alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Ratusan CJH Terancam Tak Bisa Lunasi BPIH

MOJOKERTO – Ratusan jamaah haji (CJH) di Kabupaten Mojokerto terancam tidak bisa melakukan pelunasan biaya penyelenggaaan ibadah haji (BPIH).

Mengingat, masih banyak CJH yang belum melakukan pemeriksaan kesehatan. Kabid Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra, menjelaskan, dinkes telah mengagendakan jadwal pemeriksaan tahap pertama di seluruh puskesmas.

Namun, hingga berakhirnya jadwal pemeriksaan pada 27 Desember 2018 lalu, masih terdapat ratusan CJH yang belum melaksanakan. ”Belum semuanya. Ada beberapa yang belum mendatangi puskesmas,” ungkapnya.

Namun, hingga kemarin, pihaknya masih melakukan pendataan jumlah CJH yang sudah melakukan pemeriksaan 27 puskesmas di Kabupaten Mojokerto. Data dinkes menyebutkan, dari 18 wilayah kecamatan terdapat 2.154 CJH yang berhak melunasi BPIH.

Baca Juga :  Jumlah Penumpang Kereta Api Merosot

Tetapi, sebelum melakukan pembayaran selisih kekurangan setoran awal BPIH tersebut, mereka diharuskan untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan tahap pertama.

Pasalnya, Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan tahapan kesehatan itu sebagai syarat wajib untuk melunasi BPIH. ”Yang belum melakukan pemeriksaan, otomatis tidak bisa melunasi nanti,” ujarnya.

Oleh karena itu, Langit mengimbau puskesmas untuk kembali melakukan sosialisasi kepada CJH. Di samping itu, dinkes melakukan perpanjangan agenda pemeriksaan kesehatan sambil menunggu jadwal pelunasan BPIH dari Kemenag.

”Seluruh puskesmas  tetap melayani,” pungkasnya. Menurutnya, pemeriksaan tahap pertama dilakukan untuk mengetahui kondisi umum dan mendetaksi penyakit yang diidap CJH.

Selanjutnya, petugas kesehatan bakal melakukan pengelompokan bagi yang istithaah (mampu) dan status risiko tinggi (risti). Seluruh hasil pemeriksaan dan riwayat penyakit masing-masing CJH akan dimasukkan dalam kartu kesehatan jamaah haji (KKJH).

Baca Juga :  Monosodium Glutamat Menaikkan Selera Makan Lansia

Melalui sistem elektronik itu, akan memudahkan petugas memantau kesehatan saat di Tanah Suci nanti. ”Setelah ini, nanti ada tahap pemeriksaan kedua sekaligus pemberian vaksin meningitis,” pungkasnya.

Berdasarkan data Kemenag Kabupaten Mojokerto,  kuota haji tahun ini mengalami peningkatan. Kabupaten Mojokerto mendapatkan jatah sekitar hampir 2.300 kursi untuk musim haji ini.

Jumlah tersebut naik signifikan dibanding jumlah jamaah yang berangkat tahun lalu sebanyak 1.402 orang. Meski demikian, jatah kuota tersebut tergantung hasil pemeriksaan kesehatan dan pelunasan BPIH yang diperkirakan dibuka antara Januari-Februari ini. 

 

 

MOJOKERTO – Ratusan jamaah haji (CJH) di Kabupaten Mojokerto terancam tidak bisa melakukan pelunasan biaya penyelenggaaan ibadah haji (BPIH).

Mengingat, masih banyak CJH yang belum melakukan pemeriksaan kesehatan. Kabid Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra, menjelaskan, dinkes telah mengagendakan jadwal pemeriksaan tahap pertama di seluruh puskesmas.

Namun, hingga berakhirnya jadwal pemeriksaan pada 27 Desember 2018 lalu, masih terdapat ratusan CJH yang belum melaksanakan. ”Belum semuanya. Ada beberapa yang belum mendatangi puskesmas,” ungkapnya.

Namun, hingga kemarin, pihaknya masih melakukan pendataan jumlah CJH yang sudah melakukan pemeriksaan 27 puskesmas di Kabupaten Mojokerto. Data dinkes menyebutkan, dari 18 wilayah kecamatan terdapat 2.154 CJH yang berhak melunasi BPIH.

Baca Juga :  Turun Hujan, Jalan Seperti Sawah

Tetapi, sebelum melakukan pembayaran selisih kekurangan setoran awal BPIH tersebut, mereka diharuskan untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan tahap pertama.

Pasalnya, Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan tahapan kesehatan itu sebagai syarat wajib untuk melunasi BPIH. ”Yang belum melakukan pemeriksaan, otomatis tidak bisa melunasi nanti,” ujarnya.

- Advertisement -

Oleh karena itu, Langit mengimbau puskesmas untuk kembali melakukan sosialisasi kepada CJH. Di samping itu, dinkes melakukan perpanjangan agenda pemeriksaan kesehatan sambil menunggu jadwal pelunasan BPIH dari Kemenag.

”Seluruh puskesmas  tetap melayani,” pungkasnya. Menurutnya, pemeriksaan tahap pertama dilakukan untuk mengetahui kondisi umum dan mendetaksi penyakit yang diidap CJH.

Selanjutnya, petugas kesehatan bakal melakukan pengelompokan bagi yang istithaah (mampu) dan status risiko tinggi (risti). Seluruh hasil pemeriksaan dan riwayat penyakit masing-masing CJH akan dimasukkan dalam kartu kesehatan jamaah haji (KKJH).

Baca Juga :  Angka Kecelakaan Turun

Melalui sistem elektronik itu, akan memudahkan petugas memantau kesehatan saat di Tanah Suci nanti. ”Setelah ini, nanti ada tahap pemeriksaan kedua sekaligus pemberian vaksin meningitis,” pungkasnya.

Berdasarkan data Kemenag Kabupaten Mojokerto,  kuota haji tahun ini mengalami peningkatan. Kabupaten Mojokerto mendapatkan jatah sekitar hampir 2.300 kursi untuk musim haji ini.

Jumlah tersebut naik signifikan dibanding jumlah jamaah yang berangkat tahun lalu sebanyak 1.402 orang. Meski demikian, jatah kuota tersebut tergantung hasil pemeriksaan kesehatan dan pelunasan BPIH yang diperkirakan dibuka antara Januari-Februari ini. 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/