alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

GeNose Diminati, Antigen Sepi

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Alat deteksi dini Covid-19 karya Universitas Gajah Mada (UGM) GeNose di stasiun KA Mojokerto diminati calon penumpang. Berbeda dengan pos pemeriksaan rapid antigen yang nampak sepi.

Antrean para calon penumpang yang memanfaatkan GeNose berjejer di sekitar lokasi pemeriksaan. ”Antusias warga banyak yang tes di GeNose. Selain murah, juga banyak yang bilang caranya lebih mudah GeNose daripada antigen,” kata Kepala Stasiun Mojokerto Agus Mulyono.

Tercatat, hingga pukul 11.00, sudah ada sekitar 40 penumpang yang memanfaatkan layanan tersebut.

Ia mengungkapkan, jumlah pengguna GeNose terus meningkat dibandingkan hari pertama dibuka. Dalam sehari, bisa 60 lebih calon penumpang yang menggunakan layanan tersebut. Terlebih, akhir pekan ini merupakan hari libu. Sehingga, banyak warga yang melakukan perjalanan dengan kereta api.

Baca Juga :  Syarat Vaksin Booster Masih Buram

Agus mengaku, penjualan tiket untuk hari ini, sudah menipis. ”Tiketnya untuk besok sudah hampir habis. Kebanyakan yang tujuan Jakarta,” sebutnya.

Sementara, di pos pemeriksaan rapid antigen, tak terlihat calon penumpang yang melakukan pemeriksaan. Meski tetap dibuka, namun Agus memastikan, semua penumpang beralih ke layanan GeNose.

GeNose hanya berlaku 1 x 24 jam saja. Sedangkan, rapid antigen berlaku 3 x 24 jam. ”Jadi nanti kalau naik kereta lagi, harus periksa GeNose. Bedanya di masa berlakunya itu,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu penumpang tujuan Semarang, Arif Maalif memilih GeNose tes karena lebih murah dan tidak merasakan sakit saat pengambilan sampel. ’’GeNose ini lebih simpel. Cuma pakai napas dan lebih murah. Kalau rapid test antigen sakit dimasukkan ke hidung,’’ ungkapnya. (oce)

Baca Juga :  Jokowi Saksikan Vaksinasi Ratusan Karyawan Kitoshindo

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Alat deteksi dini Covid-19 karya Universitas Gajah Mada (UGM) GeNose di stasiun KA Mojokerto diminati calon penumpang. Berbeda dengan pos pemeriksaan rapid antigen yang nampak sepi.

Antrean para calon penumpang yang memanfaatkan GeNose berjejer di sekitar lokasi pemeriksaan. ”Antusias warga banyak yang tes di GeNose. Selain murah, juga banyak yang bilang caranya lebih mudah GeNose daripada antigen,” kata Kepala Stasiun Mojokerto Agus Mulyono.

Tercatat, hingga pukul 11.00, sudah ada sekitar 40 penumpang yang memanfaatkan layanan tersebut.

Ia mengungkapkan, jumlah pengguna GeNose terus meningkat dibandingkan hari pertama dibuka. Dalam sehari, bisa 60 lebih calon penumpang yang menggunakan layanan tersebut. Terlebih, akhir pekan ini merupakan hari libu. Sehingga, banyak warga yang melakukan perjalanan dengan kereta api.

Baca Juga :  Rayahan Jumat Legi, Siasat Kuasai Barang Asing

Agus mengaku, penjualan tiket untuk hari ini, sudah menipis. ”Tiketnya untuk besok sudah hampir habis. Kebanyakan yang tujuan Jakarta,” sebutnya.

Sementara, di pos pemeriksaan rapid antigen, tak terlihat calon penumpang yang melakukan pemeriksaan. Meski tetap dibuka, namun Agus memastikan, semua penumpang beralih ke layanan GeNose.

- Advertisement -

GeNose hanya berlaku 1 x 24 jam saja. Sedangkan, rapid antigen berlaku 3 x 24 jam. ”Jadi nanti kalau naik kereta lagi, harus periksa GeNose. Bedanya di masa berlakunya itu,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu penumpang tujuan Semarang, Arif Maalif memilih GeNose tes karena lebih murah dan tidak merasakan sakit saat pengambilan sampel. ’’GeNose ini lebih simpel. Cuma pakai napas dan lebih murah. Kalau rapid test antigen sakit dimasukkan ke hidung,’’ ungkapnya. (oce)

Baca Juga :  Jaga SDM Berkualitas untuk Mencegah Stunting

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/