alexametrics
26.1 C
Mojokerto
Thursday, August 11, 2022

Lima Jabatan Eselon II Lowong di Kota Mojokerto Segera Diisi

7 Pejabat Administrator dan Pengawas Dirombak
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tujuh pejabat di lingkungan Pemkot Mojokerto masuk dalam gerbong mutasi dan promosi yang digelar Wali Kota Ika Puspitasari di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Jumat (1/7). Agenda tersebut menjadi ajang pemanasan sebelum dilakukan pengisian kekosongan jabatan pada eselon II.

Ning Ita, sapaan akrab wali kota menegaskan, pengambilan sumpah dan pelantikan di awal Juli hanya menyasar 6 orang pejabat administrator dan 1 orang pengawas. Namun, tegas dia, setelah ini akan disusul dengan digulirkannya tahapan pengisian jabatan eselon II yang belum terisi pejabat definitif.

Ning Ita menyebut, dirinya akan mendorong Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mojokerto untuk segera memprosesnya. ”Karena yang punya gawe BKPSDM. Yang harus koordinasi dengan pansel, dengan pemprov, dan mendapatkan izin ke Kemendagri,” bebernya.

Menurutnya, meski Kepala BKPSDM Muhammad Imron kini tengah menunaikan ibadah haji, hal itu tak menghalangi persiapan pengisian kekosongan jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP). Karena tugas tersebut masih bisa di-handle Sekretaris BKPSDM Yusuf Setiawan yang merangkap sebagai pelaksana harian (Plh). ”Jadi tidak terganggu meskipun sedang naik haji. Kalau (Plh BKPSDM) sanggup, ya nanti saya dorong untuk segera,” tegasnya.

Baca Juga :  Enam Bulan, Dinkes Kabupaten Mojokerto Temukan 158 Kasus DBD

Sejauh ini, terdapat lima posisi jabatan eselon II di lingkungan Pemkot Mojokerto yang kosong akibat pergeseran jabatan dan purnatugas. Masing-masing meliputi dua kursi jabatan staf ahli, asisten administrasi umum, sekretaris DPRD, dan kepala dinas ketahanan pangan dan peternakan (DKPP).

Ning Ita belum merinci jabatan apa saja yang akan dilakukan pengisian. Tapi, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Mojokerto ini membeberkan bakal menggunakan mekanisme seleksi terbuka (selter) atau promosi jabatan. ”Kalau kosong pasti selter untuk mengisi kekosongan,” imbuhnya.

Sementara itu, tiga dari dari tujuh pejabat yang masuk dalam agenda pengambilan sumpah dan pelantikan kemarin dilakukan untuk mengisi tiga kursi sekretaris di oragnisasi perangkat daerah (OPD).

Di antaranya Acim Dartasim yang didapuk mengisi kursi Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Mojokerto. Sedangkan kursi Kabag Organisasi Setdakot Mojokerto yang ditinggalkan Acim diduduki Rachmi Wijajati yang sebelumnya menjabat Camat Kranggan.

Adapun posisi Camat Kranggan kini ditempati Suharno yang sebelumnya duduk di kursi Kabid Tenaga Kerja Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker).

Baca Juga :  Polri: Belum Ada Persiapan Terkait Wacana Legalisasi Ganja Medis

Selain itu, juga terdapat nama Ganesh Pressiatantra Khresnawan yang ditunjuk menduduki jabatan Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto. Sementara Heri Setiyawan menggantikan posisi yang ditinggalkan Ganesh pada jabatan Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag).

Kekosongan kursi Sekretaris Diskopukmperindag Kota Mojokerto per Juli ini juga langsung dipenuhi dengan diangkatnya Aris Indah Ristanti dari jabatan lamanya Kabid Bina Usaha di OPD yang sama. Sedangkan satu-satunya jabatan pengawas dalam pelantikan dilakukan dengan menetapkan Nuning Purdiyanti sebagai Kasubag Tata Usaha Pimpinan, Staf Ahli dan Kepegawaian Bagian Umum Setdakot Mojokerto.

Ning Ita meminta kepada para pejabat yang telah dilantik untuk segera menyesuaikan diri pada lingkungan dinas yang baru. Sebab, imbuh dia, aparatur sipil negara (ASN) dituntut mampu adaptif, mudah menyesuaikan diri, dan juga tanggap terhadap berbagai perubahan yang sangat dinamis. ”Baik itu perubahan dalam hal tuntutan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan terbaik ataukah tuntutan terkait perubahan regulasi,” tegas dia. (ram/ron)

7 Pejabat Administrator dan Pengawas Dirombak
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tujuh pejabat di lingkungan Pemkot Mojokerto masuk dalam gerbong mutasi dan promosi yang digelar Wali Kota Ika Puspitasari di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Jumat (1/7). Agenda tersebut menjadi ajang pemanasan sebelum dilakukan pengisian kekosongan jabatan pada eselon II.

Ning Ita, sapaan akrab wali kota menegaskan, pengambilan sumpah dan pelantikan di awal Juli hanya menyasar 6 orang pejabat administrator dan 1 orang pengawas. Namun, tegas dia, setelah ini akan disusul dengan digulirkannya tahapan pengisian jabatan eselon II yang belum terisi pejabat definitif.

Ning Ita menyebut, dirinya akan mendorong Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mojokerto untuk segera memprosesnya. ”Karena yang punya gawe BKPSDM. Yang harus koordinasi dengan pansel, dengan pemprov, dan mendapatkan izin ke Kemendagri,” bebernya.

Menurutnya, meski Kepala BKPSDM Muhammad Imron kini tengah menunaikan ibadah haji, hal itu tak menghalangi persiapan pengisian kekosongan jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP). Karena tugas tersebut masih bisa di-handle Sekretaris BKPSDM Yusuf Setiawan yang merangkap sebagai pelaksana harian (Plh). ”Jadi tidak terganggu meskipun sedang naik haji. Kalau (Plh BKPSDM) sanggup, ya nanti saya dorong untuk segera,” tegasnya.

Baca Juga :  Keris sebagai Warisan Nilai Gotong Royong dan Laku Menuju Kesalehan

Sejauh ini, terdapat lima posisi jabatan eselon II di lingkungan Pemkot Mojokerto yang kosong akibat pergeseran jabatan dan purnatugas. Masing-masing meliputi dua kursi jabatan staf ahli, asisten administrasi umum, sekretaris DPRD, dan kepala dinas ketahanan pangan dan peternakan (DKPP).

Ning Ita belum merinci jabatan apa saja yang akan dilakukan pengisian. Tapi, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Mojokerto ini membeberkan bakal menggunakan mekanisme seleksi terbuka (selter) atau promosi jabatan. ”Kalau kosong pasti selter untuk mengisi kekosongan,” imbuhnya.

- Advertisement -

Sementara itu, tiga dari dari tujuh pejabat yang masuk dalam agenda pengambilan sumpah dan pelantikan kemarin dilakukan untuk mengisi tiga kursi sekretaris di oragnisasi perangkat daerah (OPD).

Di antaranya Acim Dartasim yang didapuk mengisi kursi Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Mojokerto. Sedangkan kursi Kabag Organisasi Setdakot Mojokerto yang ditinggalkan Acim diduduki Rachmi Wijajati yang sebelumnya menjabat Camat Kranggan.

Adapun posisi Camat Kranggan kini ditempati Suharno yang sebelumnya duduk di kursi Kabid Tenaga Kerja Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker).

Baca Juga :  Gubernur Tinjau TPS 008 Desa Manduro, Ngoro

Selain itu, juga terdapat nama Ganesh Pressiatantra Khresnawan yang ditunjuk menduduki jabatan Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto. Sementara Heri Setiyawan menggantikan posisi yang ditinggalkan Ganesh pada jabatan Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag).

Kekosongan kursi Sekretaris Diskopukmperindag Kota Mojokerto per Juli ini juga langsung dipenuhi dengan diangkatnya Aris Indah Ristanti dari jabatan lamanya Kabid Bina Usaha di OPD yang sama. Sedangkan satu-satunya jabatan pengawas dalam pelantikan dilakukan dengan menetapkan Nuning Purdiyanti sebagai Kasubag Tata Usaha Pimpinan, Staf Ahli dan Kepegawaian Bagian Umum Setdakot Mojokerto.

Ning Ita meminta kepada para pejabat yang telah dilantik untuk segera menyesuaikan diri pada lingkungan dinas yang baru. Sebab, imbuh dia, aparatur sipil negara (ASN) dituntut mampu adaptif, mudah menyesuaikan diri, dan juga tanggap terhadap berbagai perubahan yang sangat dinamis. ”Baik itu perubahan dalam hal tuntutan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan terbaik ataukah tuntutan terkait perubahan regulasi,” tegas dia. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/