alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Sekolah Tatap Muka, DPRD Ingatkan Izin Ortu

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Status epidemiologi Kabupaten Mojokerto berada pada zona kuning membawa asa bagi penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) di lingkungan pendidikan. Kalangan dewan mengingatkan syarat-syarat protokol kesehatan (prokes) jika sekolah-sekolah membuka pembelajaran secara offline.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto Evi Kusumawati mengatakan, kawasan kabupaten sekarang ini berstatus zona kuning. Hal itu menggembirakan lantaran berarti zona risiko rendah. Meski masih terdapat temuan kasus baru, tetapi jumlahnya relatif sedikit dan cenderung menurun.

Capain itu, menurut dia, memungkinkan bagi pemerintah daerah membuka sekolah. Yakni, menggelar pembelajaran tatap muka. Pihaknya mengaku sepakat jika daerah ancang-ancang menggelar PTM. ’’Untuk itu, kami sepakat apabila digelar pembelajaran tatap muka asalkan syarat-syarat dipenuhi,’’ lanjutnya.

Baca Juga :  Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal

Syarat tersebut sebagaimana diatur surat keputusan bersama tiga menteri. Di antaranya, harus mengantongi izin dari Satgas Covid-19 dan dinyatakan aman untuk KBM dengan tatap muka. Tenaga pengajarnya sudah diimunisasi lebih dahulu. Sarana prasarana sekolah memenuhi syarat standar Covid, tersedia tempat cuci tangan, hand sanitizer, hingga masker.

Evi mengingatkan, sosialisasi ke orang tua siswa tentang proses belajar mengajar dengan protokoler Covid-19 juga tak kalah pentingnya. Hal itu agar orang tua (ortu) juga berperan serta menjaga putra-putrinya dengan sistem pembelajaran offline. ’’Sosialisasi ke ortu itu penting. Ada surat persetujuan dari orang tua bahwa anaknya diizinkan masuk sekolah dengan tatap muka (luring),’’ tandasnya.

Baca Juga :  Baca, Ini Tiga Tugas Penting Wabup saat Bupati Mojokerto Ditahan KPK

Yang tak kalah penting, ditambahkannya, yakni wajib dilakukan evaluasi paling tidak dalam sebulan ketika KBM tatap muka digelar. Tahap evaluasi dianggap penting dan prioritas dilakukan. ’’Evaluasi penting sekali karena akan tahu perkembangannya mulai dari kesehatan siswa. Jadi, kalau tidak memenuhi syarat maka tidak boleh memaksakan masuk secara offline,’’ imbuhnya.

Diketahui, tahapan dimulainya KBM tatap muka diatur melalui keputusan bersama Mendikbud, Menag, Menkes, dan Mendagri Nomor 04/KB/2020; No 737 TAHUN 2020; No 420-3987 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021di masa pandemi Covid-19.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Status epidemiologi Kabupaten Mojokerto berada pada zona kuning membawa asa bagi penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) di lingkungan pendidikan. Kalangan dewan mengingatkan syarat-syarat protokol kesehatan (prokes) jika sekolah-sekolah membuka pembelajaran secara offline.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto Evi Kusumawati mengatakan, kawasan kabupaten sekarang ini berstatus zona kuning. Hal itu menggembirakan lantaran berarti zona risiko rendah. Meski masih terdapat temuan kasus baru, tetapi jumlahnya relatif sedikit dan cenderung menurun.

Capain itu, menurut dia, memungkinkan bagi pemerintah daerah membuka sekolah. Yakni, menggelar pembelajaran tatap muka. Pihaknya mengaku sepakat jika daerah ancang-ancang menggelar PTM. ’’Untuk itu, kami sepakat apabila digelar pembelajaran tatap muka asalkan syarat-syarat dipenuhi,’’ lanjutnya.

Baca Juga :  Uji Coba Sekolah Tatap Muka Diurungkan

Syarat tersebut sebagaimana diatur surat keputusan bersama tiga menteri. Di antaranya, harus mengantongi izin dari Satgas Covid-19 dan dinyatakan aman untuk KBM dengan tatap muka. Tenaga pengajarnya sudah diimunisasi lebih dahulu. Sarana prasarana sekolah memenuhi syarat standar Covid, tersedia tempat cuci tangan, hand sanitizer, hingga masker.

Evi mengingatkan, sosialisasi ke orang tua siswa tentang proses belajar mengajar dengan protokoler Covid-19 juga tak kalah pentingnya. Hal itu agar orang tua (ortu) juga berperan serta menjaga putra-putrinya dengan sistem pembelajaran offline. ’’Sosialisasi ke ortu itu penting. Ada surat persetujuan dari orang tua bahwa anaknya diizinkan masuk sekolah dengan tatap muka (luring),’’ tandasnya.

Baca Juga :  Kembangkan Kemandirian Ekonomi Pemuda

Yang tak kalah penting, ditambahkannya, yakni wajib dilakukan evaluasi paling tidak dalam sebulan ketika KBM tatap muka digelar. Tahap evaluasi dianggap penting dan prioritas dilakukan. ’’Evaluasi penting sekali karena akan tahu perkembangannya mulai dari kesehatan siswa. Jadi, kalau tidak memenuhi syarat maka tidak boleh memaksakan masuk secara offline,’’ imbuhnya.

- Advertisement -

Diketahui, tahapan dimulainya KBM tatap muka diatur melalui keputusan bersama Mendikbud, Menag, Menkes, dan Mendagri Nomor 04/KB/2020; No 737 TAHUN 2020; No 420-3987 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021di masa pandemi Covid-19.

Artikel Terkait

Most Read

Tetap Dibebani Syarat Prokes Ketat

Menang Telak, Ikbar Sujud Syukur

The Lasmojo Genggam Tiket 16 Besar

Artikel Terbaru


/