alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Wednesday, August 10, 2022

Lagi, Ratusan Warga Jatidukuh Gondang Mojokerto Luruk Lokasi Galian C

GONDANG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warga Dusun Seketi, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, kembali menggelar unjuk rasa sekitar pukul 14.00, Jumat (1/7). Aksi itu memprotes aktivitas galian C di dusun setempat yang dianggap merusak lingkungan.

Ratusan warga yang didominasi ibu-ibu dan anak-anak memblokade akses masuk tambang milik Widhi Sulthon Wahyudi. Rombongan massa itu menggeruduk lokasi galian dengan dipimpin satu mobil komando berpengeras suara.

Massa aksi juga membawa poster dan spanduk. Di antaranya bertuliskan “Cabut Izin Penambang Perusak Lingkungan” hingga “Pak Kapolri Tolong Tangkap Predator Galian C Ilegal”.

Mereka menuntut agar tambang pasir dan batu (sirtu) di wilayah Dusun Seketi ditutup. Lantaran, aktivitas penambangan dinilai menimbulkan sejumlah kerusakan lingkungan.

Baca Juga :  RSUD Prof Dr Soekandar Kembali Buka Poli THT

Mulai dari keruhnya air, rusaknya jalan desa, hingga beberapa rumah warga mengalami kerusakan akibat tergerus titik galian. “Supaya galian ditutup. Sampai sekarang masih belum ada tanggapan sama sekali,” ujar Siti, salah seorang peserta aksi.

Aparat gabungan TNI/Polri turut berada di lokasi. Tak lain guna mengantisipasi adanya gangguan keamanan dan ketertiban. (vad/fen)

GONDANG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warga Dusun Seketi, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, kembali menggelar unjuk rasa sekitar pukul 14.00, Jumat (1/7). Aksi itu memprotes aktivitas galian C di dusun setempat yang dianggap merusak lingkungan.

Ratusan warga yang didominasi ibu-ibu dan anak-anak memblokade akses masuk tambang milik Widhi Sulthon Wahyudi. Rombongan massa itu menggeruduk lokasi galian dengan dipimpin satu mobil komando berpengeras suara.

Massa aksi juga membawa poster dan spanduk. Di antaranya bertuliskan “Cabut Izin Penambang Perusak Lingkungan” hingga “Pak Kapolri Tolong Tangkap Predator Galian C Ilegal”.

Mereka menuntut agar tambang pasir dan batu (sirtu) di wilayah Dusun Seketi ditutup. Lantaran, aktivitas penambangan dinilai menimbulkan sejumlah kerusakan lingkungan.

Baca Juga :  Lebih Mewah dan Mempesona

Mulai dari keruhnya air, rusaknya jalan desa, hingga beberapa rumah warga mengalami kerusakan akibat tergerus titik galian. “Supaya galian ditutup. Sampai sekarang masih belum ada tanggapan sama sekali,” ujar Siti, salah seorang peserta aksi.

Aparat gabungan TNI/Polri turut berada di lokasi. Tak lain guna mengantisipasi adanya gangguan keamanan dan ketertiban. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/