alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Dua Tahun Plengsengan Ambrol

PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto –  Warga RT 4 RW 1 Dusun Sogo, Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, waswas saat melintas di sekitar Sungai Sogo sejak dua tahun terakhir. Sebab, plengsengan sepanjang 100 meter di sungai yang masih satu aliran dengan Sungai Banjaragung itu rusak parah.

Mulanya, lebar jalan di sisi barat sungai itu mencapai tiga meter. Namun, kini hanya tersisa 50 sentimeter (cm) usai longsor diterjang banjir lebih dari dua tahun lalu. Perbaikan yang tak kunjung dilakukan, membuat kondisi plengsengan dan jalan semakin parah akibat terkikis debit air sungai. ”Sebelum longsor itu truk masih bisa masuk buat angkut panen di sawah. Sekarang sudah nggak bisa. Motor saja harus hati-hati. Apalagi kalau hujan, makin waswas,” ujar Badriyah, warga setempat.

Kekhawatiran warga semakin memuncak belakangan ini. Sebab, awal tahun ini merupakan masa puncak musim penghujan. Sehingga, derasnya hujan dan meningkatnya debit air sungai disinyalir semakin memperparah kerusakan plengsengan. Apalagi, kerusakan mulai menyentuh sayap Jembatan Sogo. ”Sekarang, kalau hujan deras sudah nggak berani lewat situ. Memang di sepanjang jalan ini cuma ada tiga rumah saja. Tapi ini juga jalannya orang ke sawah, jadi lumayan banyak yang lewat sini,” ungkap perempuan 52 tahun itu.

Baca Juga :  Berencana untuk Keluarga Berkualitas

Sementara itu, Kepala Desa Balongmojo A Muslik menerangkan, kini pihaknya telah melakukan perbaikan sementara di plengsengan tersebut. Yakni menambal kerusakan menggunakan sejumlah karung pasir dan rangkaian bambu. ”Sudah dua minggu ini warga Dusun Sogo giliran kerja bakti secara swadaya buat perbaikan sementara,” ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya tengah berupaya mewujudkan perbaikan secara penuh dari pihak terkait. Pihaknya mengaku telah bersurat ke sejumlah instansi seperti BPBD Kabupaten Mojokerto, DPUPR Kabupaten Mojokerto, hingga Perum Jasa Tirta I Mojokerto. Namun, hasilnya masih nihil. ”Sudah berkali-kali kami bersurat, kata pihak DPUPR itu wewenang BBWS Brantas. Katanya mereka janji mau meneruskan ke sana. Tapi sampai sekarang ya belum. Ini pasir sama karung bantuan dari Jasa Tirta, lainnya swadaya warga,” urainya.

Baca Juga :  Belum Puaskan Pelatih

Sementara itu, pihaknya menyiagakan Siskamling untuk meningkatkan keamanan saat hujan tiba. Sembari merampungkan perbaikan sementara pada plengsengan rusak tersebut. ”Kita tingkatkan keamanan dulu sewaktu hujan dan selesaikan perbaikan secara swadaya. Mungkin dua atau tiga minggu lagi selesai. Dan kami terus upayakan untuk menyampaikan ke dinas terkait supaya bisa melakukan perbaikan penuh,” tukasnya. (vad/ron)

 

 

 

 

PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto –  Warga RT 4 RW 1 Dusun Sogo, Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, waswas saat melintas di sekitar Sungai Sogo sejak dua tahun terakhir. Sebab, plengsengan sepanjang 100 meter di sungai yang masih satu aliran dengan Sungai Banjaragung itu rusak parah.

Mulanya, lebar jalan di sisi barat sungai itu mencapai tiga meter. Namun, kini hanya tersisa 50 sentimeter (cm) usai longsor diterjang banjir lebih dari dua tahun lalu. Perbaikan yang tak kunjung dilakukan, membuat kondisi plengsengan dan jalan semakin parah akibat terkikis debit air sungai. ”Sebelum longsor itu truk masih bisa masuk buat angkut panen di sawah. Sekarang sudah nggak bisa. Motor saja harus hati-hati. Apalagi kalau hujan, makin waswas,” ujar Badriyah, warga setempat.

Kekhawatiran warga semakin memuncak belakangan ini. Sebab, awal tahun ini merupakan masa puncak musim penghujan. Sehingga, derasnya hujan dan meningkatnya debit air sungai disinyalir semakin memperparah kerusakan plengsengan. Apalagi, kerusakan mulai menyentuh sayap Jembatan Sogo. ”Sekarang, kalau hujan deras sudah nggak berani lewat situ. Memang di sepanjang jalan ini cuma ada tiga rumah saja. Tapi ini juga jalannya orang ke sawah, jadi lumayan banyak yang lewat sini,” ungkap perempuan 52 tahun itu.

Baca Juga :  Tower Rawan Gejolak Sosial, tanpa Pengawasan, Tak Terpantau Kelayakan

Sementara itu, Kepala Desa Balongmojo A Muslik menerangkan, kini pihaknya telah melakukan perbaikan sementara di plengsengan tersebut. Yakni menambal kerusakan menggunakan sejumlah karung pasir dan rangkaian bambu. ”Sudah dua minggu ini warga Dusun Sogo giliran kerja bakti secara swadaya buat perbaikan sementara,” ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya tengah berupaya mewujudkan perbaikan secara penuh dari pihak terkait. Pihaknya mengaku telah bersurat ke sejumlah instansi seperti BPBD Kabupaten Mojokerto, DPUPR Kabupaten Mojokerto, hingga Perum Jasa Tirta I Mojokerto. Namun, hasilnya masih nihil. ”Sudah berkali-kali kami bersurat, kata pihak DPUPR itu wewenang BBWS Brantas. Katanya mereka janji mau meneruskan ke sana. Tapi sampai sekarang ya belum. Ini pasir sama karung bantuan dari Jasa Tirta, lainnya swadaya warga,” urainya.

Baca Juga :  Belum Puaskan Pelatih

Sementara itu, pihaknya menyiagakan Siskamling untuk meningkatkan keamanan saat hujan tiba. Sembari merampungkan perbaikan sementara pada plengsengan rusak tersebut. ”Kita tingkatkan keamanan dulu sewaktu hujan dan selesaikan perbaikan secara swadaya. Mungkin dua atau tiga minggu lagi selesai. Dan kami terus upayakan untuk menyampaikan ke dinas terkait supaya bisa melakukan perbaikan penuh,” tukasnya. (vad/ron)

- Advertisement -

 

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/