alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Total 93 Nakes Terpapar Covid-19

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus Covid-19 di Kabupaten Mojokerto yang menyerang puluhan tenaga kesehatan (nakes) terbilang cukup tinggi. Sejak pandemi melanda, mereka yang bertugas di fasilitas kesehatan (faskes) di bawah naungan dinas kesehatan (dinkes) dan dinyatakan terpapar telah mencapai 93 orang. Di antaranya berstatus dokter, perawat, bidan, hingga petugas tata usaha (TU).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra menjelaskan, persebaran kasus virus korona ini memang sudah menyebar dari perkantoran pelayanan masyarakat hingga nakes di beberapa faskes. ’’Terakhir, di Kabupaten Mojokerto, jumlah nakes yang terpapar Covid-19 ada 93 orang,’’ ungkapnya.

Nakes yang terpapar ini rata-rata ditugaskan di bagian pelayanan. Sehingga mereka rentan terlibat tatap muka atau kontak erat dengan masyarakat umum dan pasien. ’’Di antaranya, ada dokter, perawat, bidan, bagianTU, hingga loket di puskesmas atau rumah sakit,’’ tegasnya. Sehingga, lanjut dia, kemunculan klaster pada nakes tersebut disinyalir memang tertular dari pasien dan keluarga pasien. Seperti yang terjadi di Puskesmas Jatirejo beberapa waktu lalu. Setidaknya ada 10 nakes dinyatakan positif Covid–19. Dari hasil tracing, persebaran ini diketahui berawal dari salah satu pasien rawat inap yang ternyata positif Covid-19.

Baca Juga :  Bupati Dorong Perusahaan Segera Vaksinasi

Hal itu terungkap setelah pasien dirujuk ke rumah sakit dan dilanjutkan test swab. Dimana hasilnya diketahui memang terkonfirmasi positif. Di samping itu, nakes juga tertular dari keluarga pasien. ’’Jadi, saat ada salah satu keluarga nakes yang positif. Otomatis kita lakukan tracing ke nakes di puskesmas. Ternyata, hasil uji swab nakes itu juga positif,’’ tuturnya. Meski memengaruhi pelayanan kesehatan, namun Langit memastikan operasional pelayanan puskesmas tak berhenti. Pelayanan masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan tetap menjadi prioritas. Meski penanganannya dialihkan ke faskes terdekat untuk sementara. ’’Tetap buka. Tapi, pelayanan dibatasi. Puskesams yang terkonfirmasi, bisa dibantu puskesmas tetangganya,’’ jelasnya.

Seperti yang ada di Puskesmas Tawangsari, Kecamatan Trowulan, dan Puskesmas Kutorejo. Setidaknya dari dua puskesmas itu diketahui 19 nakes terpapar. Masing-masing 13 nakes Puskesmas Tawangsari, dan 6 orang nakes di Puskemas Kutorejo. Langit memastikan, operasional pelayanan kesehatan di dua puskesmas tersebut tetap jalan. Khusus bagi pelayanan pasien yang rawat jalan.

Baca Juga :  Sekolah Wajib Pasang Aplikasi PeduliLindungi

Sedangkan,pasien rawat inap dan persalinan dialihkan ke puskemas terdekat. ’’Sistemnya memang saling keterkaitan dan menopang. Karena prinsipnya kita sama-sama bekerja untuk masyarakat. Jangan sampai gara-gara ada nakes terpapar Covid-19, pelayanan berhenti total. Tidak begitu,’’ paparnya. ’’Karena nakes yang swab-nyanegatif jauh lebih banyak,’’ tandas Langit.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus Covid-19 di Kabupaten Mojokerto yang menyerang puluhan tenaga kesehatan (nakes) terbilang cukup tinggi. Sejak pandemi melanda, mereka yang bertugas di fasilitas kesehatan (faskes) di bawah naungan dinas kesehatan (dinkes) dan dinyatakan terpapar telah mencapai 93 orang. Di antaranya berstatus dokter, perawat, bidan, hingga petugas tata usaha (TU).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra menjelaskan, persebaran kasus virus korona ini memang sudah menyebar dari perkantoran pelayanan masyarakat hingga nakes di beberapa faskes. ’’Terakhir, di Kabupaten Mojokerto, jumlah nakes yang terpapar Covid-19 ada 93 orang,’’ ungkapnya.

Nakes yang terpapar ini rata-rata ditugaskan di bagian pelayanan. Sehingga mereka rentan terlibat tatap muka atau kontak erat dengan masyarakat umum dan pasien. ’’Di antaranya, ada dokter, perawat, bidan, bagianTU, hingga loket di puskesmas atau rumah sakit,’’ tegasnya. Sehingga, lanjut dia, kemunculan klaster pada nakes tersebut disinyalir memang tertular dari pasien dan keluarga pasien. Seperti yang terjadi di Puskesmas Jatirejo beberapa waktu lalu. Setidaknya ada 10 nakes dinyatakan positif Covid–19. Dari hasil tracing, persebaran ini diketahui berawal dari salah satu pasien rawat inap yang ternyata positif Covid-19.

Baca Juga :  Brigpol Kokoh Dedy Malies Selalu Berpikir Positif dan Optimistis

Hal itu terungkap setelah pasien dirujuk ke rumah sakit dan dilanjutkan test swab. Dimana hasilnya diketahui memang terkonfirmasi positif. Di samping itu, nakes juga tertular dari keluarga pasien. ’’Jadi, saat ada salah satu keluarga nakes yang positif. Otomatis kita lakukan tracing ke nakes di puskesmas. Ternyata, hasil uji swab nakes itu juga positif,’’ tuturnya. Meski memengaruhi pelayanan kesehatan, namun Langit memastikan operasional pelayanan puskesmas tak berhenti. Pelayanan masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan tetap menjadi prioritas. Meski penanganannya dialihkan ke faskes terdekat untuk sementara. ’’Tetap buka. Tapi, pelayanan dibatasi. Puskesams yang terkonfirmasi, bisa dibantu puskesmas tetangganya,’’ jelasnya.

Seperti yang ada di Puskesmas Tawangsari, Kecamatan Trowulan, dan Puskesmas Kutorejo. Setidaknya dari dua puskesmas itu diketahui 19 nakes terpapar. Masing-masing 13 nakes Puskesmas Tawangsari, dan 6 orang nakes di Puskemas Kutorejo. Langit memastikan, operasional pelayanan kesehatan di dua puskesmas tersebut tetap jalan. Khusus bagi pelayanan pasien yang rawat jalan.

Baca Juga :  KUA Kembali Layani Ijab Kabul, di Luar Jam, Harus Ajukan Permohonan

Sedangkan,pasien rawat inap dan persalinan dialihkan ke puskemas terdekat. ’’Sistemnya memang saling keterkaitan dan menopang. Karena prinsipnya kita sama-sama bekerja untuk masyarakat. Jangan sampai gara-gara ada nakes terpapar Covid-19, pelayanan berhenti total. Tidak begitu,’’ paparnya. ’’Karena nakes yang swab-nyanegatif jauh lebih banyak,’’ tandas Langit.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/