alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Atap Sekolah Ambruk

Diduga Lapuk, Siswa Sempat Belajar di Musala

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Atap satu ruangan kelas di MI Nailussyukri, Kecamatan Gedeg jebol, Jumat lalu (30/4). Bangunan yang sudah tua dan lapuk diduga menjadi penyebab ambruknya atap ruang kelas tersebut.

Ketua Yayasan Nailussyukri H. Solikin mengatakan, peristiwa robohnya atap ruang kelas II MI ini terjadi sekitar pukul 14.30. Padahal, waktu itu tidak ada angin kencang atau hujan. Beruntung, saat kejadian tersebut, madrasah sudah libur. Sehingga, tidak menimbulkan korban jiwa. ”Saya lewat pas salat Duhur, kok dindingnya keluar debu gitu. Terus saya perintahkan kepala sekolah untuk mengunci kelas tersebut. Tak tahunya, setelah itu ada suara keras gitu. Ternyata atapnya roboh,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Baca Juga :  UNBK SMA Diwarnai Trouble, Molor hingga Enam Jam

Robohnya atap kelas itu terjadi karena kondisi kayu yang sudah tua. Solikin menyebutkan, penampakan bangunan kelas tersebut sudah mengkhawatirkan sejak sepekan terakhir.

Bagian atapnya sudah melengkung. Sehingga, ia memutuskan tak menggunakan ruangan tersebut. ”Itu tepatnya saat pondok Ramadan. Karena kondisinya mengkhawatirkan, akhirnya dua hari pondok Ramadan, anak-anak belajarnya di musala,” ucap dia. Dari peristiwa tersebut, sejumlah kursi dan meja rusak akibat tertimpa reruntuhan atap.

Bangunan ini didirikan sejak 1995 silam dan sempat direhab sekitar tahun 2002. Atas insiden tersebut, lanjut Solikin, pihaknya sudah melaporkan ke pengawas madrasah untuk ditindaklanjuti. Namun, hingga Sabtu (30/4) belum ada pegawas madrasah yang melakukan observasi dari kerusakan ruangan lembaga dengan 222 siswa ini. ”Kita sudah laporan, tapi belum ada jawaban dan belum ditilik. Kalau nanti selama liburan tidak ditindaklanjuti, kita inisiatif mau ditutup pakai galvalum dulu, biar anak-anak juga nanti pas masuk sudah bisa belajar di dalam kelas,” tuturnya.

Baca Juga :  Ratusan Sekolah di Mojokerto Rusak, Rehab Dianggarkan Rp 3,2 Miliar

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Mojokerto Ama Noor Fikry menuturkan, pihaknya sudah mendapatkan laporan insiden robohnya satu ruangan kelas di MI tersebut. Namun, tim pengawas madrasah belum bisa survei ke lokasi, sebab waktunya berbenturan dengan libur Lebaran. ”Ya, pokoknya sebelum anak-anak masuk nanti, kita akan cek kondisinya ke sana. Kita upayakan juga agar bisa dapat rehab,” katanya. (oce/ron)

Diduga Lapuk, Siswa Sempat Belajar di Musala

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Atap satu ruangan kelas di MI Nailussyukri, Kecamatan Gedeg jebol, Jumat lalu (30/4). Bangunan yang sudah tua dan lapuk diduga menjadi penyebab ambruknya atap ruang kelas tersebut.

Ketua Yayasan Nailussyukri H. Solikin mengatakan, peristiwa robohnya atap ruang kelas II MI ini terjadi sekitar pukul 14.30. Padahal, waktu itu tidak ada angin kencang atau hujan. Beruntung, saat kejadian tersebut, madrasah sudah libur. Sehingga, tidak menimbulkan korban jiwa. ”Saya lewat pas salat Duhur, kok dindingnya keluar debu gitu. Terus saya perintahkan kepala sekolah untuk mengunci kelas tersebut. Tak tahunya, setelah itu ada suara keras gitu. Ternyata atapnya roboh,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Baca Juga :  Praktik Kerja, Pelajar SMK Tewas

Robohnya atap kelas itu terjadi karena kondisi kayu yang sudah tua. Solikin menyebutkan, penampakan bangunan kelas tersebut sudah mengkhawatirkan sejak sepekan terakhir.

Bagian atapnya sudah melengkung. Sehingga, ia memutuskan tak menggunakan ruangan tersebut. ”Itu tepatnya saat pondok Ramadan. Karena kondisinya mengkhawatirkan, akhirnya dua hari pondok Ramadan, anak-anak belajarnya di musala,” ucap dia. Dari peristiwa tersebut, sejumlah kursi dan meja rusak akibat tertimpa reruntuhan atap.

Bangunan ini didirikan sejak 1995 silam dan sempat direhab sekitar tahun 2002. Atas insiden tersebut, lanjut Solikin, pihaknya sudah melaporkan ke pengawas madrasah untuk ditindaklanjuti. Namun, hingga Sabtu (30/4) belum ada pegawas madrasah yang melakukan observasi dari kerusakan ruangan lembaga dengan 222 siswa ini. ”Kita sudah laporan, tapi belum ada jawaban dan belum ditilik. Kalau nanti selama liburan tidak ditindaklanjuti, kita inisiatif mau ditutup pakai galvalum dulu, biar anak-anak juga nanti pas masuk sudah bisa belajar di dalam kelas,” tuturnya.

Baca Juga :  Konsisten Prokes, Kabupaten Mojokerto Zona Kuning
- Advertisement -

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Mojokerto Ama Noor Fikry menuturkan, pihaknya sudah mendapatkan laporan insiden robohnya satu ruangan kelas di MI tersebut. Namun, tim pengawas madrasah belum bisa survei ke lokasi, sebab waktunya berbenturan dengan libur Lebaran. ”Ya, pokoknya sebelum anak-anak masuk nanti, kita akan cek kondisinya ke sana. Kita upayakan juga agar bisa dapat rehab,” katanya. (oce/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/