alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Perbaikan Jalan Berlumpur Dijanjikan Tahun Depan

MOJOKERTO – Sejumlah sarana infrastruktur berupa jalan dengan kondisi rusak bakal menjadi prioritas perbaikan di tahun depan.

Di antaranya, ruas jalan poros Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, yang menjadi kewenangan Pemkab Mojokerto. Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto Ina Mujiastutik.

Beberapa titik jalan rusak masih ada di Kabupaten Mojokerto. Di antaranya sudah dibidik pemkab untuk diperbaiki. Ia membenarkan kondisi ruas jalan di Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, berupa jalan tanah berlumpur.

Komisi III bahkan sudah melakukan pembahasan terkait itu. Hingga, saat pembahasan anggaran pada agenda R-APBD 2019 lalu, sampai menjadi usulan pembahasan oleh komisinya. ’’Itu masuk perencanaan tahun 2019,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Wow! 95 Desa Digerojok BK Desa Senilai Rp 40 Miliar

Dikatakannya pula, pada ruas jalan yang lain dengan kondisi kerusakan bertingkat juga menjadi prioritas perbaikan infrastruktur. Disinggung rinciannya, pihaknya mengakui tidak hafal. Namun, hal itu sudah diatur rinci dalam APBD 2019 Kabupaten Mojokerto.

Hanya saja, pihaknya menandaskan, program infrastruktur masih menjadi tema besar dalam pembanguan pemkab tahun depan. ’’Bahkan semangat Komisi III menuntaskan infrastruktur,’’ tukasnya.

Tema pembangunan tahun 2019 adalah pemerataan pembangunan infrastruktur untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berdaya saing.

Namun demikian, tensi program infrastruktur di tahun depan lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya. Terlihat dari komposisi anggaran untuk program infrastruktur lewat ploting belanja modal.

Besarannya hanya mencapai Rp 310 miliar atau sekitar 13 persen dari total belanja daerah. Sedang, ploting belanja langsung Rp 834 miliar. Diketahui sebelumnya, kerusakan parah terjadi di jalan penghubung Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis.

Baca Juga :  Dipertemukan Partai Politik, Ning Ita Dipersunting Pengusaha

Tepatnya di utara perempatan Jetis. Kondisi itu membuat warga setempat menjerit. Lantaran, mengandalkan ruas jalan itu menuju arah kota. Kebanyakan penduduk menjadi pekerja di kota. ’’Kondisi seperti ini sudah bertahun-tahun,’’ ungkap Rudianto, salah satu warga, kemarin.

Tak heran, warga resah hingga merasa dianaktirikan oleh pemerintah. Menyusul, sudah bertahun-tahun tak pernah tersentuh perbaikan seperti akses jalan lainnya. ’’Ini akses kita satu-satunya jika mau ke kota atau kerja,’’ tegasnya. 

 

MOJOKERTO – Sejumlah sarana infrastruktur berupa jalan dengan kondisi rusak bakal menjadi prioritas perbaikan di tahun depan.

Di antaranya, ruas jalan poros Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, yang menjadi kewenangan Pemkab Mojokerto. Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto Ina Mujiastutik.

Beberapa titik jalan rusak masih ada di Kabupaten Mojokerto. Di antaranya sudah dibidik pemkab untuk diperbaiki. Ia membenarkan kondisi ruas jalan di Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, berupa jalan tanah berlumpur.

Komisi III bahkan sudah melakukan pembahasan terkait itu. Hingga, saat pembahasan anggaran pada agenda R-APBD 2019 lalu, sampai menjadi usulan pembahasan oleh komisinya. ’’Itu masuk perencanaan tahun 2019,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Grand Final Kolase, Diisi Peragaan Busana Mom and Kids
- Advertisement -

Dikatakannya pula, pada ruas jalan yang lain dengan kondisi kerusakan bertingkat juga menjadi prioritas perbaikan infrastruktur. Disinggung rinciannya, pihaknya mengakui tidak hafal. Namun, hal itu sudah diatur rinci dalam APBD 2019 Kabupaten Mojokerto.

Hanya saja, pihaknya menandaskan, program infrastruktur masih menjadi tema besar dalam pembanguan pemkab tahun depan. ’’Bahkan semangat Komisi III menuntaskan infrastruktur,’’ tukasnya.

Tema pembangunan tahun 2019 adalah pemerataan pembangunan infrastruktur untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berdaya saing.

Namun demikian, tensi program infrastruktur di tahun depan lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya. Terlihat dari komposisi anggaran untuk program infrastruktur lewat ploting belanja modal.

Besarannya hanya mencapai Rp 310 miliar atau sekitar 13 persen dari total belanja daerah. Sedang, ploting belanja langsung Rp 834 miliar. Diketahui sebelumnya, kerusakan parah terjadi di jalan penghubung Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis.

Baca Juga :  Pangeran Bulu, Cucu Sunan Giri, Dapat Tugas Syiar Islam di Sawo

Tepatnya di utara perempatan Jetis. Kondisi itu membuat warga setempat menjerit. Lantaran, mengandalkan ruas jalan itu menuju arah kota. Kebanyakan penduduk menjadi pekerja di kota. ’’Kondisi seperti ini sudah bertahun-tahun,’’ ungkap Rudianto, salah satu warga, kemarin.

Tak heran, warga resah hingga merasa dianaktirikan oleh pemerintah. Menyusul, sudah bertahun-tahun tak pernah tersentuh perbaikan seperti akses jalan lainnya. ’’Ini akses kita satu-satunya jika mau ke kota atau kerja,’’ tegasnya. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/