alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Korban Dipeluk dari Belakang, Tangan Pelaku Meremas Payudara Karyawati

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tindakan pelecehan seksual lewat aksi begal payudara kambuh. Aksi pelaku tak dikenal itu menyerang seorang pegawai toko di Jalan Raya Pekukuhan, Mojosari, Selasa (30/7).

Aksi pelaku bahkan terekam kamera CCTV (closed circuit television) toko. Dari rekaman CCTV, aksi begal payudara itu terjadi pada Selasa malam, tepatnya pukul 20.18. Seorang pria tiba-tiba masuk ke dalam toko seorang diri memakai celana pendek warna merah, jaket biru, dan topi kombinasi hitam-putih.

Sementara korban tengah menata busana dagangan sembari berbincang dengan temannya. Dalam rekaman, terlihat korban sempat menoleh ke arah pelaku yang datang mendekatinya.Sedetik kemudian, korban kembali ngobrol asyik bersama rekannya. Sehingga, terlihat membelakangi pelaku.

Saat itulah, pelaku langsung memeluk korban dari belakang. Kedua tangannya terlihat meremas kedua payudara korban dengan santai. Sejurus kemudian, korban langsung tergeletak usai dipeluk. Sementara pelaku keluar dari toko dengan santai. Mengetahui kejadian itu, rekan kerja korban sempat berusaha mengejar pelaku, termasuk suami pemilik toko.

Namun, pelaku berhasil kabur mengendarai motor Honda Vario warna putih kabur ke arah barat. ’’Suami saya yang mengejar dan sempat ditendang, tapi tidak kena. Pelaku pada saat itu mengendarai sepeda motor Honda Vario warna putih kabur ke arah barat (arah Kota Mojokerto),’’ terang Septi, pemilik toko.

Baca Juga :  Screening Pendatang di Terminal, Stasiun, dan Pintu Tol

Saat kejadian, terdapat tiga karyawati di dalam toko, termasuk dirinya. Setelah kejadian, korban seketika pingsan. Kejadian cabul itu langsung dilaporkan Septi bersama suaminya ke Polres Mojokerto. Namun, tidak dibarengi dengan korban lantaran kondisinya tengah tak sadarkan diri.

Tapi, keluarga korban rupanya memilih mencabut laporan itu. Septi mengaku kembali datang ke Polres Mojokerto bersama orang tua korban untuk mencabut laporan kasus ini. ’’Kemarin kami cabut laporannya. Karena kondisi korban trauma. Tidak mau bekerja. Bahkan sampai sekarang tidak mau keluar kamar,’’ tambahnya.

Tak hanya sekali. Aksi cabul pelaku rupanya juga berjalan di tempat lain. Yakni, di apotek sebelah toko di Jalan Raya Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, sekitar dua minggu yang lalu. ’’Saat itu jam empat sore (pukul 16.00 WIB). Hanya ada saya, pelaku dengan korban. Kebetulan apotek pas sepi,’’ kata karyawan apotek.

Baca Juga :  Gelar Takbir Keliling, Lima Rombongan Pikap Dihadang Polisi

Melihat ciri-cirinya, mulai dari pelaku datang sendirian dan motor Honda Vario warna putih yang digunakan, dia mencurigai pelakunya sama. Saat itu, salah seorang perempuan datang untuk membeli obat di apotek. Sementara, pelaku berdiri bersebelahan dengan korban sembari menunggu dilayani.

Namun, tiba-tiba pelaku memegang bagian sensitif korban, lalu korban marah-marah sambil menjauh ke kursi sana. ’’Lha pada saat korban membeli obat, pelaku tiba-tiba masuk dan memegang bagian sensitif korban. Seketika dimarahi oleh korban, tapi pelaku hanya diam saja sambil pergi,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery, menyatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan kasus begal payudara tersebut. Pihaknya masih harus mengecek laporan yang masuk di SPKT Polres Mojokerto.

Kendati laporan telah dicabut, pihaknya tetap melakukan penyelidikan dengan lebih dulu mengecek ke TKP. ’’Kami akan mengecek ke TKP. Nanti PPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) yang ngecek,’’ pungkasnya. 

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tindakan pelecehan seksual lewat aksi begal payudara kambuh. Aksi pelaku tak dikenal itu menyerang seorang pegawai toko di Jalan Raya Pekukuhan, Mojosari, Selasa (30/7).

Aksi pelaku bahkan terekam kamera CCTV (closed circuit television) toko. Dari rekaman CCTV, aksi begal payudara itu terjadi pada Selasa malam, tepatnya pukul 20.18. Seorang pria tiba-tiba masuk ke dalam toko seorang diri memakai celana pendek warna merah, jaket biru, dan topi kombinasi hitam-putih.

Sementara korban tengah menata busana dagangan sembari berbincang dengan temannya. Dalam rekaman, terlihat korban sempat menoleh ke arah pelaku yang datang mendekatinya.Sedetik kemudian, korban kembali ngobrol asyik bersama rekannya. Sehingga, terlihat membelakangi pelaku.

Saat itulah, pelaku langsung memeluk korban dari belakang. Kedua tangannya terlihat meremas kedua payudara korban dengan santai. Sejurus kemudian, korban langsung tergeletak usai dipeluk. Sementara pelaku keluar dari toko dengan santai. Mengetahui kejadian itu, rekan kerja korban sempat berusaha mengejar pelaku, termasuk suami pemilik toko.

Namun, pelaku berhasil kabur mengendarai motor Honda Vario warna putih kabur ke arah barat. ’’Suami saya yang mengejar dan sempat ditendang, tapi tidak kena. Pelaku pada saat itu mengendarai sepeda motor Honda Vario warna putih kabur ke arah barat (arah Kota Mojokerto),’’ terang Septi, pemilik toko.

Baca Juga :  Menara, Ikon Baru Kota

Saat kejadian, terdapat tiga karyawati di dalam toko, termasuk dirinya. Setelah kejadian, korban seketika pingsan. Kejadian cabul itu langsung dilaporkan Septi bersama suaminya ke Polres Mojokerto. Namun, tidak dibarengi dengan korban lantaran kondisinya tengah tak sadarkan diri.

- Advertisement -

Tapi, keluarga korban rupanya memilih mencabut laporan itu. Septi mengaku kembali datang ke Polres Mojokerto bersama orang tua korban untuk mencabut laporan kasus ini. ’’Kemarin kami cabut laporannya. Karena kondisi korban trauma. Tidak mau bekerja. Bahkan sampai sekarang tidak mau keluar kamar,’’ tambahnya.

Tak hanya sekali. Aksi cabul pelaku rupanya juga berjalan di tempat lain. Yakni, di apotek sebelah toko di Jalan Raya Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, sekitar dua minggu yang lalu. ’’Saat itu jam empat sore (pukul 16.00 WIB). Hanya ada saya, pelaku dengan korban. Kebetulan apotek pas sepi,’’ kata karyawan apotek.

Baca Juga :  Keren tapi Menyilaukan Mata

Melihat ciri-cirinya, mulai dari pelaku datang sendirian dan motor Honda Vario warna putih yang digunakan, dia mencurigai pelakunya sama. Saat itu, salah seorang perempuan datang untuk membeli obat di apotek. Sementara, pelaku berdiri bersebelahan dengan korban sembari menunggu dilayani.

Namun, tiba-tiba pelaku memegang bagian sensitif korban, lalu korban marah-marah sambil menjauh ke kursi sana. ’’Lha pada saat korban membeli obat, pelaku tiba-tiba masuk dan memegang bagian sensitif korban. Seketika dimarahi oleh korban, tapi pelaku hanya diam saja sambil pergi,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery, menyatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan kasus begal payudara tersebut. Pihaknya masih harus mengecek laporan yang masuk di SPKT Polres Mojokerto.

Kendati laporan telah dicabut, pihaknya tetap melakukan penyelidikan dengan lebih dulu mengecek ke TKP. ’’Kami akan mengecek ke TKP. Nanti PPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) yang ngecek,’’ pungkasnya. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/