alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Biaya Umrah Naik 30 Persen

Dibukanya ibadah umrah, tak lantas mengobati semua kerinduan calon jamaah Mojokerto kepada Baitullah. Masih banyak sederet aturan protokol kesehatan (prokes) yang harus mereka taati sebelum dan selama berada di Tanah Suci. Dan semua aturan itu turut berimbas pada peningkatan biaya pelaksanaan ibadah yang dibebankan kepada jamaah.

Tak tanggung-tanggung, kenaikan biaya perjalanan hingga 30 persen tak bisa dielakkan jamaah jika ingin bertolak ke Tanah Suci. Biaya tersebut untuk menutupi kebutuhan ibadah sesuai standar protokol yang sudah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi. Dimulai dari akomodasi, tes swab, penginapan, katering, dan bermacam perlengkapan lainnya. ’’Ya mau tidak mau kami harus menaikkan biaya perjalanannya. Karena fasilitasnya harus sesuai standar aturan pemerintah Arab Saudi,’’ tutur Owner KBIH An Namiroh, Jauharoh Said.

Namun, kenaikan tersebut bukannya tanpa fasilitas sebanding. Selama 14 hari di Tanah Suci, jamaah bakal mendapat perlakuan ’’istimewa’’. Dimulai dari akomodasi yang wajib menggunakan maskapai Saudi Airlines sebagai satu-satunya yang diperbolehkan mengangkut jamaah umrah pulang dan pergi. Pesawat juga tidak diperkenankan mengangkut dengan kapasitas penuh. Mengingat ada batasan maksimal hanya separo untuk menghindari kontak fisik.

Baca Juga :  Berburu Bakso dan Sate Ayam di Tanah Suci

Pun demikian dengan akomodasi bus selama di Arab. Otoritas pemerintah juga menerapkan hanya separo kuota penumpang atau hanya 20 seat yang tersedia. Kemudian fasilitas penginapan atau hotel yang juga wajib menggunakan kelas VVIP dengan kualitas bintang 4 dan 5 atau per kamar maksimal diisi dua jamaah. ’’Hotel kan juga ditentukan hanya kelas VVIP yang aksesnya dekat dengan Masjidilharam dan Nabawi. Kami tidak bisa menggunakan hotel di bawahnya karena memang tidak diperkenankan,’’ tambahnya.

Aturan yang sama juga wajib ditaati jamaah soal asupan makan. Mereka akan disuguhi menu bergizi sesuai standar WHO. Yang semuanya juga ditentukan oleh Pemerintah Arab Saudi. ’’Makan dan minum nanti juga yang mengantar petugas dari Arab sendiri, kami tidak bisa memutuskan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Wilayah Perbatasan Diperketat, Nekat Mudik Langsung Dikarantina

Nah, semua aturan tersebut terintegrasi oleh aplikasi I’timaruna yang sudah disediakan. Semua kegiatan juga sudah diatur sedemikian rupa dengan mencantumkan nama jamaah dan tour leader yang terdaftar. Artinya, travel atau KBIH tidak bisa mengakali sedikit pun aturan, termasuk dalam hal harga. Sehingga, mereka mau tidak mau harus turut menyesuaikan biaya perjalanan yang dibebankan kepada jamaah. ’’Kami pun tidak ada lagi paket perjalanan promo yang sampai Rp 20 juta. Semuanya harus standar VVIP yang semula Rp 30 juta menjadi Rp 39 juta,’’ pungkasnya. 

Dibukanya ibadah umrah, tak lantas mengobati semua kerinduan calon jamaah Mojokerto kepada Baitullah. Masih banyak sederet aturan protokol kesehatan (prokes) yang harus mereka taati sebelum dan selama berada di Tanah Suci. Dan semua aturan itu turut berimbas pada peningkatan biaya pelaksanaan ibadah yang dibebankan kepada jamaah.

Tak tanggung-tanggung, kenaikan biaya perjalanan hingga 30 persen tak bisa dielakkan jamaah jika ingin bertolak ke Tanah Suci. Biaya tersebut untuk menutupi kebutuhan ibadah sesuai standar protokol yang sudah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi. Dimulai dari akomodasi, tes swab, penginapan, katering, dan bermacam perlengkapan lainnya. ’’Ya mau tidak mau kami harus menaikkan biaya perjalanannya. Karena fasilitasnya harus sesuai standar aturan pemerintah Arab Saudi,’’ tutur Owner KBIH An Namiroh, Jauharoh Said.

Namun, kenaikan tersebut bukannya tanpa fasilitas sebanding. Selama 14 hari di Tanah Suci, jamaah bakal mendapat perlakuan ’’istimewa’’. Dimulai dari akomodasi yang wajib menggunakan maskapai Saudi Airlines sebagai satu-satunya yang diperbolehkan mengangkut jamaah umrah pulang dan pergi. Pesawat juga tidak diperkenankan mengangkut dengan kapasitas penuh. Mengingat ada batasan maksimal hanya separo untuk menghindari kontak fisik.

Baca Juga :  Ruang Kelas Sekolah Terbakar, Perbaikan Pakai Material Sisa

Pun demikian dengan akomodasi bus selama di Arab. Otoritas pemerintah juga menerapkan hanya separo kuota penumpang atau hanya 20 seat yang tersedia. Kemudian fasilitas penginapan atau hotel yang juga wajib menggunakan kelas VVIP dengan kualitas bintang 4 dan 5 atau per kamar maksimal diisi dua jamaah. ’’Hotel kan juga ditentukan hanya kelas VVIP yang aksesnya dekat dengan Masjidilharam dan Nabawi. Kami tidak bisa menggunakan hotel di bawahnya karena memang tidak diperkenankan,’’ tambahnya.

Aturan yang sama juga wajib ditaati jamaah soal asupan makan. Mereka akan disuguhi menu bergizi sesuai standar WHO. Yang semuanya juga ditentukan oleh Pemerintah Arab Saudi. ’’Makan dan minum nanti juga yang mengantar petugas dari Arab sendiri, kami tidak bisa memutuskan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Rekrutmen Karyawan Swiwings Dibubarkan Tim Gugus Tugas Covid-19

Nah, semua aturan tersebut terintegrasi oleh aplikasi I’timaruna yang sudah disediakan. Semua kegiatan juga sudah diatur sedemikian rupa dengan mencantumkan nama jamaah dan tour leader yang terdaftar. Artinya, travel atau KBIH tidak bisa mengakali sedikit pun aturan, termasuk dalam hal harga. Sehingga, mereka mau tidak mau harus turut menyesuaikan biaya perjalanan yang dibebankan kepada jamaah. ’’Kami pun tidak ada lagi paket perjalanan promo yang sampai Rp 20 juta. Semuanya harus standar VVIP yang semula Rp 30 juta menjadi Rp 39 juta,’’ pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/