alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Dispendik: Siswa Jadi Korban Kasus Sengketa Lahan

MOJOKERTO – Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto, Novi Rahardjo menyatakan, bahwa siswa SDN Kranggan 1 merupakan korban atas sengketa tukar guling lahan.

Sehingga, peserta didik yang seharusnya bisa masuk untuk mengawali hari pertama sekolah terpaksa harus tertunda. ”Pada dasarnya kami adalah korban. Karena, awal mula SDN Kranggan 1 itu dulu memang ada di Jalan Majapahit. Kemudian, ada proses tukar guling yang sekarang ini ada. Tapi, kenyataannya tukar guling itu bermasalah,” ulasnya, Senin (1/1).

Dia menyatakan, dispendik tidak memiliki kewenangan atas penyelesaian sengketa lahan. Sebab, kasus itu kini telah dilaporkan oleh ahli waris dan sedang ditangani oleh pihak kepolisian.

Menurutnya, hingga saat ini proses hukum sedang berjalan. Oleh karena itu, pihaknya juga tidak akan menyikapi atas aksi penyegelan. ”Apakah nanti misalnya gembok atau segel itu dibuka, tentunya kami berharap pada aparat penegak hukum yang berwenang menangani masalah ini,” tukas Novi.

Baca Juga :  ODHA masih Alami Diskriminasi

Meski demikian, dispendik akan mengambil langkah terkait aksi sepihak tersebut. Novi mengaku, hari ini akan akan melayangkan laporan tertulis atas penyegelan kepada pihak kepolisian.

Sebab, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa semua siswa harus mendapatkan pendidikan dan tempat yang layak. ”Masalah (sengketa) ini kan sudah dilaporkan ke ranah hukum. Kami harap sesegera mungkin ada tindakan yang sesuai dengan ketentuan,” paparnya.

Novi menambahkan, karena kasus sengketa tukar guling lahan SDN Kranggan 1 kini sedang berjalan, maka langkah penyegelan atau penutupan seharusnya bukan dilakukan secara sepihak.

Melainkan dilakukan oleh aparat yang berwenang. ”Karena bersengketa, kita belum tahu aset (SDN 1 Kranggan 1) ini punya siapa. Karena belum inkracht dan proses hukum sedang berjalan,” imbuhnya.

Untuk KBM sementara, Novi menyatakan sudah menyiapkan tempat di aula Kantor Dispendik Kota Mojokerto. Namun, banyak orang tua siswa yang merasa keberatan karena akses yang terlalu jauh dengan tempat tinggalnya.

Baca Juga :  Kontraktor Lempar Handuk

Selain itu, pihaknya menyiapkan opsi lain jika penyegelan tidak secepatnya terselesaikan. Dispendik tengah memetakan lokasi sementara untuk menampung KBM siswa. Upaya itu dilakukan dengan merelokasi siswa di gedung SD terdekat lainnya.

Namun, konsekuensinya harus dilakukan pembagian jadwal sekolah pagi dan sore hari.  ”Karena kami tidak punya gedung lain. Jika memang emergency, salah satu cara adik-adik (siswa) masuk sore,” tandasnya.

Akan tetapi, dia berharap agar permasalahan ini bisa segera terselesaikan. Sehingga, siswa juga akan secepat mungkin mendapat kepastian tempat untuk belajar.

”Tentu kami tidak ingin masalah ini berlarut-larut. APH, dalam hal ini kepolisian yang sedang menangani masalah ini punya kewenangan menentukan masalah selanjutnya dan bisa ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” pungkas Novi.

 

MOJOKERTO – Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto, Novi Rahardjo menyatakan, bahwa siswa SDN Kranggan 1 merupakan korban atas sengketa tukar guling lahan.

Sehingga, peserta didik yang seharusnya bisa masuk untuk mengawali hari pertama sekolah terpaksa harus tertunda. ”Pada dasarnya kami adalah korban. Karena, awal mula SDN Kranggan 1 itu dulu memang ada di Jalan Majapahit. Kemudian, ada proses tukar guling yang sekarang ini ada. Tapi, kenyataannya tukar guling itu bermasalah,” ulasnya, Senin (1/1).

Dia menyatakan, dispendik tidak memiliki kewenangan atas penyelesaian sengketa lahan. Sebab, kasus itu kini telah dilaporkan oleh ahli waris dan sedang ditangani oleh pihak kepolisian.

Menurutnya, hingga saat ini proses hukum sedang berjalan. Oleh karena itu, pihaknya juga tidak akan menyikapi atas aksi penyegelan. ”Apakah nanti misalnya gembok atau segel itu dibuka, tentunya kami berharap pada aparat penegak hukum yang berwenang menangani masalah ini,” tukas Novi.

Baca Juga :  Lagi, Satpol PP Kota Segel Proyek Bangunan Bodong
- Advertisement -

Meski demikian, dispendik akan mengambil langkah terkait aksi sepihak tersebut. Novi mengaku, hari ini akan akan melayangkan laporan tertulis atas penyegelan kepada pihak kepolisian.

Sebab, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa semua siswa harus mendapatkan pendidikan dan tempat yang layak. ”Masalah (sengketa) ini kan sudah dilaporkan ke ranah hukum. Kami harap sesegera mungkin ada tindakan yang sesuai dengan ketentuan,” paparnya.

Novi menambahkan, karena kasus sengketa tukar guling lahan SDN Kranggan 1 kini sedang berjalan, maka langkah penyegelan atau penutupan seharusnya bukan dilakukan secara sepihak.

Melainkan dilakukan oleh aparat yang berwenang. ”Karena bersengketa, kita belum tahu aset (SDN 1 Kranggan 1) ini punya siapa. Karena belum inkracht dan proses hukum sedang berjalan,” imbuhnya.

Untuk KBM sementara, Novi menyatakan sudah menyiapkan tempat di aula Kantor Dispendik Kota Mojokerto. Namun, banyak orang tua siswa yang merasa keberatan karena akses yang terlalu jauh dengan tempat tinggalnya.

Baca Juga :  Pemkot Wujudkan Good governance dan Open Government

Selain itu, pihaknya menyiapkan opsi lain jika penyegelan tidak secepatnya terselesaikan. Dispendik tengah memetakan lokasi sementara untuk menampung KBM siswa. Upaya itu dilakukan dengan merelokasi siswa di gedung SD terdekat lainnya.

Namun, konsekuensinya harus dilakukan pembagian jadwal sekolah pagi dan sore hari.  ”Karena kami tidak punya gedung lain. Jika memang emergency, salah satu cara adik-adik (siswa) masuk sore,” tandasnya.

Akan tetapi, dia berharap agar permasalahan ini bisa segera terselesaikan. Sehingga, siswa juga akan secepat mungkin mendapat kepastian tempat untuk belajar.

”Tentu kami tidak ingin masalah ini berlarut-larut. APH, dalam hal ini kepolisian yang sedang menangani masalah ini punya kewenangan menentukan masalah selanjutnya dan bisa ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” pungkas Novi.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/