alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Keluarga Cikeas Napak Tilas Kerajaan Majapahit

MOJOKERTO – Safari politik Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama keluarga di Jatim berlanjut.

Setelah menghadiri kampanye akbar paslon gubernur dan wakil gubernur Jatim, Khofifah-Emil di Jombang, Senin (2/4) SBY yang didampingi Ani Yudhoyono serta dua putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yodhoyono (Ibas) juga mengunjungi kawasan bekas Kerajaan Majapahit di Trowulan.

Kunjungan Presiden RI ke-6 itu tak lain untuk berziarah serta napak tilas ke situs peninggalan untuk mengenang jasa para raja dan ratu kerajaan paling tersohor seantero Nusantara itu. Dalam lawatannya, SBY, Ani, AHY serta Ibas mengunjungi empat situs dalam satu waktu. Dimulai dari Pusat Informasi Majapahit (PIM) atau Museum Majapahit di Desa/Kecamatan Trowulan.

Di sana, keluarga Cikeas ini sempat mengelilingi PIM yang menyimpan ribuan benda cagar budaya (BCB). Kunjungan lalu berlanjut di tiga petilasan para ratu dan raja. Diawali dari petilasan Ratu Kencono Wungu yang tak jauh dari PIM, petilasan Tribuana Tunggadewi di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, petilasan Hayam Wuruk di Desa Panggih, Kecamatan Trowulan, serta terakhir di makam Sitinggil di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan.

Baca Juga :  Awal Januari, Penyaluran Bansos Sembako Dijatah Rp 150 Ribu

Di empat petilasan ini, kunjungan keempat tokoh politik tersebut tampak tidak biasa. Sebab, pihak pengamanan melarang pengunjung dan warga mendekat. Larangan tersebut untuk menjaga kekhusyukan mereka dalam berziarah ke tempat persinggahan para raja dan ratu Majapahit.

Pengunjung dan warga sekitar baru diperbolehkan mendekat saat SBY dan rombongan berada di petilasan raja pertama Majapahit, Raden Wijaya di Situs Sitinggil. Yakni, ketika santap makan siang bersama warga dengan nasi bungkus.

Di sini, SBY baru mengaku soal safarinya ke Trowulan adalah untuk mengenang jara para pendahulu yang sukses menyatukan kerajaan-kerajaan kecil hingga membentuk Nusantara sebagai cikal bakal bangsa Indonesia. ’’Tujuan kunjungan saya ke Mojokerto, khususnya Trowulan adalah untuk melakukan napak tilas dan ziarah kepada para leluhur pemimpin Kerajaan Majapahit.

Baca Juga :  Status Darurat Bencana Diperpanjang

Katanya, bangsa yang besar adalah yang menghargai jasa para pahlawan. Nah, Majapahit ini termasuk salah satunya. Dulu berhasil menyatukan kerajaan yang terpecah hingga membentuk Indonesia,’’ ujarnya.

Tidak hanya berziarah biasa, SBY dan keluarga juga turut berdoa kepada Tuhan agar para pemimpin saat ini diberikan keselamatan dan kelancaran dalam melaksanakan tugasnya.

Pihaknya juga mengingatkan kepada para pejabat eksekutif dan legislatif mulai dari tingkat kota/kabupaten, provinsi hingga nasional agar tetap amanah dalam memperjuangkan hak rakyat. Yakni, mampu menciptakan kehidupan yang adil dan sejahtera sesuai dengan janji saat kampanye. 

’’Harapan saya sebagai orang yang pernah memimpin, kepada yang tengah memimpin saat ini, ingatlah sumpah dan janjinya. Mohon semuanya ditujukan untuk mengabdi kepada rakyat. Yang diinginkan rakyat adalah kehidupan yang adil dan sejahtera,’’ pungkasnya.

 

MOJOKERTO – Safari politik Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama keluarga di Jatim berlanjut.

Setelah menghadiri kampanye akbar paslon gubernur dan wakil gubernur Jatim, Khofifah-Emil di Jombang, Senin (2/4) SBY yang didampingi Ani Yudhoyono serta dua putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yodhoyono (Ibas) juga mengunjungi kawasan bekas Kerajaan Majapahit di Trowulan.

Kunjungan Presiden RI ke-6 itu tak lain untuk berziarah serta napak tilas ke situs peninggalan untuk mengenang jasa para raja dan ratu kerajaan paling tersohor seantero Nusantara itu. Dalam lawatannya, SBY, Ani, AHY serta Ibas mengunjungi empat situs dalam satu waktu. Dimulai dari Pusat Informasi Majapahit (PIM) atau Museum Majapahit di Desa/Kecamatan Trowulan.

Di sana, keluarga Cikeas ini sempat mengelilingi PIM yang menyimpan ribuan benda cagar budaya (BCB). Kunjungan lalu berlanjut di tiga petilasan para ratu dan raja. Diawali dari petilasan Ratu Kencono Wungu yang tak jauh dari PIM, petilasan Tribuana Tunggadewi di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, petilasan Hayam Wuruk di Desa Panggih, Kecamatan Trowulan, serta terakhir di makam Sitinggil di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan.

Baca Juga :  Siswa SMAN Libur Sabtu-Minggu
- Advertisement -

Di empat petilasan ini, kunjungan keempat tokoh politik tersebut tampak tidak biasa. Sebab, pihak pengamanan melarang pengunjung dan warga mendekat. Larangan tersebut untuk menjaga kekhusyukan mereka dalam berziarah ke tempat persinggahan para raja dan ratu Majapahit.

Pengunjung dan warga sekitar baru diperbolehkan mendekat saat SBY dan rombongan berada di petilasan raja pertama Majapahit, Raden Wijaya di Situs Sitinggil. Yakni, ketika santap makan siang bersama warga dengan nasi bungkus.

Di sini, SBY baru mengaku soal safarinya ke Trowulan adalah untuk mengenang jara para pendahulu yang sukses menyatukan kerajaan-kerajaan kecil hingga membentuk Nusantara sebagai cikal bakal bangsa Indonesia. ’’Tujuan kunjungan saya ke Mojokerto, khususnya Trowulan adalah untuk melakukan napak tilas dan ziarah kepada para leluhur pemimpin Kerajaan Majapahit.

Baca Juga :  Kejaksaan Pelototi Perusahaan Nakal

Katanya, bangsa yang besar adalah yang menghargai jasa para pahlawan. Nah, Majapahit ini termasuk salah satunya. Dulu berhasil menyatukan kerajaan yang terpecah hingga membentuk Indonesia,’’ ujarnya.

Tidak hanya berziarah biasa, SBY dan keluarga juga turut berdoa kepada Tuhan agar para pemimpin saat ini diberikan keselamatan dan kelancaran dalam melaksanakan tugasnya.

Pihaknya juga mengingatkan kepada para pejabat eksekutif dan legislatif mulai dari tingkat kota/kabupaten, provinsi hingga nasional agar tetap amanah dalam memperjuangkan hak rakyat. Yakni, mampu menciptakan kehidupan yang adil dan sejahtera sesuai dengan janji saat kampanye. 

’’Harapan saya sebagai orang yang pernah memimpin, kepada yang tengah memimpin saat ini, ingatlah sumpah dan janjinya. Mohon semuanya ditujukan untuk mengabdi kepada rakyat. Yang diinginkan rakyat adalah kehidupan yang adil dan sejahtera,’’ pungkasnya.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/