alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Keluarga PDP Diminta Isolasi Mandiri

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tim Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto melakukan tracing atau penelusuruan terhadap orang yang melakukan kontak erat dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 05 yang meninggal Senin (30/3).Mereka yang diketahui pernah kontak langsung diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Juru Bicara Satuas Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto, Ch Indah Wahyu, mengungkapkan, pasca meninggalnya PDP 05, petugas langsung melakukan tindak lanjut dengan melakukan penelusuran terhadap orang yang memiliki riwayat bertemu dengan pria asal Jakarta itu selama dua pekan ke belakang. ’’Iya, sudah dilakukan pemantauan oleh teman-teman untuk melakukan tracing,’’ terangnya.

Indah menyatakan, penelusuran itu dilakukan dengan mendata seluruh orang yang memiliki kontak dengan PDP 05 sebelum meninggal. Pihaknya juga mengaku telah membentuk tim tracing yang terdiri dari petugas puskesmas serta kelurahan. ’’Yang dilakukan tracing yang kontak erat saja,’’ paparnya.

Baca Juga :  Stasiun dan Masjid Agung Dipasang Bilik Sterilisasi

Dilakukan kepada anggota keluarga PDP di Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. ’’Sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan, bahwa keluarganya harus melakukan isolasi diri mandiri,’’ ujarnya.

Tidak menutup kemungkinan para tenaga medis yang merawat pasien berusia 57 itu di rumah sakit juga akan dilakukan penelusuran. Terlebih, ketika kali pertama dirujuk, PDP 05 tersebut tidak kooperatif dengan tidak mengakui riwayat perjalanan dari ibu kota.

Namun, saat disinggung terkait siapa saja dan jumlah orang yang sudah dilakukan tracing, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto ini masih belum bisa membeberkaannya. ’’Yang kita tracing semuanya yang punya kontak erat, kita sudah punya data-datanya,’’ paparnya.

Menurutnya, bagi warga yang diketahui memiliki kontak erat dengan PDP 05, maka secara otomatis dimasukkan ke dalam kategori Orang Dalam Risiko (ODR). Mereka juga wajib menjalani isolasi mandiri selama 14 hari ke depan. Selama masa isolasi tersebut, masing-masing diminta melaporkan kepada petugas terkait kondisi kesehatannya.

Baca Juga :  Ratusan Siswa TK/RA Tuangkan Karya di Atas Kain Kanvas

Jika terdapat keluhan sebelum dua pekan, maka ODP tersebut berpotensi naik status menjadi Orang Dalam Pantauan (ODP). Bahkan, jika kondisinya mengalami pemburukan, maka bisa masuk dalam kategori PDP dan harus menjalani perawatan di ruang isolasi di RS rujukan. ’’Kalau tidak ada keluhan tetap sebagai ODR,’’ pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Senin (30/3) lalu PDP 05 meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit. Pasien asal Jakarta itu belum sempat menjalani tes swab. Namun, dari uji rapid test menunjukkan hasil strip dua yang samar-samar. Oleh karena itu, pemakaman tetap dilakukan dengan menggunakan protokol Covid-19.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tim Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto melakukan tracing atau penelusuruan terhadap orang yang melakukan kontak erat dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 05 yang meninggal Senin (30/3).Mereka yang diketahui pernah kontak langsung diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Juru Bicara Satuas Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto, Ch Indah Wahyu, mengungkapkan, pasca meninggalnya PDP 05, petugas langsung melakukan tindak lanjut dengan melakukan penelusuran terhadap orang yang memiliki riwayat bertemu dengan pria asal Jakarta itu selama dua pekan ke belakang. ’’Iya, sudah dilakukan pemantauan oleh teman-teman untuk melakukan tracing,’’ terangnya.

Indah menyatakan, penelusuran itu dilakukan dengan mendata seluruh orang yang memiliki kontak dengan PDP 05 sebelum meninggal. Pihaknya juga mengaku telah membentuk tim tracing yang terdiri dari petugas puskesmas serta kelurahan. ’’Yang dilakukan tracing yang kontak erat saja,’’ paparnya.

Baca Juga :  Perbaiki Database dan Gali Potensi Kader

Dilakukan kepada anggota keluarga PDP di Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. ’’Sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan, bahwa keluarganya harus melakukan isolasi diri mandiri,’’ ujarnya.

Tidak menutup kemungkinan para tenaga medis yang merawat pasien berusia 57 itu di rumah sakit juga akan dilakukan penelusuran. Terlebih, ketika kali pertama dirujuk, PDP 05 tersebut tidak kooperatif dengan tidak mengakui riwayat perjalanan dari ibu kota.

Namun, saat disinggung terkait siapa saja dan jumlah orang yang sudah dilakukan tracing, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto ini masih belum bisa membeberkaannya. ’’Yang kita tracing semuanya yang punya kontak erat, kita sudah punya data-datanya,’’ paparnya.

- Advertisement -

Menurutnya, bagi warga yang diketahui memiliki kontak erat dengan PDP 05, maka secara otomatis dimasukkan ke dalam kategori Orang Dalam Risiko (ODR). Mereka juga wajib menjalani isolasi mandiri selama 14 hari ke depan. Selama masa isolasi tersebut, masing-masing diminta melaporkan kepada petugas terkait kondisi kesehatannya.

Baca Juga :  Satu Pasien Positif, Tunggu Hasil Swab

Jika terdapat keluhan sebelum dua pekan, maka ODP tersebut berpotensi naik status menjadi Orang Dalam Pantauan (ODP). Bahkan, jika kondisinya mengalami pemburukan, maka bisa masuk dalam kategori PDP dan harus menjalani perawatan di ruang isolasi di RS rujukan. ’’Kalau tidak ada keluhan tetap sebagai ODR,’’ pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Senin (30/3) lalu PDP 05 meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit. Pasien asal Jakarta itu belum sempat menjalani tes swab. Namun, dari uji rapid test menunjukkan hasil strip dua yang samar-samar. Oleh karena itu, pemakaman tetap dilakukan dengan menggunakan protokol Covid-19.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/