alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Tidak Semua Santri Diperbolehkan Pulang

JATIREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pandemi Covid-19 tak kunjung usai. Bahkan, cenderung mengalami peningkatan setiap harinya. Akhir-akhir ini beberapa pondok pesantren telah memulangkan para santri. Termasuk Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah, Mojogeneng, Jatirejo.

Ketua Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah Yunus Tri Prasetya mengatakan, pemulangan santri nantinya akan dilakukan secara bertahap. Yakni, selama dua hari, dari Senin-Selasa (6-7/4) pekan depan.

Namun, pemulangan ini tidak berlaku bagi semua santri. Hanya bagi santri mereka yang daerahnya masuk zona aman Covid-19. Sementara daerah yang masuk zona merah para santri akan ditangguhkan atau masih tinggal di pesantren. ’’Yang boleh pulang hanya santri yang wilayahnya masuk zona aman. Kalau santri yang daerahnya masuk zona merah tetap di pondok,’’ katanya.

Sampai kapan keberadaan santri yang tidak diperkenankan pulang tetap di pesantren, dirinya belum bisa memastikan. Pihak pesantren masih nunggu instruksi pemerintah selanjutnya. ’’Yang pasti ketika zona pandemi Covid-19 ini sudah aman. Dan kami masih nunggu keputusan pemerintah,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Plengsengan Jalan Antarkabupaten Longsor

Memang, lanjut dia, pemulangan ini sebenarnya terlambat. Sebab, pihaknya masih merampungkan beberapa pelajaran madrasah yang belum tuntas. Di sisi lain, ujian madrasah juga belum selesai. Sementara madrasah formal jauh hari telah diliburkan.

Meski demikian, Yunus menyatakan, pesantren tetap melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Khususnya di dalam kawasan pondok dengan membatasi kegiatan para santri. Di antaranya belajar, mengaji, hingga ujian madrasah. Semua dilakukan di dalam asrama masing-masing. Padahal, biasanya dilakukan di ruang kelas. Bahkan, santri dilarang keluar area pesantren. ’’Dijaga ketat, mereka tidak bisa keluar pondok dan tidak bisa ketemu orang luar pondok. Termasuk wali santri yang dari luar Mojokerto, yang wilayahnya masuk zona merah. Juga tidak bisa bertemu anaknya,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Puluhan Sekolah Rusak, Disebabkan Faktor Usia

Tak hanya itu, di setiap pintu asrama juga sudah tersedia hand sanitizer. Para santri pun diwajibkan untuk selalu menjaga kebersihan dengan membiasakan cuci tangan. Di dalam pesantren bahkan tersedia bilik disinfektan. ’’Di seluruh ruangan pondok juga sering disemprot dengan cairan disinfektan oleh pemerintah desa,’’ tandasnya.

Yunus menambahkan, pemulangan nantinya itu akan dilakukan dengan mekanisme yang telah direncanakan. Yakni, setiap santri keluar dari pesantren melalui satu pintu, di pintu utama. Setiap santri akan dijemput oleh wali santri masing-masing.

Langkah itu dilakukan guna mengurangi terjadinya kerumunan massa. Sehingga bisa meminimalisir penyebaran Covid-19. ’’Tidak diantar dari pondok. Jadi nanti mulai pagi sampai sebelum magrib. Secara bergantian mereka akan  diliburkan. Dan, sebelum keluar pondok, santri akan disemprot menggunakan cairan disinfektan, dan harus cuci tangan,’’ pungkas Yunus. (hin)

JATIREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pandemi Covid-19 tak kunjung usai. Bahkan, cenderung mengalami peningkatan setiap harinya. Akhir-akhir ini beberapa pondok pesantren telah memulangkan para santri. Termasuk Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah, Mojogeneng, Jatirejo.

Ketua Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah Yunus Tri Prasetya mengatakan, pemulangan santri nantinya akan dilakukan secara bertahap. Yakni, selama dua hari, dari Senin-Selasa (6-7/4) pekan depan.

Namun, pemulangan ini tidak berlaku bagi semua santri. Hanya bagi santri mereka yang daerahnya masuk zona aman Covid-19. Sementara daerah yang masuk zona merah para santri akan ditangguhkan atau masih tinggal di pesantren. ’’Yang boleh pulang hanya santri yang wilayahnya masuk zona aman. Kalau santri yang daerahnya masuk zona merah tetap di pondok,’’ katanya.

Sampai kapan keberadaan santri yang tidak diperkenankan pulang tetap di pesantren, dirinya belum bisa memastikan. Pihak pesantren masih nunggu instruksi pemerintah selanjutnya. ’’Yang pasti ketika zona pandemi Covid-19 ini sudah aman. Dan kami masih nunggu keputusan pemerintah,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Plengsengan Jalan Antarkabupaten Longsor

Memang, lanjut dia, pemulangan ini sebenarnya terlambat. Sebab, pihaknya masih merampungkan beberapa pelajaran madrasah yang belum tuntas. Di sisi lain, ujian madrasah juga belum selesai. Sementara madrasah formal jauh hari telah diliburkan.

Meski demikian, Yunus menyatakan, pesantren tetap melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Khususnya di dalam kawasan pondok dengan membatasi kegiatan para santri. Di antaranya belajar, mengaji, hingga ujian madrasah. Semua dilakukan di dalam asrama masing-masing. Padahal, biasanya dilakukan di ruang kelas. Bahkan, santri dilarang keluar area pesantren. ’’Dijaga ketat, mereka tidak bisa keluar pondok dan tidak bisa ketemu orang luar pondok. Termasuk wali santri yang dari luar Mojokerto, yang wilayahnya masuk zona merah. Juga tidak bisa bertemu anaknya,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Hindari Lockdown, IGD Berlakukan Sistem Buka Tutup
- Advertisement -

Tak hanya itu, di setiap pintu asrama juga sudah tersedia hand sanitizer. Para santri pun diwajibkan untuk selalu menjaga kebersihan dengan membiasakan cuci tangan. Di dalam pesantren bahkan tersedia bilik disinfektan. ’’Di seluruh ruangan pondok juga sering disemprot dengan cairan disinfektan oleh pemerintah desa,’’ tandasnya.

Yunus menambahkan, pemulangan nantinya itu akan dilakukan dengan mekanisme yang telah direncanakan. Yakni, setiap santri keluar dari pesantren melalui satu pintu, di pintu utama. Setiap santri akan dijemput oleh wali santri masing-masing.

Langkah itu dilakukan guna mengurangi terjadinya kerumunan massa. Sehingga bisa meminimalisir penyebaran Covid-19. ’’Tidak diantar dari pondok. Jadi nanti mulai pagi sampai sebelum magrib. Secara bergantian mereka akan  diliburkan. Dan, sebelum keluar pondok, santri akan disemprot menggunakan cairan disinfektan, dan harus cuci tangan,’’ pungkas Yunus. (hin)

Artikel Terkait

Most Read

Anak-Anak Boleh Masuk Mal

Kampung Jisim

Pilih Ombre Usai Izin Orang Rumah

Artikel Terbaru

/