alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Tuesday, June 28, 2022

Protes Jalan Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satu pohon pisang ditanam di tengah ruas Jalan Dusun Manukan, Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging. Aksi warga itu wujud protes terhadap rusaknya jalan penghubung antardesa yang berlangsung puluhan tahun.

Lubang jalan tampak tersebar di sejumlah titik di ruas jalan dengan panjang sekitar 300 meter itu. Luasan dan kedalaman lubang di jalan penghubung Desa Jabontegal dan Balongmasin itu pun beragam. Pada salah satunya lubang jalan ditanami pohon pisang oleh warga.

Saat ini, lubang jalan tersebut memiliki lebar sekitar dua meter dengan kedalaman sekitar 10 sentimeter (cm). Hingga batuan di lapisan bawah jalan tampak jelas. ’’Mulai rusak itu sekitar dua tahun lalu. makin lama rusaknya makin parah. Mungkin karena kena hujan sama truk-truk yang sering lewat sini. Dulu (diameter) ini sekitar 50 cm, sekarang rusaknya sampai selebar jalan ini,’’ ujar Eko Nur Prasetyo, warga setempat.

Aksi protes warga makin bulat lantaran kerusakan jalan berimbas pada aktivitas sehari-hari warga. Tidak jarang warga yang berkendara terpeleset hingga jatuh akibat menghindari lubang jalan. ’’Sering, gak terhitung. Bahaya juga anak-anak sekolah yang lewat sini. Apalagi warga yang kulakan ke pasar juga lewat sini. Mereka sudah sepuh, pandangannya sudah berkurang, masih gelap lewat sini. Kan bahaya juga kalau jatuh,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Jalan Mirip Areal Persawahan, Dijanjikan Jadi Prioritas Perbaikan

Ruas jalan tersebut menjadi akses para pelajar SDN Jabon, SMPN 2 Pungging, dan warga yang hendak beribadah di Masjid Nurur Rohman, Desa Balongmasin. Sehingga, warga berharap agar pihak berwenang segera memperbaiki jalan rusak tersebut. ’’Sejak ditanam Kamis (26/5) belum ada tanggapan apa-apa. Ya, harapan kami supaya segera diperbaiki lah. Apalagi kalau ada warga yang nongkrong di pinggir jalan sini kerikilnya itu mencetat sampai kena kepala,’’ tandas pria 23 tahun itu.

Sementara itu, Kades Balongmasin Heri Bambang Suyanto mengatakan, pihak desa tidak bisa berbuat banyak soal kerusakan jalan tersebut. Sebab, jalan di antara areal persawahan dan pemukiman warga itu di bawah wewenang Pemkab Mojokerto alias jalan kabupaten. ’’Dana Desa (DD) juga gak bisa dipakai buat itu. Harus sesuai Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP). Dan RAP itu harus sesuai petunjuk pemkab,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Anjal di Bawah Umur Diciduk saat Asyik Nongkrong

Pihaknya mengaku sudah mengajukan perbaikan jalan yang dibangun 22 tahun itu ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto. ’’Sejak 2000, belum ada perbaikan sama sekali. Kami sudah tiga kali ajukan perbaikan 2020 lalu tapi masih belum ada respon,’’ tandas Bambang.

Terpisah, Kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, jalan penghubung antar desa itu sudah masuk dalam daftar perbaikan tahun ini. Rencananya, perbaikan yang masuk dalam pemeliharaan rutin itu dilakukan Oktober mendatang. ’’Ruas Jabontegal – Balongmasin ini akan kami kerjakan di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) pada Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) 2022 nanti,’’ sebutnya.

Ditambahkannya, Oktober nanti jalan rusak di Dusun Manukan itu bakal dikerjakan bareng 10 titik jalan rusak lainnya yang tersebar di Kabupaten Mojokerto. ’’Yang masih dalam pembahasan sudah ada 10 titik jalan rusak lain yang akan kita kerjakan. Kemungkinan itu masih bisa terus bertambah,’’ tandas mantan Kabag Administrasi Pembangunan Setdakab Mojokerto itu. (vad/fen)

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satu pohon pisang ditanam di tengah ruas Jalan Dusun Manukan, Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging. Aksi warga itu wujud protes terhadap rusaknya jalan penghubung antardesa yang berlangsung puluhan tahun.

Lubang jalan tampak tersebar di sejumlah titik di ruas jalan dengan panjang sekitar 300 meter itu. Luasan dan kedalaman lubang di jalan penghubung Desa Jabontegal dan Balongmasin itu pun beragam. Pada salah satunya lubang jalan ditanami pohon pisang oleh warga.

Saat ini, lubang jalan tersebut memiliki lebar sekitar dua meter dengan kedalaman sekitar 10 sentimeter (cm). Hingga batuan di lapisan bawah jalan tampak jelas. ’’Mulai rusak itu sekitar dua tahun lalu. makin lama rusaknya makin parah. Mungkin karena kena hujan sama truk-truk yang sering lewat sini. Dulu (diameter) ini sekitar 50 cm, sekarang rusaknya sampai selebar jalan ini,’’ ujar Eko Nur Prasetyo, warga setempat.

Aksi protes warga makin bulat lantaran kerusakan jalan berimbas pada aktivitas sehari-hari warga. Tidak jarang warga yang berkendara terpeleset hingga jatuh akibat menghindari lubang jalan. ’’Sering, gak terhitung. Bahaya juga anak-anak sekolah yang lewat sini. Apalagi warga yang kulakan ke pasar juga lewat sini. Mereka sudah sepuh, pandangannya sudah berkurang, masih gelap lewat sini. Kan bahaya juga kalau jatuh,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Tanggulangi Banjir Menahun di Dua Jalur Vital

Ruas jalan tersebut menjadi akses para pelajar SDN Jabon, SMPN 2 Pungging, dan warga yang hendak beribadah di Masjid Nurur Rohman, Desa Balongmasin. Sehingga, warga berharap agar pihak berwenang segera memperbaiki jalan rusak tersebut. ’’Sejak ditanam Kamis (26/5) belum ada tanggapan apa-apa. Ya, harapan kami supaya segera diperbaiki lah. Apalagi kalau ada warga yang nongkrong di pinggir jalan sini kerikilnya itu mencetat sampai kena kepala,’’ tandas pria 23 tahun itu.

Sementara itu, Kades Balongmasin Heri Bambang Suyanto mengatakan, pihak desa tidak bisa berbuat banyak soal kerusakan jalan tersebut. Sebab, jalan di antara areal persawahan dan pemukiman warga itu di bawah wewenang Pemkab Mojokerto alias jalan kabupaten. ’’Dana Desa (DD) juga gak bisa dipakai buat itu. Harus sesuai Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP). Dan RAP itu harus sesuai petunjuk pemkab,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Gerah Jalan Rusak, Warga Tanam Pisang
- Advertisement -

Pihaknya mengaku sudah mengajukan perbaikan jalan yang dibangun 22 tahun itu ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto. ’’Sejak 2000, belum ada perbaikan sama sekali. Kami sudah tiga kali ajukan perbaikan 2020 lalu tapi masih belum ada respon,’’ tandas Bambang.

Terpisah, Kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, jalan penghubung antar desa itu sudah masuk dalam daftar perbaikan tahun ini. Rencananya, perbaikan yang masuk dalam pemeliharaan rutin itu dilakukan Oktober mendatang. ’’Ruas Jabontegal – Balongmasin ini akan kami kerjakan di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) pada Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) 2022 nanti,’’ sebutnya.

Ditambahkannya, Oktober nanti jalan rusak di Dusun Manukan itu bakal dikerjakan bareng 10 titik jalan rusak lainnya yang tersebar di Kabupaten Mojokerto. ’’Yang masih dalam pembahasan sudah ada 10 titik jalan rusak lain yang akan kita kerjakan. Kemungkinan itu masih bisa terus bertambah,’’ tandas mantan Kabag Administrasi Pembangunan Setdakab Mojokerto itu. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/