alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Thursday, July 7, 2022

Warga Temukan Petirtaan Kuno

Batu Andesit Tersusun Rapi Layaknya Dinding
TRAWAS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Susunan puluhan batu kuno ditemukan warga di Dusun/Desa Kesiman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Berada tepat di punden desa, lokasi ini disinyalir eks petirtaan era Majapahit.

Puluhan batuan andesit berbentuk persegi itu tepat berada di area punden. Di tempat yang disakralkan warga itu, batu berukuran sekitar 40×20 cm tersebut tersusun layaknya dinding. Hanya sebagian struktur dinding ditemukan berserakan dan tak lagi utuh. ”Kemarin (Selasa, 31/5) pagi digali sama warga. Kelihatan ada dinding ukuran sekitar 2×1 meter,” ujar Kades Kesiman Helmi Affandi.

Dari sejumlah batu itu, ada dua batu dengan tonjolan berbentuk silinder. Disinyalir, batu tersebut digunakan sebagai saluran air di kawasan petirtaan. ”Mungkin batu ini untuk pancuran air. Sepertinya di sini dulu kawasan petirtaan, entah di zaman Majapahit atau (era kerajaan) bagimana kurang tahu pasti ya,” sebutnya.

Baca Juga :  Lampu Jalan Dimatikan, Pemkab Ngirit Rp 3 Miliar

Tak hanya itu. Warga yang tengah menggali temuan struktur bangunan kuno itu juga menemukan lima keping uang kepeng bertuliskan aksara Arab dan Cina. Hanya saja uang logam tersebut ditemukan dalam kondisi sudah remuk.

Helmi menerangkan, keberadaan bebatuan di kawasan punden itu sudah diketahui warga sejak tahun lalu. Saat Pemdes Kesiman hendak membangun tandon penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) di lokasi. Sebab, saat itu warga mendapati beberapa batu andesit yang diyakini bagian dari struktur bangunan kuno. Hingga akhirnya titik tersebut digali warga dua hari lalu lantaran temuan itu semakin menguat.

KUNO: Warga menemukan lima keping uang logam kuno saat menggali temuan ODCB di punden Dusun/Desa Kesiman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Di sekitar lokasi ini, terdapat sumber air yang mengaliri area persawahan di utara punden. Warga menyebutnya sumber bebek. Sayangnya, sumber air ini kering sejak beberapa tahun silam. ”Dulu di sini memang ada sumber airnya, ya seperti ada (kolam) pemandiannya gitu. Tapi sumber airnya sudah mati lebih dari 10 tahun lalu. Sekarang sawah di utara punden juga jadi pekarangan karena nggak ada air,” urainya.

Baca Juga :  Beton Jembatan Sepanjang 57 Meter Jebol, Akses Ditutup Total

Pihak desa sudah bersurat ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur agar dilakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan temuan tersebut, Selasa (31/5). Sementara itu, Kepala BPCB Jawa Timur Zakaria Kasimin belum memberikan respons saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto melalui sambungan telepon dan pesan singkat.

Terpisah, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo mengatakan, pihaknya sudah menerima kabar terkait temuan warga tersebut. Dalam waktu dekat, pihaknya bakal melakukan pengecekan ke lokasi. ”Kami sudah mendapat laporan itu. Rencananya akhir pekan ini kami akan cek ke lokasi,” sebutnya. (vad/ron)

Batu Andesit Tersusun Rapi Layaknya Dinding
TRAWAS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Susunan puluhan batu kuno ditemukan warga di Dusun/Desa Kesiman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Berada tepat di punden desa, lokasi ini disinyalir eks petirtaan era Majapahit.

Puluhan batuan andesit berbentuk persegi itu tepat berada di area punden. Di tempat yang disakralkan warga itu, batu berukuran sekitar 40×20 cm tersebut tersusun layaknya dinding. Hanya sebagian struktur dinding ditemukan berserakan dan tak lagi utuh. ”Kemarin (Selasa, 31/5) pagi digali sama warga. Kelihatan ada dinding ukuran sekitar 2×1 meter,” ujar Kades Kesiman Helmi Affandi.

Dari sejumlah batu itu, ada dua batu dengan tonjolan berbentuk silinder. Disinyalir, batu tersebut digunakan sebagai saluran air di kawasan petirtaan. ”Mungkin batu ini untuk pancuran air. Sepertinya di sini dulu kawasan petirtaan, entah di zaman Majapahit atau (era kerajaan) bagimana kurang tahu pasti ya,” sebutnya.

Baca Juga :  Beton Jembatan Sepanjang 57 Meter Jebol, Akses Ditutup Total

Tak hanya itu. Warga yang tengah menggali temuan struktur bangunan kuno itu juga menemukan lima keping uang kepeng bertuliskan aksara Arab dan Cina. Hanya saja uang logam tersebut ditemukan dalam kondisi sudah remuk.

Helmi menerangkan, keberadaan bebatuan di kawasan punden itu sudah diketahui warga sejak tahun lalu. Saat Pemdes Kesiman hendak membangun tandon penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) di lokasi. Sebab, saat itu warga mendapati beberapa batu andesit yang diyakini bagian dari struktur bangunan kuno. Hingga akhirnya titik tersebut digali warga dua hari lalu lantaran temuan itu semakin menguat.

KUNO: Warga menemukan lima keping uang logam kuno saat menggali temuan ODCB di punden Dusun/Desa Kesiman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Di sekitar lokasi ini, terdapat sumber air yang mengaliri area persawahan di utara punden. Warga menyebutnya sumber bebek. Sayangnya, sumber air ini kering sejak beberapa tahun silam. ”Dulu di sini memang ada sumber airnya, ya seperti ada (kolam) pemandiannya gitu. Tapi sumber airnya sudah mati lebih dari 10 tahun lalu. Sekarang sawah di utara punden juga jadi pekarangan karena nggak ada air,” urainya.

Baca Juga :  Material Sisa Proyek Dikeluhkan Warga Perumahan Meri Kota Mojokerto
- Advertisement -

Pihak desa sudah bersurat ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur agar dilakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan temuan tersebut, Selasa (31/5). Sementara itu, Kepala BPCB Jawa Timur Zakaria Kasimin belum memberikan respons saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto melalui sambungan telepon dan pesan singkat.

Terpisah, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo mengatakan, pihaknya sudah menerima kabar terkait temuan warga tersebut. Dalam waktu dekat, pihaknya bakal melakukan pengecekan ke lokasi. ”Kami sudah mendapat laporan itu. Rencananya akhir pekan ini kami akan cek ke lokasi,” sebutnya. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/