alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Patung Kuda Diboyong ke Rest Area

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Setelah tugu, kini patung kuda jingkrak telah menghilang dari area Alun-Alun Kota Mojokerto. Lima patung kuda putih itu dibongkar lalu diboyong ke Rest Area Gunung Gedangan.

Pembongkaran ini dilakukan menyusul keputusan pemerintah Kota Mojokerto yang menggeser proyek Skywalk Majapahit di sisi selatan alun-alun. Rencananya, proyek ini berlangsung tahun 2022 nanti.

Kabid Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto Erijanto Mukti Wibowo mengungkapkan, patung kuda yang sebelumnya berada di selatan alun-alun telah dibongkar pada Senin (29/11) malam. ”Jadi hanya dipindah saja ke Rest Area Gunung Gedangan,” terangnya, kemarin (30/11).

Dia menyebutkan, pemindahan patung kuda jingkak tersebut menyusul adanya rencana pembangunan Skywalk Mojopahit tahun depan. Semula, proyek ini dibangun di Jalan Mojopahit utara atau di antara Makorem 082/CPYJ dan Makodim 0815 Mojokerto.

Karena itu, sejumlah fasilitas publik di sepanjang Jalan Veteran dan Jalan KH Hasyim Asy’ari secara bertahap akan disterilkan. Termasuk taman dan kolam air juga akan dibersihkan. ”Karena di selatan alun-alun itu kan nanti untuk dibangun skywalk,” ulasnya.

Baca Juga :  Merawat Kepedulian Sosial di Masa Pandemi Melalui Celengan Kasih

Eri menyebutkan, patung kuda akan tetap difungsikan sebagai ornamen. Rencananya, patung tersebut didirikan untuk melengkapi area taman di kompleks Rest Area Gunung Gedangan, Jalan Bypass, Kota Mojokerto.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Mashudi menambahkan, titik pembangunan proyek skywalk dipastikan akan direlokasi ke selatan alun-alun. Sehingga, di lokasi tersebut ke depan akan diratakan menjadi jalan. ”Lokasi bekas patung kuda nanti akan kita rapikan dan diratakan dengan aspal,” ujarnya.

Mashudi menyebutkan, proyek untuk wisata kuliner tersebut akan tetap dibangun dengan konsep ala rooftop. Namun, Detail Enggineering Design (DED) skywalk akan dilakukan review seiring perubahan lokasi dari sebelumnya akan dibangun di Jalan Mojopahit Utara.

Baca Juga :  Khofifah-Ning Ita Resmikan Masjid Agung

Disebutkannya, konstruksi proyek skywalk akan membentang dari titik area bekas patung kuda hingga di depan tulisan Alun-Alun Kota Mojokerto atau Jalan KH Hasyim Asy’ari. Sedangkan, persis di gerbang selatan alun-alun bakal disambung dengan jembatan. ”Sehingga Jalan A. Yani tetap berfungsi sebagaimana mestinya,” papar Mantan Kasatpol PP Kota Mojokerto ini.

Dengan relokasi proyek tersebut, ploting anggaran untuk skywalk di tahun 2022 nanti juga berubah. Jika di APBD 2021 dialokasikan Rp 11,4 miliar, tahun depan menjadi Rp 10 miliar. ”Bisa jadi nanti lebih rendah. Karena itu pagu anggaran saja, nanti di-review RAB (rencana anggaran biaya) bisa kurang dari Rp 10 miliar,” tutupnya.

Seperti diketahui, paket proyek Skywalk Mojopahit tahun ini sudah masuk lelang dan menetapkan pemenang. Tetapi, ikat kontrak tidak dapat terlaksana akibat terganjalnya rekomendasi Kodam V/Brawijaya karena dibangun di antara Makorem 082/CPYJ dan Makodim 0815 Mojokerto. (ram/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Setelah tugu, kini patung kuda jingkrak telah menghilang dari area Alun-Alun Kota Mojokerto. Lima patung kuda putih itu dibongkar lalu diboyong ke Rest Area Gunung Gedangan.

Pembongkaran ini dilakukan menyusul keputusan pemerintah Kota Mojokerto yang menggeser proyek Skywalk Majapahit di sisi selatan alun-alun. Rencananya, proyek ini berlangsung tahun 2022 nanti.

Kabid Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto Erijanto Mukti Wibowo mengungkapkan, patung kuda yang sebelumnya berada di selatan alun-alun telah dibongkar pada Senin (29/11) malam. ”Jadi hanya dipindah saja ke Rest Area Gunung Gedangan,” terangnya, kemarin (30/11).

Dia menyebutkan, pemindahan patung kuda jingkak tersebut menyusul adanya rencana pembangunan Skywalk Mojopahit tahun depan. Semula, proyek ini dibangun di Jalan Mojopahit utara atau di antara Makorem 082/CPYJ dan Makodim 0815 Mojokerto.

Karena itu, sejumlah fasilitas publik di sepanjang Jalan Veteran dan Jalan KH Hasyim Asy’ari secara bertahap akan disterilkan. Termasuk taman dan kolam air juga akan dibersihkan. ”Karena di selatan alun-alun itu kan nanti untuk dibangun skywalk,” ulasnya.

Baca Juga :  Dewan Segera Bentuk Panitia Pemilihan

Eri menyebutkan, patung kuda akan tetap difungsikan sebagai ornamen. Rencananya, patung tersebut didirikan untuk melengkapi area taman di kompleks Rest Area Gunung Gedangan, Jalan Bypass, Kota Mojokerto.

- Advertisement -

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Mashudi menambahkan, titik pembangunan proyek skywalk dipastikan akan direlokasi ke selatan alun-alun. Sehingga, di lokasi tersebut ke depan akan diratakan menjadi jalan. ”Lokasi bekas patung kuda nanti akan kita rapikan dan diratakan dengan aspal,” ujarnya.

Mashudi menyebutkan, proyek untuk wisata kuliner tersebut akan tetap dibangun dengan konsep ala rooftop. Namun, Detail Enggineering Design (DED) skywalk akan dilakukan review seiring perubahan lokasi dari sebelumnya akan dibangun di Jalan Mojopahit Utara.

Baca Juga :  Alumni Inkubasi Bisnis, Paling Laris Motif Sulur Majapahitan

Disebutkannya, konstruksi proyek skywalk akan membentang dari titik area bekas patung kuda hingga di depan tulisan Alun-Alun Kota Mojokerto atau Jalan KH Hasyim Asy’ari. Sedangkan, persis di gerbang selatan alun-alun bakal disambung dengan jembatan. ”Sehingga Jalan A. Yani tetap berfungsi sebagaimana mestinya,” papar Mantan Kasatpol PP Kota Mojokerto ini.

Dengan relokasi proyek tersebut, ploting anggaran untuk skywalk di tahun 2022 nanti juga berubah. Jika di APBD 2021 dialokasikan Rp 11,4 miliar, tahun depan menjadi Rp 10 miliar. ”Bisa jadi nanti lebih rendah. Karena itu pagu anggaran saja, nanti di-review RAB (rencana anggaran biaya) bisa kurang dari Rp 10 miliar,” tutupnya.

Seperti diketahui, paket proyek Skywalk Mojopahit tahun ini sudah masuk lelang dan menetapkan pemenang. Tetapi, ikat kontrak tidak dapat terlaksana akibat terganjalnya rekomendasi Kodam V/Brawijaya karena dibangun di antara Makorem 082/CPYJ dan Makodim 0815 Mojokerto. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/