alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

13 Warga Positif Korona, Kelurahan Kedundung Tertinggi

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Memasuki bulan Juni, kurva penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kota Mojokerto langsung naik signifikan. Senin (1/6), jumlah warga terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah empat orang. Seluruhnya merupakan warga dari Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, mengungkapkan jika tambahan empat kasus terkonfirmasi berasal dari satu kelurahan. Masing-masing tercatat sebagai kasus terkonfirmasi positif nomor 10, 11, 12, dan 13. ’’(Tambahan empat kasus) itu  alamatnya semua di Kelurahan Kedundung,’’ terangnya tadi malam.

Dari tambahan empat kasus positif tersebut, terang Gaguk, tiga di antaranya memiliki hubungan keluarga. Tak lain adalah keluarga dari M, 59, pedagang buah di Pasar Tanjung Anyar yang lebih dulu dinyatakan sebagai positif 09 pada, Sabtu (30/5) lalu. ’’Jadi positif 10, 11, dan 12 itu satu keluarga dengan positif 09,’’ paparnya.

Baca Juga :  TNI Terjun Bantu Rehab Masjid Agung Al Fattah

Masing-masing adalah istri positif 09 yang berinisial K. Perempuan berusia 55 tahun ini sehari-hari juga membantu berjualan buah di pasar. Sedangkan dua orang lainnya yakni T, 38 tahun, jenis kelamin laki-laki, serta NY, perempuan usia 35 tahun.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini mengatakan, tiga orang tersebut sebelumnya telah menjalani rapid test pada 25 Mei lalu dengan hasil reaktif. Sehingga pada Rabu (26/5), mereka menjalani uji swab. Sedangkan hasil swab keluar pada Senin (1/6) dan ketiganya dinyatakan positif Covid-19.

Gaguk menambahkan, ketiganya berstatus orang tanpa gejala (OTG) karena tidak memiliki gejala klinis maupun keluhan kesehatan. Mereka terindikasi tertular secara transmisi lokal dari positif 09. ’’Sekarang satu keluarga ini menjalani karantina di rusunawa semuanya,’’ paparnya.

Sementara itu, kasus positif 13 juga berasal dari Kelurahan Kedundung. Namun, warga berinisial Y, jenis kelamin laki-laki berusia 37 tahun ini tidak saling terkait dengan kasus positif sebelumnya. ’’Positif 13 ini tenaga kesehatan,’’ beber Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Mojokerto ini.

Baca Juga :  Ning Ita Pastikan MPP Gajah Mada Siap Diresmikan

Berdasarkan hasil penelusuran dari tim tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto, terdapat empat orang yang dinyatakan sebagai OTG karena memiliki kontak erat dengan positif 13. Petugas telah melakukan rapid test dan hasilnya nonreaktif. Meski demikian, OTG tersebut menjalani isolasi mandiri di gedung observasi rusunawa Cinde.

Dengan adanya tambahan tersebut mencatatkan tambahan tertinggi sejak kasus perdana yang diumumkan 29 April lalu. Sehingga, secara kumulatif warga Kota Onde-Onde yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 13 orang. Penambahan kali ini sekaligus menjadikan Kelurahan Kedundung menjadi wilayah dengan jumlah sebaran kasus Covid-19 tertinggi dengan total 6 kasus positif.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Memasuki bulan Juni, kurva penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kota Mojokerto langsung naik signifikan. Senin (1/6), jumlah warga terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah empat orang. Seluruhnya merupakan warga dari Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, mengungkapkan jika tambahan empat kasus terkonfirmasi berasal dari satu kelurahan. Masing-masing tercatat sebagai kasus terkonfirmasi positif nomor 10, 11, 12, dan 13. ’’(Tambahan empat kasus) itu  alamatnya semua di Kelurahan Kedundung,’’ terangnya tadi malam.

Dari tambahan empat kasus positif tersebut, terang Gaguk, tiga di antaranya memiliki hubungan keluarga. Tak lain adalah keluarga dari M, 59, pedagang buah di Pasar Tanjung Anyar yang lebih dulu dinyatakan sebagai positif 09 pada, Sabtu (30/5) lalu. ’’Jadi positif 10, 11, dan 12 itu satu keluarga dengan positif 09,’’ paparnya.

Baca Juga :  Pacet dan Dawarblandong Paling Masif

Masing-masing adalah istri positif 09 yang berinisial K. Perempuan berusia 55 tahun ini sehari-hari juga membantu berjualan buah di pasar. Sedangkan dua orang lainnya yakni T, 38 tahun, jenis kelamin laki-laki, serta NY, perempuan usia 35 tahun.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini mengatakan, tiga orang tersebut sebelumnya telah menjalani rapid test pada 25 Mei lalu dengan hasil reaktif. Sehingga pada Rabu (26/5), mereka menjalani uji swab. Sedangkan hasil swab keluar pada Senin (1/6) dan ketiganya dinyatakan positif Covid-19.

Gaguk menambahkan, ketiganya berstatus orang tanpa gejala (OTG) karena tidak memiliki gejala klinis maupun keluhan kesehatan. Mereka terindikasi tertular secara transmisi lokal dari positif 09. ’’Sekarang satu keluarga ini menjalani karantina di rusunawa semuanya,’’ paparnya.

- Advertisement -

Sementara itu, kasus positif 13 juga berasal dari Kelurahan Kedundung. Namun, warga berinisial Y, jenis kelamin laki-laki berusia 37 tahun ini tidak saling terkait dengan kasus positif sebelumnya. ’’Positif 13 ini tenaga kesehatan,’’ beber Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Mojokerto ini.

Baca Juga :  Gelar Event Menulis Surat kepada Kepala Daerah

Berdasarkan hasil penelusuran dari tim tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto, terdapat empat orang yang dinyatakan sebagai OTG karena memiliki kontak erat dengan positif 13. Petugas telah melakukan rapid test dan hasilnya nonreaktif. Meski demikian, OTG tersebut menjalani isolasi mandiri di gedung observasi rusunawa Cinde.

Dengan adanya tambahan tersebut mencatatkan tambahan tertinggi sejak kasus perdana yang diumumkan 29 April lalu. Sehingga, secara kumulatif warga Kota Onde-Onde yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 13 orang. Penambahan kali ini sekaligus menjadikan Kelurahan Kedundung menjadi wilayah dengan jumlah sebaran kasus Covid-19 tertinggi dengan total 6 kasus positif.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/