alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Sekolah Terpaksa Diliburkan, Siswa Diminta Belajar di Rumah

MOJOKERTO – Pasca adanya aksi penyegelan oleh ahli waris di SDN Kranggan 1, Kota Mojokerto, Selasa (2/1) pagi ini, sejumlah siswa dan wali murid banyak yang kecele. Mereka terpaksa kembali pulang lantaran tidak bisa masuk ke sekolah. Sebab, akses pintu masuk ke sekolah masih dalam keadaan terkunci atau tersegel.

Agus, salah satu wali murid asal Lingkungan Pekayon, Kelurahan/Kecamatan Kranggan menuturkan, dia tidak mengetahui jika sekolah disegel oleh oknum mengatasnamakan ahli waris itu. Alhasil, dia pun terpaksa balik kucing alias kembali pulang ke rumah. “Tidak tahu kalau disegel. Jadi pulang lagi saja,” ujar orang tua siswa kelas II ini.

Sementara itu, suasana di depan SDN di Jalan Pekayon I ini relatif sepi. Sebab, pihak sekolah sepakat untuk meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) di hari pertama masuk sekolah pasca libur panjang Natal dan tahun baru (Nataru). Nampak sejumlah petugas Babinsa dan Babinkamtibmas Kelurahan Kranggan berjaga di depan sekolah.

Baca Juga :  Bupati Ikfina Resmikan Gedung E RSUD Prof dr Seokandar

Meski demikian, sejumlah orang tua tetap terlihat berdatangan untuk mengantarkan anaknya sekolah. Di depan pintu gerbang utama masih terpasang plang atau banner bertuliskan permintaan ahli waris untuk menonaktifkan KBM akibat belum selesainya kasus sengketa tukar guling lahan antara Pemkot Mojokerto dengan ahli waris. 

Kepala Sekolah SDN Kranggan 1 Endang menyatakan, kesepakatan antara wali murid, komite, dan pihak sekolah, disepakati untuk meliburkan KBM dalam waktu sementara. “Anak-anak sementara belajar di rumah dulu,” ujarnya. 

Sebenarnya, kata dia, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto menghendaki agar 248 siswa mulai jenjang kelas I hingga VI untuk direlokasi di aula Kantor Dispendik di Jalan Benteng Pancasila (Benpas).

Namun, banyak wali murid yang merasa keberatan karena pertimbangan akses yang terlalu jauh dan dikhawatirkan memengaruhi psikologis anak. “Kemarin orang tua tidak mau kalau anak-anak dieksploitasi. Jadi, hari ini belajar di rumah,” paparnya.

Baca Juga :  Bupati Perintahkan Segera Diperbaiki

Hari ini, sedianya seluruh dewan guru, perwakilan wali murid, dan komite dijadwalkan menggelar audiensi dengan dispendik dan BPPKA Kota Mojokerto. Pertemuan itu akan dilakukan di kantor dispendik untuk membahas terkait sengketa lahan dan nasib kegiatan belajar siswa pasca penyegelan. “Bagimana belajar siswa ke depan, nanti nunggu hasil pertemuan,” pungkas Endang.

MOJOKERTO – Pasca adanya aksi penyegelan oleh ahli waris di SDN Kranggan 1, Kota Mojokerto, Selasa (2/1) pagi ini, sejumlah siswa dan wali murid banyak yang kecele. Mereka terpaksa kembali pulang lantaran tidak bisa masuk ke sekolah. Sebab, akses pintu masuk ke sekolah masih dalam keadaan terkunci atau tersegel.

Agus, salah satu wali murid asal Lingkungan Pekayon, Kelurahan/Kecamatan Kranggan menuturkan, dia tidak mengetahui jika sekolah disegel oleh oknum mengatasnamakan ahli waris itu. Alhasil, dia pun terpaksa balik kucing alias kembali pulang ke rumah. “Tidak tahu kalau disegel. Jadi pulang lagi saja,” ujar orang tua siswa kelas II ini.

Sementara itu, suasana di depan SDN di Jalan Pekayon I ini relatif sepi. Sebab, pihak sekolah sepakat untuk meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) di hari pertama masuk sekolah pasca libur panjang Natal dan tahun baru (Nataru). Nampak sejumlah petugas Babinsa dan Babinkamtibmas Kelurahan Kranggan berjaga di depan sekolah.

Baca Juga :  Kali Sadar Dikeruk, Plengsengan Sungai di Kota Ambrol

Meski demikian, sejumlah orang tua tetap terlihat berdatangan untuk mengantarkan anaknya sekolah. Di depan pintu gerbang utama masih terpasang plang atau banner bertuliskan permintaan ahli waris untuk menonaktifkan KBM akibat belum selesainya kasus sengketa tukar guling lahan antara Pemkot Mojokerto dengan ahli waris. 

Kepala Sekolah SDN Kranggan 1 Endang menyatakan, kesepakatan antara wali murid, komite, dan pihak sekolah, disepakati untuk meliburkan KBM dalam waktu sementara. “Anak-anak sementara belajar di rumah dulu,” ujarnya. 

Sebenarnya, kata dia, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto menghendaki agar 248 siswa mulai jenjang kelas I hingga VI untuk direlokasi di aula Kantor Dispendik di Jalan Benteng Pancasila (Benpas).

- Advertisement -

Namun, banyak wali murid yang merasa keberatan karena pertimbangan akses yang terlalu jauh dan dikhawatirkan memengaruhi psikologis anak. “Kemarin orang tua tidak mau kalau anak-anak dieksploitasi. Jadi, hari ini belajar di rumah,” paparnya.

Baca Juga :  Kontraktor Di-Deadline Rampungkan Bulan Ini

Hari ini, sedianya seluruh dewan guru, perwakilan wali murid, dan komite dijadwalkan menggelar audiensi dengan dispendik dan BPPKA Kota Mojokerto. Pertemuan itu akan dilakukan di kantor dispendik untuk membahas terkait sengketa lahan dan nasib kegiatan belajar siswa pasca penyegelan. “Bagimana belajar siswa ke depan, nanti nunggu hasil pertemuan,” pungkas Endang.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/