alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

ODHA masih Alami Diskriminasi

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penderita AIDS kerap mendapat diskriminasi. Hal inilah yang menimbulkan keprihatinan Puskesmas Gayaman Mojoanyar, Selasa (1/12). Bersamaan dengan peringatan Hari AIDS Sedunia, bersama sejumlah elemen menggelar kampanye atas penyakit mematikan tersebut.

Kepala Puskesmas Gayaman dr N Akbar Kusuma Wardani menegaskan, kegiatan bertema Global Solidarity, Shared Responsibility atau Solidaritas Global ini menjadi salah satu upaya penanggulangan virus HIV/AIDS elama pandemi covid 19. Tema tersebut diusung untuk menggugah kesadaran semua pihak, bahwa sampai saat ini masih ada 12 juta orang penderita HIV/AIDS di seluruh dunia yang tidak memiliki akses perawatan kesehatan.

Selain melakukan kampanye terbuka dengan berbagai masker, Puskesmas bersama Polsek Mojoanyar dan PKBI serta komunitas waria dan LSM peduli HIV/AIDS ini, juga dilakukan dengan pemeriksaan HIV/AIDS secara gratis selama tiga pekan terakhir.

Baca Juga :  IGD Overload, RSUD Dirikan Tenda

Selain itu, sebagai upaya untuk mencegah virus corona, juga digelar acara sosialisasi 3M. Yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. ’’Kampanye pada peringatan hari AIDS Sedunia 2020 diharapkan mampu mengembalikan hak-hak hidup penderita yang selama ini cenderung terdiskriminasi serta menempatkan harkat dan martabat sejajar tanpa terkecuali,’’ katanya.

dr Dani menambahkan, penyakit HIV/AIDS tergolong penyakit yang belum bisa disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan selama ini hanya sebatas memperlambat perkembangan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut.

Pengobatan ini dapat membuat penderita HIV/AIDS untuk hidup lebih lama dan bisa menjalani kehidupan seperti biasa. ’’Karena itu, peringatan Hari AIDS Sedunia 2020 juga harus berisi edukasi terkait pengobatan penyakit HIV/AIDS. Sekaligus edukasi hidup sehat agar terhindar dari virus covid 19,’’ katanya.

Baca Juga :  Kemenag Minta Calon Jamaah Umrah Tetap Sabar

Menurut dia, setiap ODHA (orang dengan HIV/AIDS) mempunyai hak atas kesehatan yang sama. Termasuk hak mencegah dan mengobati penyakit. Masalah yang sering terjadi yakni perlakuan yang kurang baik hingga diskriminasi hak hidup orang dengan HIV/AIDS. Kondisi tersebut terjadi karena masyarakat kurang mendapat informasi secara baik. Akibatnya, masyarakat cenderung menghindari pergaulan dengan penderita karena khawatir tertular. ’’Hak pelayanan kesehatan dengan standar tertinggi serta hak diperlakukan dengan hormat dan bermartabat,’’ tegas alumnus Universitas Hang Tuah Surabaya ini. (bas)

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penderita AIDS kerap mendapat diskriminasi. Hal inilah yang menimbulkan keprihatinan Puskesmas Gayaman Mojoanyar, Selasa (1/12). Bersamaan dengan peringatan Hari AIDS Sedunia, bersama sejumlah elemen menggelar kampanye atas penyakit mematikan tersebut.

Kepala Puskesmas Gayaman dr N Akbar Kusuma Wardani menegaskan, kegiatan bertema Global Solidarity, Shared Responsibility atau Solidaritas Global ini menjadi salah satu upaya penanggulangan virus HIV/AIDS elama pandemi covid 19. Tema tersebut diusung untuk menggugah kesadaran semua pihak, bahwa sampai saat ini masih ada 12 juta orang penderita HIV/AIDS di seluruh dunia yang tidak memiliki akses perawatan kesehatan.

Selain melakukan kampanye terbuka dengan berbagai masker, Puskesmas bersama Polsek Mojoanyar dan PKBI serta komunitas waria dan LSM peduli HIV/AIDS ini, juga dilakukan dengan pemeriksaan HIV/AIDS secara gratis selama tiga pekan terakhir.

Baca Juga :  Beri Bantuan, Cari Orang Tua Asuh, hingga Benahi Jalan

Selain itu, sebagai upaya untuk mencegah virus corona, juga digelar acara sosialisasi 3M. Yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. ’’Kampanye pada peringatan hari AIDS Sedunia 2020 diharapkan mampu mengembalikan hak-hak hidup penderita yang selama ini cenderung terdiskriminasi serta menempatkan harkat dan martabat sejajar tanpa terkecuali,’’ katanya.

dr Dani menambahkan, penyakit HIV/AIDS tergolong penyakit yang belum bisa disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan selama ini hanya sebatas memperlambat perkembangan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut.

Pengobatan ini dapat membuat penderita HIV/AIDS untuk hidup lebih lama dan bisa menjalani kehidupan seperti biasa. ’’Karena itu, peringatan Hari AIDS Sedunia 2020 juga harus berisi edukasi terkait pengobatan penyakit HIV/AIDS. Sekaligus edukasi hidup sehat agar terhindar dari virus covid 19,’’ katanya.

Baca Juga :  Dalami Dugaan Gratifikasi Menara Tower, Ali Kuncoro Diperiksa KPK
- Advertisement -

Menurut dia, setiap ODHA (orang dengan HIV/AIDS) mempunyai hak atas kesehatan yang sama. Termasuk hak mencegah dan mengobati penyakit. Masalah yang sering terjadi yakni perlakuan yang kurang baik hingga diskriminasi hak hidup orang dengan HIV/AIDS. Kondisi tersebut terjadi karena masyarakat kurang mendapat informasi secara baik. Akibatnya, masyarakat cenderung menghindari pergaulan dengan penderita karena khawatir tertular. ’’Hak pelayanan kesehatan dengan standar tertinggi serta hak diperlakukan dengan hormat dan bermartabat,’’ tegas alumnus Universitas Hang Tuah Surabaya ini. (bas)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/