alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Picu Kemacetan Lima Kilometer

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Objek Wisata Bukit Kayoe Putih bak lautan manusia, kemarin. Ribuan pengunjung menyesaki kawasan yang berada di Hutan Watu Blorok, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, tersebut.

Kondisi ini sempat memicu kemacetan parah di jalur alternatif Mojokerto-Gresik. Pantauan di lokasi, antrean panjang terjadi di loket hingga pukul 14.00. Para pengunjung berjubel menunggu giliran masuk ke area objek wisata. Kepadatan ini juga terjadi di jalur menuju wisata yang baru buka tersebut.

Kemacetan kendaraan terpantau sepanjang kurang lebih lima kilometer. Serbuan pengunjung pada akhir pekan yang bertepatan dengan libur tahun baru ini sempat memicu penumpukan kendaraan hingga simpang empat Jalan PB Sudirman, Desa Kupang. ’’Full macet notok jedok,’’ celetuk Evi, salah satu pengguna jalan.

Menurutnya, kemacetan parah ini terjadi sejak pagi hari. Kerumunan pun tak terhindarkan. Kendaraan roda dua maupun roda empat mengantre untuk masuk ke wisata. Kondisi tersebut berlangsung hingga sore hari. Akibatnya arus lalu lintas di jalur alternatif Kabupaten Mojokerto-Gresik ini terbambat.

Baca Juga :  Kamar Rawat Pengemudi Bus Dijaga Ketat Tiga Anggota Polisi

Petugas kepolisian harus turun ke lokasi melakukan pengalihan arus guna mengurangi tingkat kemacetan. ’’Simpang empat Kupang tadi sempat saya tutup karena sudah penuh,’’ ujar petugas Polsek Jetis Aiptu A. Yuliadi yang turun ke lokasi. Selain mengatur arus lalu lintas, pihaknya juga mengarahkan para pengunjung di pintu masuk wisata.

Menurutnya, kepadatan terjadi karena banyaknya warga yang merayakan hari libur kali ini. Sejumlah tempat wisata yang selama ini menjadi jujukan telah penuh, sehingga mereka menyerbu objek wisata yang berada di lahan Perhutani ini. Tak hanya dari Mojokerto, wisatawan juga datang dari luar daerah. Seperti Gresik dan Sidoarjo. ’’Sudah penuh semua akhirnya lari ke sini,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Momentum Lanjutkan Cita-Cita Syuhada

Kondisi ini membuat pihaknya kesulitan mengurai kepadatan pengunjung. Polisi bersama pengelola objek wisata hanya berusaha memberi imbauan kepada pengunjung supaya menjaga protokol kesehatan. Hal ini guna mengantisipasi penularan Covid-19 akibat kerumunan yang terjadi. ’’Kita ingatkan untuk tetap patuh prokes saja,’’ jelasnya. Upaya demikian juga menjadi perhatian pihak Perhutani

Humas KPH Mokokerto Dwi Wahyono mengatakan, lonjakan pengunjung biasa terjadi pada momen libur. Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi terjadi kerumunan. ’’Sudah dikoordinasikan  dengan pihak-pihak terkait, meliputi pengelola, polsek, dan polres yang intinya jangan sampai ada kerumunan,’’ tegasnya. (adi/fen)

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Objek Wisata Bukit Kayoe Putih bak lautan manusia, kemarin. Ribuan pengunjung menyesaki kawasan yang berada di Hutan Watu Blorok, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, tersebut.

Kondisi ini sempat memicu kemacetan parah di jalur alternatif Mojokerto-Gresik. Pantauan di lokasi, antrean panjang terjadi di loket hingga pukul 14.00. Para pengunjung berjubel menunggu giliran masuk ke area objek wisata. Kepadatan ini juga terjadi di jalur menuju wisata yang baru buka tersebut.

Kemacetan kendaraan terpantau sepanjang kurang lebih lima kilometer. Serbuan pengunjung pada akhir pekan yang bertepatan dengan libur tahun baru ini sempat memicu penumpukan kendaraan hingga simpang empat Jalan PB Sudirman, Desa Kupang. ’’Full macet notok jedok,’’ celetuk Evi, salah satu pengguna jalan.

Menurutnya, kemacetan parah ini terjadi sejak pagi hari. Kerumunan pun tak terhindarkan. Kendaraan roda dua maupun roda empat mengantre untuk masuk ke wisata. Kondisi tersebut berlangsung hingga sore hari. Akibatnya arus lalu lintas di jalur alternatif Kabupaten Mojokerto-Gresik ini terbambat.

Baca Juga :  Kapolresta Targetkan Vaksin Karyawan 43 Perusahaan

Petugas kepolisian harus turun ke lokasi melakukan pengalihan arus guna mengurangi tingkat kemacetan. ’’Simpang empat Kupang tadi sempat saya tutup karena sudah penuh,’’ ujar petugas Polsek Jetis Aiptu A. Yuliadi yang turun ke lokasi. Selain mengatur arus lalu lintas, pihaknya juga mengarahkan para pengunjung di pintu masuk wisata.

Menurutnya, kepadatan terjadi karena banyaknya warga yang merayakan hari libur kali ini. Sejumlah tempat wisata yang selama ini menjadi jujukan telah penuh, sehingga mereka menyerbu objek wisata yang berada di lahan Perhutani ini. Tak hanya dari Mojokerto, wisatawan juga datang dari luar daerah. Seperti Gresik dan Sidoarjo. ’’Sudah penuh semua akhirnya lari ke sini,’’ ucapnya.

Baca Juga :  RPH Tak Sembelih Sapi Sakit
- Advertisement -

Kondisi ini membuat pihaknya kesulitan mengurai kepadatan pengunjung. Polisi bersama pengelola objek wisata hanya berusaha memberi imbauan kepada pengunjung supaya menjaga protokol kesehatan. Hal ini guna mengantisipasi penularan Covid-19 akibat kerumunan yang terjadi. ’’Kita ingatkan untuk tetap patuh prokes saja,’’ jelasnya. Upaya demikian juga menjadi perhatian pihak Perhutani

Humas KPH Mokokerto Dwi Wahyono mengatakan, lonjakan pengunjung biasa terjadi pada momen libur. Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi terjadi kerumunan. ’’Sudah dikoordinasikan  dengan pihak-pihak terkait, meliputi pengelola, polsek, dan polres yang intinya jangan sampai ada kerumunan,’’ tegasnya. (adi/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Kemenag Serahkan Sanksi ke Madrasah

Temukan Sajam hingga Ponsel Rakitan

Inovasi Cafe Putuk di Masa Pandemi

Artikel Terbaru


/