alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

80 Persen Pengendara Masih Bayar Pakai Uang Tunai

MOJOKERTO – Pemberlakuan e-Toll di seluruh ruas tol di Indonesia yang dimulai sejak Selasa (31/10), rupanya belum bisa diterapkan maksimal di Mojokerto. Terbukti, selama sehari, hanya 20 persen pengendara yang memanfaatkan uang elektronik sebagai alat pembayaran. Sedangkan, sisanya masih bertransaksi dengan menggunakan uang tunai.

Kepala Divisi Operasi tol Jombang-Mojokerto (Joker) Zanuar Firmanto, mengatakan, di hari perdana perberlakuan e-Toll, petugas penjaga gerbang tol belum bisa maksimal memberlakukan pembayaran nontunai. ’’Hanya 20 persen saja,’’ katanya.

Jumlah itu memang mengalami kenaikan dibanding saat uji coba yang dilakukan sejak 18 Oktober lalu. Saat itu, kendaraan yang melintas di jalur tol Joker yang mencapai 8 ribuan kendaraan tiap hari tersebut hanya terdapat 16 persen yang memanfaatkan e-Toll.

Zanuar menjelaskan, sebenarnya PT MHI sudah memberlakukan secara ketat penggunaan e-Toll. Akan tetapi, rencana itu diurungkan menyusul sistem di Gerbang Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) belum rampung. ’’Rencana hari ini, sudah diterapkan. Kalau Joker sudah siap 100 persen,’’ bebernya.

Baca Juga :  28 Desa Dihantui Banjir dan Longsor, Berikut Nama-Nama Desanya

Dengan trouble-nya sistem di pintu gerbang tol Sumo, secara otomatis menghambat proses transaksi di tol Joker. Karena, Zanuar mencontohkan, pengendara yang masuk di Gerbang Bandar Kedungmulyo, Jombang, menuju kawasan Krian, Sidoarjo, harus membayar di pintu gerbang Mojokerto (Gerbang Tol Sumo). ’’Jika dipaksakan, kasihan juga pengendaranya. Tidak bisa masuk,’’ papar Zanuar.

Dengan ruas tol yang terintegrasi, maka sistem e-Toll harus benar-benar siap. Sehingga, tidak terjadi kerancuan dalam pembayaran. ’’Secepatnya selesai. Setelah itu, semua akan diberlakukan elektronik,’’ tandas Zanuar.

Meski semua akan diberlakukan secara elektronik, namun pengelola tetap menyediakan pintu khusus yang menyediakan top up dan pembelian kartu e-Toll. Sehingga, pengendara tak harus bingung dengan pemberlakuan sistem tersebut.

Baca Juga :  Hajatan di Kabupaten, Tamu Dibatasi Separo

Sementara itu, hingga petang kemarin, direktur Teknik dan Operasi Tol Sumo, Ari Wibowo, saat dikonfirmasi tentang trouble-nya sistem tersebut, belum memberikan jawaban.

Seperti diketahui, pemberlakuan e-Toll ini diterapkan untuk memperlancar laju pengguna jalan di gerbang tol. Karena, dengan kartu elektronik itu, pengendara hanya membutuhkan waktu tak lebih dari 3 detik. Berbeda dengan tunai yang mampu menghabiskan waktu hingga beberapa menit tergantung besaran uang yang dibayarkan.

e-Toll card banyak diminati oleh kalangan pengguna aktif. Diantaranya, pengemudi truk yang kerap memanfaatkan jalur cepat untuk mengantar barang yang diangkutnya. Saat ini, pengelola tol memang memberikan batasan saldo di e-Toll. Minimal saldo yang bisa diisi senilai Rp 50 ribu, Rp 100 ribu dan terbesar mencapai Rp 300 ribu. 

MOJOKERTO – Pemberlakuan e-Toll di seluruh ruas tol di Indonesia yang dimulai sejak Selasa (31/10), rupanya belum bisa diterapkan maksimal di Mojokerto. Terbukti, selama sehari, hanya 20 persen pengendara yang memanfaatkan uang elektronik sebagai alat pembayaran. Sedangkan, sisanya masih bertransaksi dengan menggunakan uang tunai.

Kepala Divisi Operasi tol Jombang-Mojokerto (Joker) Zanuar Firmanto, mengatakan, di hari perdana perberlakuan e-Toll, petugas penjaga gerbang tol belum bisa maksimal memberlakukan pembayaran nontunai. ’’Hanya 20 persen saja,’’ katanya.

Jumlah itu memang mengalami kenaikan dibanding saat uji coba yang dilakukan sejak 18 Oktober lalu. Saat itu, kendaraan yang melintas di jalur tol Joker yang mencapai 8 ribuan kendaraan tiap hari tersebut hanya terdapat 16 persen yang memanfaatkan e-Toll.

Zanuar menjelaskan, sebenarnya PT MHI sudah memberlakukan secara ketat penggunaan e-Toll. Akan tetapi, rencana itu diurungkan menyusul sistem di Gerbang Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) belum rampung. ’’Rencana hari ini, sudah diterapkan. Kalau Joker sudah siap 100 persen,’’ bebernya.

Baca Juga :  Disnaker Siapkan Petugas Khusus

Dengan trouble-nya sistem di pintu gerbang tol Sumo, secara otomatis menghambat proses transaksi di tol Joker. Karena, Zanuar mencontohkan, pengendara yang masuk di Gerbang Bandar Kedungmulyo, Jombang, menuju kawasan Krian, Sidoarjo, harus membayar di pintu gerbang Mojokerto (Gerbang Tol Sumo). ’’Jika dipaksakan, kasihan juga pengendaranya. Tidak bisa masuk,’’ papar Zanuar.

Dengan ruas tol yang terintegrasi, maka sistem e-Toll harus benar-benar siap. Sehingga, tidak terjadi kerancuan dalam pembayaran. ’’Secepatnya selesai. Setelah itu, semua akan diberlakukan elektronik,’’ tandas Zanuar.

- Advertisement -

Meski semua akan diberlakukan secara elektronik, namun pengelola tetap menyediakan pintu khusus yang menyediakan top up dan pembelian kartu e-Toll. Sehingga, pengendara tak harus bingung dengan pemberlakuan sistem tersebut.

Baca Juga :  Bupati Rombak Plt Kepala OPD hingga Camat

Sementara itu, hingga petang kemarin, direktur Teknik dan Operasi Tol Sumo, Ari Wibowo, saat dikonfirmasi tentang trouble-nya sistem tersebut, belum memberikan jawaban.

Seperti diketahui, pemberlakuan e-Toll ini diterapkan untuk memperlancar laju pengguna jalan di gerbang tol. Karena, dengan kartu elektronik itu, pengendara hanya membutuhkan waktu tak lebih dari 3 detik. Berbeda dengan tunai yang mampu menghabiskan waktu hingga beberapa menit tergantung besaran uang yang dibayarkan.

e-Toll card banyak diminati oleh kalangan pengguna aktif. Diantaranya, pengemudi truk yang kerap memanfaatkan jalur cepat untuk mengantar barang yang diangkutnya. Saat ini, pengelola tol memang memberikan batasan saldo di e-Toll. Minimal saldo yang bisa diisi senilai Rp 50 ribu, Rp 100 ribu dan terbesar mencapai Rp 300 ribu. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/