alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Bupati Pungkasiadi Beri Apresiasi Tenaga Kesehatan

Bupati Pungkasiadi didampingi Sekdakab Hery Suwito, Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi beserta OPD, memberi motivasi kepada ratusan tenaga kesehatan non-ASN di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto untuk terus memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat meski dalam masa pandemi Covid-19.

Termasuk memberi edukasi bagaimana mengeliminasi pandemi ini. Hal ini disampaikan bupati dalam kegiatan dan senam bersama di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Senin (31/8)

’’Covid-19 belum usai. Memang grafiknya pelan, tapi angkanya terus naik. Zona kita saat ini oranye (risiko sedang), tapi kita harus hati-hati dan jangan sampai ’’terpeleset’’ jadi zona merah lagi (risiko tinggi). Saya pribadi sedih jika ada nakes yang terpapar, karena harus berjuang di garda depan. Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada jasa Anda semua. Kita akan terus berjuang bersama. Akan ada insentif pada pegawai honorer yang bersinggungan dengan pandemi ini. Saya juga minta, pelayanan terbaik kepada masyarakat harus tetap kita utamakan,’’ kata bupati.

Baca Juga :  Ning Ita Bersinergi dengan Ulama, Terapkan Protokol Kesehatan

Meksi masih bertarung dengan pandemi yang banyak membatasi ruang dan gerak, bupati mengatakan, jika pemulihan ekonomi harus tetap berjalan senormal mungkin. Sebab, ancaman kemerosotan ekonomi sangat mungkin terjadi jika sektor ini tidak segera bergerak dan pulih.

Oleh karena itu, bupati juga mengimbau semua untuk menjaga pola hidup sehat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

’’Sebenarnya ada salah satu survei yang menyatakan jika 80% masyarakat takut pada Covid-19. Namun, kita tidak akan bisa menghindari kemerosotan ekonomi jika kita tidak segera bangkit di tengah situasi ini. Untuk itu, ada adat kebiasaan hidup baru atau new normal. Artinya, kita tetap bisa beraktivitas seperti biasa, namun dengan tetap menjalankan protokol kesehatan agar tidak sampai terpapar. Terapkan juga PHBS, Germas, jaga imun dengan minum vitamin dan olahraga, lakukan terus itu semua. Saya tidak mau ada klaster baru, seperti yang baru-baru ini terjadi pada Ponpes di Banyuwangi,’’ tegas bupati dilanjutkan pemberian bantuan pada 643 tenaga non ASN secara simbolis serta senam bersama. (bas/abi)

Baca Juga :  Pemkot Lakukan Pendampingan SAKIP di Tiap OPD

 

Bupati Pungkasiadi didampingi Sekdakab Hery Suwito, Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi beserta OPD, memberi motivasi kepada ratusan tenaga kesehatan non-ASN di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto untuk terus memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat meski dalam masa pandemi Covid-19.

Termasuk memberi edukasi bagaimana mengeliminasi pandemi ini. Hal ini disampaikan bupati dalam kegiatan dan senam bersama di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Senin (31/8)

’’Covid-19 belum usai. Memang grafiknya pelan, tapi angkanya terus naik. Zona kita saat ini oranye (risiko sedang), tapi kita harus hati-hati dan jangan sampai ’’terpeleset’’ jadi zona merah lagi (risiko tinggi). Saya pribadi sedih jika ada nakes yang terpapar, karena harus berjuang di garda depan. Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada jasa Anda semua. Kita akan terus berjuang bersama. Akan ada insentif pada pegawai honorer yang bersinggungan dengan pandemi ini. Saya juga minta, pelayanan terbaik kepada masyarakat harus tetap kita utamakan,’’ kata bupati.

Baca Juga :  500 Paspor CJH Kabupaten Mojokerto Tertahan Kantor Imigrasi

Meksi masih bertarung dengan pandemi yang banyak membatasi ruang dan gerak, bupati mengatakan, jika pemulihan ekonomi harus tetap berjalan senormal mungkin. Sebab, ancaman kemerosotan ekonomi sangat mungkin terjadi jika sektor ini tidak segera bergerak dan pulih.

Oleh karena itu, bupati juga mengimbau semua untuk menjaga pola hidup sehat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

’’Sebenarnya ada salah satu survei yang menyatakan jika 80% masyarakat takut pada Covid-19. Namun, kita tidak akan bisa menghindari kemerosotan ekonomi jika kita tidak segera bangkit di tengah situasi ini. Untuk itu, ada adat kebiasaan hidup baru atau new normal. Artinya, kita tetap bisa beraktivitas seperti biasa, namun dengan tetap menjalankan protokol kesehatan agar tidak sampai terpapar. Terapkan juga PHBS, Germas, jaga imun dengan minum vitamin dan olahraga, lakukan terus itu semua. Saya tidak mau ada klaster baru, seperti yang baru-baru ini terjadi pada Ponpes di Banyuwangi,’’ tegas bupati dilanjutkan pemberian bantuan pada 643 tenaga non ASN secara simbolis serta senam bersama. (bas/abi)

Baca Juga :  Optimalkan Penerimaan Pajak, Gelar Gebyar Bulan Panutan

- Advertisement -

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/