alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Sang Pencetus Pancasila Tamatkan Pendidikan SD di Kota Mojokerto

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Presiden RI pertama, Soekarno, tercatat pernah mengenyam pendidikan di Kota Mojokerto. Saat itu, Koesno, nama asli Bung Karno waktu kecil pernah tinggal dan menamatkan pendidikan sekolah dasar di Kota Onde-Onde.

Kepindahan Soekarno ini tidak lepas karena ayah sang proklamator, Soekemi Sosrodihardjo, harus pindah tugas sebagai guru di Inlandsche School atau kini menjadi SDN Purwotengah. Di lembaga yang dikenal sebagai sekolah Ongko Loro itu, Bung Karno kecil mengenyam pendidikan hingga kelas IV SD.

“Di sini Soekarno mengenyam pendidikan dasar, pada tahun 1906 hingga 1908,” terang Wali Kota Ika Puspitasari usai menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di SDN Purwotengah, Senin pagi (1/6).

Agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, Soekarno kecil kemudian pindah sekolah ke Europeshe Lagere School (ELS) di Jalan A. Yani Nomor 15. Di sekolah yang kini menjadi SMPN 2 Kota Mojokerto itu, Putera Sang Putra Fajar tersebut pun mampu menamatkan pendidikan dasar.

Baca Juga :  Gedung Bakal Direstorasi, Sekolah Akan Dimerger

“Beliau (Soekarno) menyelesaikan pendidikan dasarnya mulai 1906 hingga 1915 di dua sekolah di Kota Mojokerto,” tandas Ning Ita, sapaan akrab wali kota. Selama kurang lebih delapan tahun itu, tokoh pencetus Pancasila sebagai dasar negara ini menimba ilmu di Kota Kota Mojokerto.

Dalam kurun waktu teraebut, kata Ning Ita, Bung Karno tumbuh menjadi sosok yang pandai dan tumbuh menjadi anak dengan karakter yang kuat. “Selama delapan tahun beliau tinggal, bermain, belajar di sini (Kota Mojokerto). Bahkan mungkin kepribadian beliau kecil tertempa di kota ini,” bebernya.

Setelah itu, Soekarno melanjutkan pendidikan ke Hogere Burger School (HBS) di Surabaya. Di Kota Pahlawan tersebut, Soekarno tinggal bersama HOS Cokroaminoto yang tak lain merupakan teman dari ayahnya, Soekemi.

Baca Juga :  UNBK SMA Diwarnai Trouble, Molor hingga Enam Jam

Kelak, Bung Karno menjadi pencetus pancasila yang digagas melalui Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945 yang kemudian ditetapkan sebagai ideologi dasar negara negara Indonesia.

Atas jejak sejarah Presiden RI pertama itu, ke depan pemkot berencana menjadikan SDN Purwotengah menjadi menjadi wisata sejarah Galeri Sorkarno kecil. Gedung sekolah di Jalan Taman Siswa Nomor 16, Kecamatan Magersari itu sebelumnya juga telah ditetapkam sebagai cagar budaya.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Presiden RI pertama, Soekarno, tercatat pernah mengenyam pendidikan di Kota Mojokerto. Saat itu, Koesno, nama asli Bung Karno waktu kecil pernah tinggal dan menamatkan pendidikan sekolah dasar di Kota Onde-Onde.

Kepindahan Soekarno ini tidak lepas karena ayah sang proklamator, Soekemi Sosrodihardjo, harus pindah tugas sebagai guru di Inlandsche School atau kini menjadi SDN Purwotengah. Di lembaga yang dikenal sebagai sekolah Ongko Loro itu, Bung Karno kecil mengenyam pendidikan hingga kelas IV SD.

“Di sini Soekarno mengenyam pendidikan dasar, pada tahun 1906 hingga 1908,” terang Wali Kota Ika Puspitasari usai menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di SDN Purwotengah, Senin pagi (1/6).

Agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, Soekarno kecil kemudian pindah sekolah ke Europeshe Lagere School (ELS) di Jalan A. Yani Nomor 15. Di sekolah yang kini menjadi SMPN 2 Kota Mojokerto itu, Putera Sang Putra Fajar tersebut pun mampu menamatkan pendidikan dasar.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Mojokerto Perluas Jaringan Faskes Tingkat Pertama

“Beliau (Soekarno) menyelesaikan pendidikan dasarnya mulai 1906 hingga 1915 di dua sekolah di Kota Mojokerto,” tandas Ning Ita, sapaan akrab wali kota. Selama kurang lebih delapan tahun itu, tokoh pencetus Pancasila sebagai dasar negara ini menimba ilmu di Kota Kota Mojokerto.

Dalam kurun waktu teraebut, kata Ning Ita, Bung Karno tumbuh menjadi sosok yang pandai dan tumbuh menjadi anak dengan karakter yang kuat. “Selama delapan tahun beliau tinggal, bermain, belajar di sini (Kota Mojokerto). Bahkan mungkin kepribadian beliau kecil tertempa di kota ini,” bebernya.

- Advertisement -

Setelah itu, Soekarno melanjutkan pendidikan ke Hogere Burger School (HBS) di Surabaya. Di Kota Pahlawan tersebut, Soekarno tinggal bersama HOS Cokroaminoto yang tak lain merupakan teman dari ayahnya, Soekemi.

Baca Juga :  Menko Airlangga Dorong Pemuda sebagai Wirausaha Sosial

Kelak, Bung Karno menjadi pencetus pancasila yang digagas melalui Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945 yang kemudian ditetapkan sebagai ideologi dasar negara negara Indonesia.

Atas jejak sejarah Presiden RI pertama itu, ke depan pemkot berencana menjadikan SDN Purwotengah menjadi menjadi wisata sejarah Galeri Sorkarno kecil. Gedung sekolah di Jalan Taman Siswa Nomor 16, Kecamatan Magersari itu sebelumnya juga telah ditetapkam sebagai cagar budaya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/