alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Barongsai Hanya Jadi Penyambut Tamu

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Perayaan ibadah umat Tri Dharma menyambut Imlek 2573 Kongzili di kelenteng Hok Sian Kiong, berlangsung sederhana. Atraksi barongsai hanya digelar untuk menyambut kedatangan tamu dari forkopimda.

Meski sederhana, namun tak menjadi penghalang pelaksanaan ibadah dan perayaan warga Tionghoa ini. Total ada sekitar 20 umat Tri Dharma yang mengikuti ibadah yang dilaksanakan di halaman kelenteng tersebut. Sebelum dimulai, terdapat pula atraksi Liong sebagai simbol perayaan Imlek dilaksanakan.

Tak hanya itu. Lantunan doa-doa juga menggema di ruang sembahyang. Ditambah dengan aroma dupa yang dibakar menambah kesakralan ibadah yang diperingati setahun sekali ini.

Tak ketinggalan. Lilin merah berbagai ukuran lengkap disertai nama keluarga tersemat. ”Ini sebagai simbol dapat hoki, apinya tambah nyala, hidupnya tambah lama, artinya rejeki kesehatan tahun ini tambah banyak juga. Lilin ini harus hidup terus,”  ucap Hartanti, salah satu umat usai beribadah.

Baca Juga :  Kota Mojokerto Raih Predikat Kota Terinovatif

Sementara itu, pengurus Yayasan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Sian Kiong Gede Sidharta mengatakan, perayaan imlek kali ini masih belum bisa digelar semeriah perayaan sebelum pandemi. Pasalnya, kali ini pelaksanaan pawai dan tradisi arak-arakan ditiadakan. Namun, pertunjukan barongsai tetap diadakan dan hanya digelar kurang lebih 15 menit untuk menyambut rombongan forkopimda.

Meski tak berlangsung lama, namun antusias warga Kota Mojokerto yang menikmati atraksi barongsai sangat tinggi. Terbukti, dari pantauan di lokasi, luar gerbang kelenteng penuh sesak masyarakat yang menikmati. Alhasil, atraksi barongsai dipersingkat agar tak memicu kerumunan di kalangan masyarakat.”Ini tadi hanya ibadah terbatas. Ada barongsai hanya untuk penyambutan Forkopimda. Sebab sudah dua tahun tidak ada acara. Kalaupun kami tidak adakan, mereka (masyarakat) tetap datang,” ujar Gede.

Baca Juga :  Aneh, Trotoar Dimanfaatkan Jadi Areal Parkir Puskesmas

Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Beny Asman mengatakan, dalam upaya menghalau kerumunan di perayaan hari Imlek di Kota Mojokerto, pihaknya bersama Satgas COVID-19 Kota Mojokerto harus menghentikan ritual atraksi barongsai yang berlangsung di halaman KElenteng Hok Sian Kiong di Kota Mojokerto. ”Walaupun kota Level 1, prokes tetap dibatasi, sehingga banyak hal-hal yang kita potong kegiatan lebih pendek,” tegasnya.

Selain itu, selama berlangsungnya ritual atraksi barongsai, pihaknya terus berusaha mengimbau masyarakat agar selalu menjaga protokol kesehatan. Terlebih saat ini Kota Mojokerto masuk dalam Level 1 PPKM. ”Seperti kita lihat, perayaan Imlek tahun 2022 di Kota Mojokerto dilakukan pembatasan dan prokes khususnya pembatasan umat yang beribadah dan masyarakat semua kita batasi,” tutupnya. (oce/ron)

 

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Perayaan ibadah umat Tri Dharma menyambut Imlek 2573 Kongzili di kelenteng Hok Sian Kiong, berlangsung sederhana. Atraksi barongsai hanya digelar untuk menyambut kedatangan tamu dari forkopimda.

Meski sederhana, namun tak menjadi penghalang pelaksanaan ibadah dan perayaan warga Tionghoa ini. Total ada sekitar 20 umat Tri Dharma yang mengikuti ibadah yang dilaksanakan di halaman kelenteng tersebut. Sebelum dimulai, terdapat pula atraksi Liong sebagai simbol perayaan Imlek dilaksanakan.

Tak hanya itu. Lantunan doa-doa juga menggema di ruang sembahyang. Ditambah dengan aroma dupa yang dibakar menambah kesakralan ibadah yang diperingati setahun sekali ini.

Tak ketinggalan. Lilin merah berbagai ukuran lengkap disertai nama keluarga tersemat. ”Ini sebagai simbol dapat hoki, apinya tambah nyala, hidupnya tambah lama, artinya rejeki kesehatan tahun ini tambah banyak juga. Lilin ini harus hidup terus,”  ucap Hartanti, salah satu umat usai beribadah.

Baca Juga :  Ning Ita Gencarkan Pelatihan dan Pendampingan untuk UMKM

Sementara itu, pengurus Yayasan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Sian Kiong Gede Sidharta mengatakan, perayaan imlek kali ini masih belum bisa digelar semeriah perayaan sebelum pandemi. Pasalnya, kali ini pelaksanaan pawai dan tradisi arak-arakan ditiadakan. Namun, pertunjukan barongsai tetap diadakan dan hanya digelar kurang lebih 15 menit untuk menyambut rombongan forkopimda.

Meski tak berlangsung lama, namun antusias warga Kota Mojokerto yang menikmati atraksi barongsai sangat tinggi. Terbukti, dari pantauan di lokasi, luar gerbang kelenteng penuh sesak masyarakat yang menikmati. Alhasil, atraksi barongsai dipersingkat agar tak memicu kerumunan di kalangan masyarakat.”Ini tadi hanya ibadah terbatas. Ada barongsai hanya untuk penyambutan Forkopimda. Sebab sudah dua tahun tidak ada acara. Kalaupun kami tidak adakan, mereka (masyarakat) tetap datang,” ujar Gede.

Baca Juga :  Pencairan Mepet, Lembaga Keteteran Penyaluran
- Advertisement -

Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Beny Asman mengatakan, dalam upaya menghalau kerumunan di perayaan hari Imlek di Kota Mojokerto, pihaknya bersama Satgas COVID-19 Kota Mojokerto harus menghentikan ritual atraksi barongsai yang berlangsung di halaman KElenteng Hok Sian Kiong di Kota Mojokerto. ”Walaupun kota Level 1, prokes tetap dibatasi, sehingga banyak hal-hal yang kita potong kegiatan lebih pendek,” tegasnya.

Selain itu, selama berlangsungnya ritual atraksi barongsai, pihaknya terus berusaha mengimbau masyarakat agar selalu menjaga protokol kesehatan. Terlebih saat ini Kota Mojokerto masuk dalam Level 1 PPKM. ”Seperti kita lihat, perayaan Imlek tahun 2022 di Kota Mojokerto dilakukan pembatasan dan prokes khususnya pembatasan umat yang beribadah dan masyarakat semua kita batasi,” tutupnya. (oce/ron)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/