alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Wednesday, August 10, 2022

Cuaca Panas, Waspadai Kebakaran Lahan di Mojokerto

Dua Hari, Dua Lahan Tebu Dilalap Api
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dua hari terakhir kebakaran melanda lahan tebu di Desa Canggu, Kecamatan Jetis. Aktivitas pembakaran sampah ditambah cuaca panas ditengarai menjadi pemicu.

BPBD Kabupaten Mojokerto mengimbau petani lebih hati-hati. Kemarin (30/6) siang, kejadian kebakaran lahan tebu kembali terjadi tepat di seberang Balai Desa Canggu. Dua unit damkar langsung diturunkan ke lokasi lantaran area kebakaran dekat dengan bangunan objek vital. ’’Di sini ada gedung sekolah, kami khawatir api merembet,’’ ungkap Komandan Regu Damkar BPBD Kabuapaten Mojokerto Sukamto di lokasi.

Kebakaran yang dilaporkan sekitar pukul 11.00 itu menghanguskan hampir sebidang lahan tebu siap panen. Kejadian diduga terjadi akibat pembakaran bekas panen atau daduk. ’’Kemungkinan meluas ke tanaman lain dan tidak diketahui. Kami datang api sudah mulai padam,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Peredaran Petasan di Mojokerto Jadi Barang Terlarang

Lahan tebu tersebut berdempetan dengan gedung SMPN 2 Jetis. Pembasahan langsung dilakukan supaya api tidak meluas dan menyasar bangunan. Kejadian kebakaran lahan tebu ini terjadi secara beruntun selama dua hari terakhir.

Rabu (29/6) siang, lahan tebu seluas 1,5 hekatre di kawasan Perum Griya Permata Jetis hangus terbakar. Penyebab kejadian diduga tak jauh berbeda. Yakni akvititas pembakaran sampah. ’’Kerugian yang ditanggung pemilik mencapai belasan juta,’’ jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto. Proses pemadaman membutuhkan waktu hingga tiga jam.

Djoko mewanti-wanti petani lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran di area lahan tebu. Banyaknya tanaman kering ditambah cuaca panas rawan memicu api dengan cepat meluas. ’’Kadang tanpa disadari api sudah merembet ke tamanan lain sehingga terjadi kebakaran,’’ terangnya.

Baca Juga :  Permak Dua Puskesmas Tertunda

Kondisi demikian tidak lepas dari kondisi kemarau yang saat ini tengah berlangsung. Terik panas membuat potensi kebakaran meningkat. Sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kejadian kebakaran. (adi/fen)

Dua Hari, Dua Lahan Tebu Dilalap Api
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dua hari terakhir kebakaran melanda lahan tebu di Desa Canggu, Kecamatan Jetis. Aktivitas pembakaran sampah ditambah cuaca panas ditengarai menjadi pemicu.

BPBD Kabupaten Mojokerto mengimbau petani lebih hati-hati. Kemarin (30/6) siang, kejadian kebakaran lahan tebu kembali terjadi tepat di seberang Balai Desa Canggu. Dua unit damkar langsung diturunkan ke lokasi lantaran area kebakaran dekat dengan bangunan objek vital. ’’Di sini ada gedung sekolah, kami khawatir api merembet,’’ ungkap Komandan Regu Damkar BPBD Kabuapaten Mojokerto Sukamto di lokasi.

Kebakaran yang dilaporkan sekitar pukul 11.00 itu menghanguskan hampir sebidang lahan tebu siap panen. Kejadian diduga terjadi akibat pembakaran bekas panen atau daduk. ’’Kemungkinan meluas ke tanaman lain dan tidak diketahui. Kami datang api sudah mulai padam,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Zonasi Dirombak, Sekolah Favorit Kembali Diserbu Pendaftar

Lahan tebu tersebut berdempetan dengan gedung SMPN 2 Jetis. Pembasahan langsung dilakukan supaya api tidak meluas dan menyasar bangunan. Kejadian kebakaran lahan tebu ini terjadi secara beruntun selama dua hari terakhir.

Rabu (29/6) siang, lahan tebu seluas 1,5 hekatre di kawasan Perum Griya Permata Jetis hangus terbakar. Penyebab kejadian diduga tak jauh berbeda. Yakni akvititas pembakaran sampah. ’’Kerugian yang ditanggung pemilik mencapai belasan juta,’’ jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto. Proses pemadaman membutuhkan waktu hingga tiga jam.

Djoko mewanti-wanti petani lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran di area lahan tebu. Banyaknya tanaman kering ditambah cuaca panas rawan memicu api dengan cepat meluas. ’’Kadang tanpa disadari api sudah merembet ke tamanan lain sehingga terjadi kebakaran,’’ terangnya.

Baca Juga :  Panitia Pilkades di Mojokerto Digugat Dianggap Tak Prosedural
- Advertisement -

Kondisi demikian tidak lepas dari kondisi kemarau yang saat ini tengah berlangsung. Terik panas membuat potensi kebakaran meningkat. Sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kejadian kebakaran. (adi/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/