alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Pasang Tiga Bilik Sterilisasi di Pasar

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pencegahan persebaran virus korona atau Covid-19, terus diupayakan oleh Pemkot Mojokerto melalui berbagai sektor. Jika sebelumnya, penempatan bilik sterilisasi di stasiun kereta api (KA) dan area publik lainnya, kali ini Wali Kota Ika Puspitasari memberikan beberapa unit bilik sterilisasi dan tempat cuci tangan pakai sabun (CTPS) untuk pasar tradisional, Rabu (1/4).

Didampingi Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria, Wakil Ketua DPRD Kota Sonny Basoeki Rahardjo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ruby Hartoyo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ikromul Yasak, Kepala Bappeko Agung Moeljono dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Mashudi, wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, meninjau secara langsung pemasangan bilik sterilisasi di pintu masuk dan keluar Pasar Tanjung Anyar.

Baca Juga :  Penutupan Jalan Berlaku Tiap Hari

’’Kami siapkan sedikitnya tiga unit bilik sterilisasi beserta cairan disinfektan di pintu masuk dan keluar pasar yang sering dilalui pengunjung dengan jumlah paling banyak. Tidak semua pintu masuk dan keluar kami siapkan bilik sterilisasi ini, untuk itu kami juga menyiapkan sedikitnya sepuluh tempat cuci tangan pakai sabun atau biasa kami sebut CTPS di setiap sudut pasar,’’ kata Ning Ita, sapaan akrab wali kota, saat konferensi pers, kemarin.

Pemberian bilik sterilisasi dan CTPS tersebut lanjut Ning Ita, merupakan upaya Pemerintah Kota Mojokerto dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 di area publik. Untuk itu, melalui satuan gugus tugas (satgas) percepatan penanganan Covid-19, ia berharap seluruh masyarakat dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam menanggulangi penyebaran Covid-19, dengan mentaati semua peraturan yang ditetapkan, sesuai dengan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Jujur Saja! Jangan Sembunyikan Riwayat Bepergian

’’Saya imbau kepada masyarakat, untuk tetap waspada, tenang dan tidak panik. Serta, jangan mudah terpengaruh berita-berita yang belum terverifikasi kebenarannya. Pastikan, informasi yang diperoleh adalah bersumber dari unsur perangkat daerah yang berwenang dan juga media-media resmi pemerintah,’’ tegasnya.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pencegahan persebaran virus korona atau Covid-19, terus diupayakan oleh Pemkot Mojokerto melalui berbagai sektor. Jika sebelumnya, penempatan bilik sterilisasi di stasiun kereta api (KA) dan area publik lainnya, kali ini Wali Kota Ika Puspitasari memberikan beberapa unit bilik sterilisasi dan tempat cuci tangan pakai sabun (CTPS) untuk pasar tradisional, Rabu (1/4).

Didampingi Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria, Wakil Ketua DPRD Kota Sonny Basoeki Rahardjo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ruby Hartoyo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ikromul Yasak, Kepala Bappeko Agung Moeljono dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Mashudi, wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, meninjau secara langsung pemasangan bilik sterilisasi di pintu masuk dan keluar Pasar Tanjung Anyar.

Baca Juga :  Target Partisipasi Berpotensi Meleset

’’Kami siapkan sedikitnya tiga unit bilik sterilisasi beserta cairan disinfektan di pintu masuk dan keluar pasar yang sering dilalui pengunjung dengan jumlah paling banyak. Tidak semua pintu masuk dan keluar kami siapkan bilik sterilisasi ini, untuk itu kami juga menyiapkan sedikitnya sepuluh tempat cuci tangan pakai sabun atau biasa kami sebut CTPS di setiap sudut pasar,’’ kata Ning Ita, sapaan akrab wali kota, saat konferensi pers, kemarin.

Pemberian bilik sterilisasi dan CTPS tersebut lanjut Ning Ita, merupakan upaya Pemerintah Kota Mojokerto dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 di area publik. Untuk itu, melalui satuan gugus tugas (satgas) percepatan penanganan Covid-19, ia berharap seluruh masyarakat dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam menanggulangi penyebaran Covid-19, dengan mentaati semua peraturan yang ditetapkan, sesuai dengan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Penutupan Jalan Berlaku Tiap Hari

’’Saya imbau kepada masyarakat, untuk tetap waspada, tenang dan tidak panik. Serta, jangan mudah terpengaruh berita-berita yang belum terverifikasi kebenarannya. Pastikan, informasi yang diperoleh adalah bersumber dari unsur perangkat daerah yang berwenang dan juga media-media resmi pemerintah,’’ tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/