alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

PPDB Jalur Undangan Minim Peminat

Lulusan MI Banyak yang Memilih Mondok
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Banyak siswa yang tak mengambil jalur peringkat rapor saat penerimaan peserta didik baru (PPDB). Pasalnya, dari kuota yang disiapkan oleh lembaga negeri, hanya sedikit siswa yang melakukan verifikasi dan validasi (verval) di sekolah.

Seperti yang terjadi di SMP Negeri 2 Puri. Dari total kuota 45 anak, hanya ada 12 siswa yang melakukan verval jalur peringkat rapor selama dua hari. ’’Verval dilakukan sejak Senin dan Selasa kemarin. Hanya ada 12 anak, dari 45 kuota yang sudah disediakan,’’ ujar Kepala SMPN 2 Puri Subai.

Subai menuturkan, belasan anak yang sudah melakukan verval, didominasi dari SD negeri. Untuk siswa dari MI sama sekali tidak ada, lantaran banyak yang memilih meneruskan ke pondok. ’’Dari siswa SD sekitar sini semua (Kecamatan Puri), yang MI nerusin ke pondok jadi undangannya tidak diambil,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Mojokerto Zona Merah Lagi

Hal yang sama juga terjadi di SMP Negeri 1 Dawarblandong. Dari total 45 siswa yang diundang ke jalur peringkat rapor, hanya ada 16 siswa melakukan verval. Itu juga didominasi dari lulusan SD negeri. ’’Yang MI hanya dua orang, lainnya meneruskan ke pondok,’’ sebut Kepala SMP Negeri 1 Dawarblandong Alim Huda.

Di SMPN 2 Sooko, dari 35 kuota yang dibuka, hanya ada 13 siswa yang melakukan verval jalur peringkat rapor. ’’Sampai kemarin 13 orang, yang MI gak ada yang diambil,’’ ucap Kepala SMPN 2 Sooko Sayudi.

Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Mujiati mengatakan, pada 30-31 Mei lalu verval jalur peringkat rapor sudah dilaksanakan. Dokumen yang disertakan pada proses verval ini di antaranya SK penetapan peringkat nilai rapor, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran dan sertifikat nilai rapor yang diserahkan ke sekolah tujuan pendaftar.

Baca Juga :  Gus Syafiq: Bacalon Harus Mampu Menjaga Marwah Ansor, Kiai, dan NKRI

Siswa yang melakukan verval ini hanya siswa yang mendapatkan undangan dari SMP yang dituju. ’’Verval yang dilakukan ini untuk seleksi berkas saja, pendaftaran dimulai tanggal 6-7 Juni nanti. Pemberkasan ini untuk menentukan skoring nilai rapor mereka beserta akreditasi sekolah asal,’’ jelasnya.

Disinggung terkait jumlah siswa yang sudah melakukan verval di sekolah, ia menyebutkan saat ini data masih dalam proses rekap. ’’Yang jelas, verval ini untuk persiapan pendaftaran nanti. Kalaupun ndak verval, masih bisa mendaftar di jalur berikutnya. Bisa lewat afirmasi, pindah tugas orang tua, prestasi akademik, dan zonasi,’’ tukasnya. (oce/fen)

Lulusan MI Banyak yang Memilih Mondok
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Banyak siswa yang tak mengambil jalur peringkat rapor saat penerimaan peserta didik baru (PPDB). Pasalnya, dari kuota yang disiapkan oleh lembaga negeri, hanya sedikit siswa yang melakukan verifikasi dan validasi (verval) di sekolah.

Seperti yang terjadi di SMP Negeri 2 Puri. Dari total kuota 45 anak, hanya ada 12 siswa yang melakukan verval jalur peringkat rapor selama dua hari. ’’Verval dilakukan sejak Senin dan Selasa kemarin. Hanya ada 12 anak, dari 45 kuota yang sudah disediakan,’’ ujar Kepala SMPN 2 Puri Subai.

Subai menuturkan, belasan anak yang sudah melakukan verval, didominasi dari SD negeri. Untuk siswa dari MI sama sekali tidak ada, lantaran banyak yang memilih meneruskan ke pondok. ’’Dari siswa SD sekitar sini semua (Kecamatan Puri), yang MI nerusin ke pondok jadi undangannya tidak diambil,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Sektor Wisata Dijadikan Pendongkrak Pemulihan Ekonomi Nasional

Hal yang sama juga terjadi di SMP Negeri 1 Dawarblandong. Dari total 45 siswa yang diundang ke jalur peringkat rapor, hanya ada 16 siswa melakukan verval. Itu juga didominasi dari lulusan SD negeri. ’’Yang MI hanya dua orang, lainnya meneruskan ke pondok,’’ sebut Kepala SMP Negeri 1 Dawarblandong Alim Huda.

Di SMPN 2 Sooko, dari 35 kuota yang dibuka, hanya ada 13 siswa yang melakukan verval jalur peringkat rapor. ’’Sampai kemarin 13 orang, yang MI gak ada yang diambil,’’ ucap Kepala SMPN 2 Sooko Sayudi.

Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Mujiati mengatakan, pada 30-31 Mei lalu verval jalur peringkat rapor sudah dilaksanakan. Dokumen yang disertakan pada proses verval ini di antaranya SK penetapan peringkat nilai rapor, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran dan sertifikat nilai rapor yang diserahkan ke sekolah tujuan pendaftar.

Baca Juga :  Gus Syafiq: Bacalon Harus Mampu Menjaga Marwah Ansor, Kiai, dan NKRI
- Advertisement -

Siswa yang melakukan verval ini hanya siswa yang mendapatkan undangan dari SMP yang dituju. ’’Verval yang dilakukan ini untuk seleksi berkas saja, pendaftaran dimulai tanggal 6-7 Juni nanti. Pemberkasan ini untuk menentukan skoring nilai rapor mereka beserta akreditasi sekolah asal,’’ jelasnya.

Disinggung terkait jumlah siswa yang sudah melakukan verval di sekolah, ia menyebutkan saat ini data masih dalam proses rekap. ’’Yang jelas, verval ini untuk persiapan pendaftaran nanti. Kalaupun ndak verval, masih bisa mendaftar di jalur berikutnya. Bisa lewat afirmasi, pindah tugas orang tua, prestasi akademik, dan zonasi,’’ tukasnya. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/