alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Saturday, August 13, 2022

Jelang Penutupan PPDB Kota Mojokerto, Pendaftar Baru Minimalis

SEMENTARA itu, sehari menjelang berakhirnya pendaftaran jalur zonasi di Kota, jumlah sekolah yang belum terpenuhi pagunya masih tetap. Hanya saja, pada beberapa lembaga mengalami penambahan murid meski tidak banyak.

Dari pantauan laman PPDB online tadi malam (30/6), jumlah SD negeri yang masih belum terpenuhi pagunya masih ada 13 sekolah. Begitu pula dengan SMP, masih tersisa lima lembaga yang belum memenuhi pagu. ’’Hanya ada penambahan pendaftar, satu dua orang. Kalau yang SMP, seperti di SMP 3 kayaknya sudah berhenti, tidak ada pendaftar sama sekali,’’ ujar Kasi Pendidikan Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto, Putra Wira Perkasa.

Masih kata Putra, pihaknya tak memungkiri, meski sudah ditentukan berdasarkan rayon wilayah, namun masih ada sekolah yang belum berhasil memenuhi pagu. Itu disebabkan, kebanyakan pendaftar memilih sekolah yang justru jauh dari domisilinya. ’’Makanya ini tadi yang di SMP 7, sejak awal pendaftarnya sepi. Mendekati penutupan, tahu-tahu banyak pendaftarnya. Ternyata, sebelumnya mendaftar di SMP 1 dan 9, tapi karena sudah penuh akhirnya tertolak. Mau nggak mau, akhirnya mereka mendaftar di SMP yang belum penuh pagunya,’’ beber dia.

Baca Juga :  Sunroof, Bikin Mobil Lebih Keren dan Elegan

Putra menuturkan, bagi jenjang SD yang belum terpenuhi pagunya, nanti akan diambil dari pendaftar luar kota. Sehingga, jumlah keterisian pagu bisa tercukupi. ’’Kalau yang SD, otomatis pendaftar luar kota kita terima di sekolah yang belum terisi pagunya,’’ ulasnya.

Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto Amin Wachid mengatakan, untuk pagu SMP negeri yang belum terisi, bakal dibuka bagi siswa luar kota. Namun, itu setelah penutupan pendaftaran berakhir dan menampung semua siswa domisili dalam kota. ’’Meski berkas pendaftar luar kota masuk daftar tunggu, tapi kita pastikan dulu warga kota sudah tertampung semua. Kalau sudah, baru berkas mereka bisa naik dan diterima di sekolah yang masih belum penuh pagunya,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Polda Jatim Selidiki Penembakan Juragan Barang Bekas di Sidoarjo

Sebagaimana diketahui, pada jalur zonasi, persaingan mendapatkan bangku sekolah berdasarkan kedekatan jarak antara tempat tinggal dengan sekolah tujuan. Dari 9 SMP negeri terbagi menjadi tiga wilayah zona berdasarkan 18 wilayah kelurahan. Di antaranya, zona 1 yang terdiri SMPN 1, SMPN 5, SMPN 7, dan SMPN 9. Zona ini mencakup wilayah Kelurahan Wates, Kedundung, Gununggedangan, Meri, Balongsari, Jagalan, Sentanan, dan Miji Baru.

Berikutnya, zona 2 yang terdapat SMPN 2 dan SMPN 6. Dua lembaga tersebut memiliki cakupan wilayah Kelurahan Gedongan, Magersari, Purwotengah, Kauman, Mentikan, dan Pulorejo. Sedangkan zona 3 terdiri SMPN 3, SMPN 4, dan SMPN 8 yang membawahi wilayah Kelurahan Miji, Prajurit Kulon, Blooto, Kranggan, hingga Surodinawan. Hasil seleksi jalur zonasi sendiri akan diumumkan secara online pada 5 Juli mendatang. (oce/fen)

SEMENTARA itu, sehari menjelang berakhirnya pendaftaran jalur zonasi di Kota, jumlah sekolah yang belum terpenuhi pagunya masih tetap. Hanya saja, pada beberapa lembaga mengalami penambahan murid meski tidak banyak.

Dari pantauan laman PPDB online tadi malam (30/6), jumlah SD negeri yang masih belum terpenuhi pagunya masih ada 13 sekolah. Begitu pula dengan SMP, masih tersisa lima lembaga yang belum memenuhi pagu. ’’Hanya ada penambahan pendaftar, satu dua orang. Kalau yang SMP, seperti di SMP 3 kayaknya sudah berhenti, tidak ada pendaftar sama sekali,’’ ujar Kasi Pendidikan Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto, Putra Wira Perkasa.

Masih kata Putra, pihaknya tak memungkiri, meski sudah ditentukan berdasarkan rayon wilayah, namun masih ada sekolah yang belum berhasil memenuhi pagu. Itu disebabkan, kebanyakan pendaftar memilih sekolah yang justru jauh dari domisilinya. ’’Makanya ini tadi yang di SMP 7, sejak awal pendaftarnya sepi. Mendekati penutupan, tahu-tahu banyak pendaftarnya. Ternyata, sebelumnya mendaftar di SMP 1 dan 9, tapi karena sudah penuh akhirnya tertolak. Mau nggak mau, akhirnya mereka mendaftar di SMP yang belum penuh pagunya,’’ beber dia.

Baca Juga :  KPK Minta Masyarakat Waspada "KPK Gadungan"

Putra menuturkan, bagi jenjang SD yang belum terpenuhi pagunya, nanti akan diambil dari pendaftar luar kota. Sehingga, jumlah keterisian pagu bisa tercukupi. ’’Kalau yang SD, otomatis pendaftar luar kota kita terima di sekolah yang belum terisi pagunya,’’ ulasnya.

Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto Amin Wachid mengatakan, untuk pagu SMP negeri yang belum terisi, bakal dibuka bagi siswa luar kota. Namun, itu setelah penutupan pendaftaran berakhir dan menampung semua siswa domisili dalam kota. ’’Meski berkas pendaftar luar kota masuk daftar tunggu, tapi kita pastikan dulu warga kota sudah tertampung semua. Kalau sudah, baru berkas mereka bisa naik dan diterima di sekolah yang masih belum penuh pagunya,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Presiden Jokowi dan Ibu Negara Sapa Warga Ukraina yang Dirawat

Sebagaimana diketahui, pada jalur zonasi, persaingan mendapatkan bangku sekolah berdasarkan kedekatan jarak antara tempat tinggal dengan sekolah tujuan. Dari 9 SMP negeri terbagi menjadi tiga wilayah zona berdasarkan 18 wilayah kelurahan. Di antaranya, zona 1 yang terdiri SMPN 1, SMPN 5, SMPN 7, dan SMPN 9. Zona ini mencakup wilayah Kelurahan Wates, Kedundung, Gununggedangan, Meri, Balongsari, Jagalan, Sentanan, dan Miji Baru.

- Advertisement -

Berikutnya, zona 2 yang terdapat SMPN 2 dan SMPN 6. Dua lembaga tersebut memiliki cakupan wilayah Kelurahan Gedongan, Magersari, Purwotengah, Kauman, Mentikan, dan Pulorejo. Sedangkan zona 3 terdiri SMPN 3, SMPN 4, dan SMPN 8 yang membawahi wilayah Kelurahan Miji, Prajurit Kulon, Blooto, Kranggan, hingga Surodinawan. Hasil seleksi jalur zonasi sendiri akan diumumkan secara online pada 5 Juli mendatang. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/