka sudah memahami bahaya korona melalui berbagai media. Nyaris, ia tak menemukan protes dari penghuni lapas yang jumlahnya kini mencapai 771 orang.

Jika ratusan napi harus melakukan aktivitas dengan terbatas, berbeda dengan 81 napi yang lain. Mereka telah dibebaskan saat pandemi Covid-19 ini melanda Indonesia. Pembebasan mereka disebabkan telah menjalani 1/3 masa hukuman.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/