alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Seluruh Pintu Rolak Songo Dibuka

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Meningkatnya debit air sejumlah sungai di Kabupaten Mojokerto, memaksa pintu air Rolak Songo di buka Selasa (2/2) dini hari. Sehingga, aliran sejumlah sungai yang bermuara ke Sungai Brantas bisa lebih lancar. Alhasil, debit air di sejumlah sungai mulai berangsur normal sejak Selasa pagi.

Dibukanya pintu air Rolak Songo di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, itu untuk mencegah meluapnya aliran Sungai Pikatan dan Sungai Brangkal. Pasalnya, debit air kedua aliran sungai yang bermuara ke Sungai Brantas itu meningkat usai diguyur hujan Senin (1/2) petang.

Sungai Pikatan dengan panjang 22,23 kilometer (km) melintasi tiga kecamatan. Antara lain, Kecamatan Pacet, Kecamatan Gondang, dan Kecamatan Jatirejo. Sedangkan Sungai Brangkal dengan panjang 14,89 km juga melintasi tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Trowulan, Kecamatan Sooko, dan Kecamatan Prajurit Kulon.

Baca Juga :  Separo Ruas Jalan Longsor

’’Karena berisiko tinggi meluap, kami berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta (PJT) untuk membuka pintu air Rolak Songo,’’ ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto M. Zaini.

Senin (1/2) petang, aliran Sungai Pikatan yang melintasi Desa Sumberjati, Kecamatan Jatirejo, meluber. Begitu pun dengan aliran Sungai Brangkal, debit air meningkat signifikan. Bahkan sejumlah titik di Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, meluap.

BPBD Kabupaten Mojokerto mencatat, pukul 24.00 tinggi muka air (TMA) di bendungan legendaris itu mencapai 17,82 meter. Kedelapan pintu air dibuka dengan masing-masing ketinggian mencapai 160 sentimeter (cm). Otomatis, debit dan arus air menuju Kali Porong meningkat. ’’Total debit air yang keluar (outflow) mencapai 579,99 meter kubik per detik,’’ terangnya. Upaya preventif tersebut diharapkan dapat meminimalisir risiko timbulnya bencana hidrometeorologi.

Baca Juga :  Polisi Kawal Penjualan Migor Subdisi

Pihaknya mengimbau masyarakat selalu waspada akan potensi bencana. Lantaran selama bulan Februari diprediksi curah hujan sedang dalam puncaknya. ’’Debit air dan luapan sudah mengalami penurunan sekitar pukul 01.00 (2/1). Karena pintu air Rolak Songo sudah dibuka,’’ sebut Zaini.

Debit air Sungai Brangkal tampak berangsur normal Selasa (2/2) pagi. Ketinggian tak melebihi dari separo tanggul.Namun arus air tampak masih deras. (vad)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Meningkatnya debit air sejumlah sungai di Kabupaten Mojokerto, memaksa pintu air Rolak Songo di buka Selasa (2/2) dini hari. Sehingga, aliran sejumlah sungai yang bermuara ke Sungai Brantas bisa lebih lancar. Alhasil, debit air di sejumlah sungai mulai berangsur normal sejak Selasa pagi.

Dibukanya pintu air Rolak Songo di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, itu untuk mencegah meluapnya aliran Sungai Pikatan dan Sungai Brangkal. Pasalnya, debit air kedua aliran sungai yang bermuara ke Sungai Brantas itu meningkat usai diguyur hujan Senin (1/2) petang.

Sungai Pikatan dengan panjang 22,23 kilometer (km) melintasi tiga kecamatan. Antara lain, Kecamatan Pacet, Kecamatan Gondang, dan Kecamatan Jatirejo. Sedangkan Sungai Brangkal dengan panjang 14,89 km juga melintasi tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Trowulan, Kecamatan Sooko, dan Kecamatan Prajurit Kulon.

Baca Juga :  Drainase Buruk, Jalan Banjir, Separo Kendaraan Terendam

’’Karena berisiko tinggi meluap, kami berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta (PJT) untuk membuka pintu air Rolak Songo,’’ ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto M. Zaini.

Senin (1/2) petang, aliran Sungai Pikatan yang melintasi Desa Sumberjati, Kecamatan Jatirejo, meluber. Begitu pun dengan aliran Sungai Brangkal, debit air meningkat signifikan. Bahkan sejumlah titik di Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, meluap.

BPBD Kabupaten Mojokerto mencatat, pukul 24.00 tinggi muka air (TMA) di bendungan legendaris itu mencapai 17,82 meter. Kedelapan pintu air dibuka dengan masing-masing ketinggian mencapai 160 sentimeter (cm). Otomatis, debit dan arus air menuju Kali Porong meningkat. ’’Total debit air yang keluar (outflow) mencapai 579,99 meter kubik per detik,’’ terangnya. Upaya preventif tersebut diharapkan dapat meminimalisir risiko timbulnya bencana hidrometeorologi.

Baca Juga :  Tanggul Jebol, 104 Rumah Teredam

- Advertisement -

Pihaknya mengimbau masyarakat selalu waspada akan potensi bencana. Lantaran selama bulan Februari diprediksi curah hujan sedang dalam puncaknya. ’’Debit air dan luapan sudah mengalami penurunan sekitar pukul 01.00 (2/1). Karena pintu air Rolak Songo sudah dibuka,’’ sebut Zaini.

Debit air Sungai Brangkal tampak berangsur normal Selasa (2/2) pagi. Ketinggian tak melebihi dari separo tanggul.Namun arus air tampak masih deras. (vad)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/