alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Vaksinasi Nakes Baru Tercapai 51 Persen

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jumlah tenaga kesehatan (nakes) di Kota Mojokerto yang sudah mendapat vaksinasi Covid-19 baru mencapai 51 persen atau sekitar 1.811 orang. Data nakes yang menjadi sasaran vaksin sendiri didapat ada sekitar 3.551 jiwa. Proses vaksinasi belum bisa berjalan secara maksimal lantaran masih ada nakes yang baru selesai menjalani isolasi, dan yang memiliki komorbid. Sehingga gagal divaksin.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan imunisasi masal molor dari jadwal sebelumnya. ”Kami mohon maaf, hingga saat ini, target jumlah sasaran vaksin baru tercapai 51 persen,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Mojokerto drg Maria Poeriani Soekowardani  Senin (1/2) saat memberikan sambutan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Maria menambahkan, dengan segala waktu yang tersisa menjelang suntikan vaksin kedua akan dipergunakan sebaik mungkin. Salah satu strategi yang dilakukan DKP2KB adalah dengan menambah waktu pelayanan di fasyankes yang melakukan vaksinasi.

Baca Juga :  Kabupaten Kembali Terima 4.360 Vaksin

Sehingga, proses vaksinasi ini bisa dikebut agar tuntas secepat mungkin. Dengan begitu, nantinya proses vaksinasi tahap awal selesai dan langsung dilanjutkan dengan tahap berikutnya. ”Kami siap dengan 23 faskes untuk menyelesaikan kekurangan ini, dengan menambah waktu pelayanan. Kami juga siap untuk menyelesaikan sampai dengan hari ini (kemarin). Dan besok (hari ini) kami akan segera bergeser ke tahap berikutnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Puskesmas Induk Kranggan baru melaksanakan proses vaksinasi perdana. Di mana, puskesmas tersebut kebagian jadwal mulai Senin (1/2) hingga Rabu (3/2) mendatang. Selain itu, puskesmas ini sepat lockdown beberapa waktu lalu. Sehingga, baru menggelar imunisasi masal yang diikuti oleh puskesmas pembantu (pustu) di sekitar daerah Kranggan. ”Nakes kita banyak yang isolasi juga kan habis lockdown. Terus banyak yang komorbid juga. Jadi ini nanti rencana masih ada sweeping lagi biar tervaksin semua,” ujar Kepala Puskesmas Induk Kranggan drg Riris Damajanti.

Baca Juga :  Daftar Tahun 2018, CJH Berangkat Tahun 2042

Menurut Riris, dalam minggu ini puskesmasnya akan melakukan sweeping. Dengan tujuan agar nakes yang belum melaksanakan vaksinasi akan ditinjau lagi. Sebab, lanjut dia, pada awal skrining lalu banyak nakes gagal akibat memiliki komorbid. Sehingga, perlu diadakan waktu terkontrol terlebih dahulu agar mereka bisa divaksin.

”Ya teknisnya di-calling lagi, apakah sudah siap untuk divaksin. Tapi, kalau yang komorbid mereka harus dicek ke rumah sakit (RS) umum. Semisal, kondisinya lebih bagus di RS ya vaksinnya terpaksa di sana,” tandasnya. (oce)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jumlah tenaga kesehatan (nakes) di Kota Mojokerto yang sudah mendapat vaksinasi Covid-19 baru mencapai 51 persen atau sekitar 1.811 orang. Data nakes yang menjadi sasaran vaksin sendiri didapat ada sekitar 3.551 jiwa. Proses vaksinasi belum bisa berjalan secara maksimal lantaran masih ada nakes yang baru selesai menjalani isolasi, dan yang memiliki komorbid. Sehingga gagal divaksin.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan imunisasi masal molor dari jadwal sebelumnya. ”Kami mohon maaf, hingga saat ini, target jumlah sasaran vaksin baru tercapai 51 persen,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Mojokerto drg Maria Poeriani Soekowardani  Senin (1/2) saat memberikan sambutan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Maria menambahkan, dengan segala waktu yang tersisa menjelang suntikan vaksin kedua akan dipergunakan sebaik mungkin. Salah satu strategi yang dilakukan DKP2KB adalah dengan menambah waktu pelayanan di fasyankes yang melakukan vaksinasi.

Baca Juga :  Daftar Tahun 2018, CJH Berangkat Tahun 2042

Sehingga, proses vaksinasi ini bisa dikebut agar tuntas secepat mungkin. Dengan begitu, nantinya proses vaksinasi tahap awal selesai dan langsung dilanjutkan dengan tahap berikutnya. ”Kami siap dengan 23 faskes untuk menyelesaikan kekurangan ini, dengan menambah waktu pelayanan. Kami juga siap untuk menyelesaikan sampai dengan hari ini (kemarin). Dan besok (hari ini) kami akan segera bergeser ke tahap berikutnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Puskesmas Induk Kranggan baru melaksanakan proses vaksinasi perdana. Di mana, puskesmas tersebut kebagian jadwal mulai Senin (1/2) hingga Rabu (3/2) mendatang. Selain itu, puskesmas ini sepat lockdown beberapa waktu lalu. Sehingga, baru menggelar imunisasi masal yang diikuti oleh puskesmas pembantu (pustu) di sekitar daerah Kranggan. ”Nakes kita banyak yang isolasi juga kan habis lockdown. Terus banyak yang komorbid juga. Jadi ini nanti rencana masih ada sweeping lagi biar tervaksin semua,” ujar Kepala Puskesmas Induk Kranggan drg Riris Damajanti.

Baca Juga :  Polisi Selidiki Dugaan Permainan Izin Layanan Jaringan Internet Biznet

Menurut Riris, dalam minggu ini puskesmasnya akan melakukan sweeping. Dengan tujuan agar nakes yang belum melaksanakan vaksinasi akan ditinjau lagi. Sebab, lanjut dia, pada awal skrining lalu banyak nakes gagal akibat memiliki komorbid. Sehingga, perlu diadakan waktu terkontrol terlebih dahulu agar mereka bisa divaksin.

- Advertisement -

”Ya teknisnya di-calling lagi, apakah sudah siap untuk divaksin. Tapi, kalau yang komorbid mereka harus dicek ke rumah sakit (RS) umum. Semisal, kondisinya lebih bagus di RS ya vaksinnya terpaksa di sana,” tandasnya. (oce)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/