alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 17, 2022

Sekolah Kota Tatap Muka Penuh

MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seluruh SD-SMP Kota Mojokerto melakukan kerja bakti menjelang kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM), Senin (3/1) mendatang. Itu setelah keputusan pelaksanaan PTM secara penuh atau masuk 100 persen pada tahun ajaran baru ini mendapat lampu hijau Wali Kota Mojokerto selaku Ketua Satgas Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Kota Mojokerto Amin Wachid mengatakan berdasarkan syarat pelaksanaan PTM penuh, cakupan vaksinasi di Kota Mojokerto sudah tinggi sehingga berkategori level 1. Sedangkan vaksinasi tenaga pendidik dan kependidikan di atas 80 persen dan capaian vaksin lansia dosis kedua di atas 60 persen. Karenanya, PTM 100 persen mulai besok sudah bisa diberlakukan.

’’Karena Mojokerto sudah masuk level 1 dan vaksinasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan itu sudah di atas 80 persen. Serta vaksinasi lansia secara total juga sudah sampai 68,20 persen. Maka atas izin Ibu Wali Kota dan menindaklanjuti dari SKB empat menteri yang terbaru, pembelajaran tatap muka mulai 3 Januari nanti sudah bisa dilakukan secara sepenuhnya, artinya sudah 100 persen,’’ katanya. Adapun total vaksinasi anak di Kota Mojokerto hingga kemarin (1/1) sudah mencapai 42,66 persen.

Baca Juga :  Pencairan Mepet, Lembaga Keteteran Penyaluran

Amin melanjutkan, PTM secara penuh ini bakal dilakukan setiap hari. Tentunya dengan kapasitas ruang kelas 100 persen dengan waktu pembelajaran sebanyak enam jam tanpa istirahat. Sebab, lanjutnya, kantin masih belum diperbolehkan buka selama PTM terbatas. ’’Anak-anak tetap membawa bekal dari rumah. Koperasi siswa boleh dibuka namun hanya untuk menjual air mineral saja,’’ tutur Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto ini.

Dikatakannya, kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan di luar kelas boleh dilakukan. Namun, tetap harus dengan penerapan prokes yang ketat. Tak hanya itu, untuk kegiatan upacara bendera hanya bisa dilaksanakan sebanyak dua kali seminggu. ’’(Upacara) Tetap dibatasi dengan prokes pelaksanaannya. Kapasitas yang ikut juga disesuaikan dengan lokasi upacara,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Menkominfo Warning Semua Penyelanggara Medsos

Sementara itu, di Kabupaten belum bisa melaksanakan PTM secara penuh. Pasalnya, hingga kini usulan terkait PTM 100 persen masih dalam pembahasan dari Satgas Covid-19. Sehingga, mulai Senin (3/1) nanti, PTM tetap dilaksanakan secara terbatas, yakni dengan kapasitas 50 persen. ’’Masih belum bisa bisa mulai Senin (3/1) nanti tetap masuk bergiliran seperti semester sebelumnya. Karena, saat ini usulannya (rencana PTM penuh) masih dalam pembahasan dengan Satgas Covid-19,’’ ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin.

Kendati demikian, lanjut dia, tetap akan ada penambahan jam belajar meski kapasitas PTM belum 100 persen. Itu disesuaikan dengan keputusan terbaru dari SKB empat menteri. Per harinya jam pembelajaran digelar selama enam jam tanpa jam istirahat. ’’Upacara, ekskul, dan olahraga belum bisa juga karena kita menunggu keputusan terbaru dari Satgas Covid-19. Kemungkinan, kita baru bisa melaksanakan PTM secara penuh pertengahan Januari nanti,’’ ulasnya. (oce/fen)

MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seluruh SD-SMP Kota Mojokerto melakukan kerja bakti menjelang kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM), Senin (3/1) mendatang. Itu setelah keputusan pelaksanaan PTM secara penuh atau masuk 100 persen pada tahun ajaran baru ini mendapat lampu hijau Wali Kota Mojokerto selaku Ketua Satgas Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Kota Mojokerto Amin Wachid mengatakan berdasarkan syarat pelaksanaan PTM penuh, cakupan vaksinasi di Kota Mojokerto sudah tinggi sehingga berkategori level 1. Sedangkan vaksinasi tenaga pendidik dan kependidikan di atas 80 persen dan capaian vaksin lansia dosis kedua di atas 60 persen. Karenanya, PTM 100 persen mulai besok sudah bisa diberlakukan.

’’Karena Mojokerto sudah masuk level 1 dan vaksinasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan itu sudah di atas 80 persen. Serta vaksinasi lansia secara total juga sudah sampai 68,20 persen. Maka atas izin Ibu Wali Kota dan menindaklanjuti dari SKB empat menteri yang terbaru, pembelajaran tatap muka mulai 3 Januari nanti sudah bisa dilakukan secara sepenuhnya, artinya sudah 100 persen,’’ katanya. Adapun total vaksinasi anak di Kota Mojokerto hingga kemarin (1/1) sudah mencapai 42,66 persen.

Baca Juga :  Sekeluarga Tertimpa Tembok Rumah

Amin melanjutkan, PTM secara penuh ini bakal dilakukan setiap hari. Tentunya dengan kapasitas ruang kelas 100 persen dengan waktu pembelajaran sebanyak enam jam tanpa istirahat. Sebab, lanjutnya, kantin masih belum diperbolehkan buka selama PTM terbatas. ’’Anak-anak tetap membawa bekal dari rumah. Koperasi siswa boleh dibuka namun hanya untuk menjual air mineral saja,’’ tutur Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto ini.

Dikatakannya, kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan di luar kelas boleh dilakukan. Namun, tetap harus dengan penerapan prokes yang ketat. Tak hanya itu, untuk kegiatan upacara bendera hanya bisa dilaksanakan sebanyak dua kali seminggu. ’’(Upacara) Tetap dibatasi dengan prokes pelaksanaannya. Kapasitas yang ikut juga disesuaikan dengan lokasi upacara,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Enam Jam tanpa Istirahat

Sementara itu, di Kabupaten belum bisa melaksanakan PTM secara penuh. Pasalnya, hingga kini usulan terkait PTM 100 persen masih dalam pembahasan dari Satgas Covid-19. Sehingga, mulai Senin (3/1) nanti, PTM tetap dilaksanakan secara terbatas, yakni dengan kapasitas 50 persen. ’’Masih belum bisa bisa mulai Senin (3/1) nanti tetap masuk bergiliran seperti semester sebelumnya. Karena, saat ini usulannya (rencana PTM penuh) masih dalam pembahasan dengan Satgas Covid-19,’’ ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin.

- Advertisement -

Kendati demikian, lanjut dia, tetap akan ada penambahan jam belajar meski kapasitas PTM belum 100 persen. Itu disesuaikan dengan keputusan terbaru dari SKB empat menteri. Per harinya jam pembelajaran digelar selama enam jam tanpa jam istirahat. ’’Upacara, ekskul, dan olahraga belum bisa juga karena kita menunggu keputusan terbaru dari Satgas Covid-19. Kemungkinan, kita baru bisa melaksanakan PTM secara penuh pertengahan Januari nanti,’’ ulasnya. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/