alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Rapid Test Negatif, Empat Orang Ditetapkan OTG

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Angka orang tanpa gejala (OTG) di Kota Mojokerto mengalami lonjakan signifikan. Selama tiga hari terakhir, jumlah OTG meningkat tiga kali lipat lebih.

Berdasarkan update peta sebaran Covid-19 per Kamis (30/4), secara kumulatif OTG di Kota Mojokerto sudah mencapai 7 orang. Padahal, dua hari sebelumnya hanya tercatat dua orang. Tak hanya itu, peningkatan juga terjadi pada jumlah orang dalam pemantauan (ODP) maupun orang dengan risiko (ODR).

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, mengatakan, penambahan angka OTG tak lepas dari adanya satu warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Rabu (29/4). Sebab, dari enam orang yang dilakukan tracing, empat di antaranya dinyatakan sebagai OTG. ’’Tiga di antaranya berdomisili warga Kota Mojokerto. Sedangkan satu orang lagi dari Kabupaten Mojokerto,’’ ujarnya, kemarin.

Sedangkan dua orang lainnya ditetapkan sebagai ODR. Dari hasil penelusuran dan wawancara, seluruhnya memiliki riwayat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif 01 yang merupakan seorang tenaga medis tersebut.

Baca Juga :  Tahun ini, DLH Lakukan Pembinaan 53 Sekolah

Namun, khusus bagi OTG, kata Gaguk, tim tracing juga telah melakukan rapid test untuk memastikan apakah terpapar Covid-19 atau tidak. Selain itu, mereka juga diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari ke depan. ’’Empat OTG sudah dilakukan rapid test. Dan hasilnya semuanya nonreaktif,’’ tandas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini.

Dengan demikian, jumlah sebaran OTG di Kota Mojokerto mengalami penambahan tiga orang dengan jumlah kumulatif menjadi 7 orang. Seluruhnya tersebar di Kelurahan Kedundung 2 orang, Gunung Gedangan 1 orang, Wates 1 orang, Sentanan 1 orang, serta Kranggan dan Surodinawan masing-masing satu orang.

Gaguk menyebutkan, OTG adalah orang yang mempunyai riwayat kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Sehingga, mereka berpotensi terinfeksi virus korona. Meski secara klinis tidak mengalami gejala batuk, pilek, demam, maupun sesak napas. ’’Jadi tidak mengalami gejala apa pun. Tapi ada kemungkinan dia bisa tertular, karena mempunyai riwayat kontak erat dengan orang yang positif,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Di Padang Arafah, Jamaah Doakan Keluarga di Tanah Air

Jumlah tersebut tidak menutup kemungkinan bisa bertambah. Pasalnya, hingga kemarin, tim tracing masih terus melakukan penelusuran untuk melacak orang-orang yang memiliki kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif 01. Namun, hingga sore kemarin, pihaknya mengaku belum mendapatkan laporan siapa saja yang telah dilakukan tracing. ’’Hari ini (kemarin) tracing masih jalan terus,’’ tandasnya.

Di sisi lain, Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 juga melakukan sterilisasi di sekitar tempat tinggal pasien positif 01 di Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan. Petugas melakukan penyemprotan disinfektan dengan radius kurang lebih 200 meter.

Sebagaimana diketahui, Rabu (29/4), Kota Mojokerto, telah berstatus zona merah setelah seorang warga dinyatakan terkonfirmasi positif virus korona. Sebelumnya, warga yang berprofesi sebagai tenaga medis tersebut masuk sebagai kategori OTG. Namun, setelah menjalani uji swab mandiri, diketahui bahwa dokter muda usia 32 tahun itu confirm Covid-19 dan kini menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Angka orang tanpa gejala (OTG) di Kota Mojokerto mengalami lonjakan signifikan. Selama tiga hari terakhir, jumlah OTG meningkat tiga kali lipat lebih.

Berdasarkan update peta sebaran Covid-19 per Kamis (30/4), secara kumulatif OTG di Kota Mojokerto sudah mencapai 7 orang. Padahal, dua hari sebelumnya hanya tercatat dua orang. Tak hanya itu, peningkatan juga terjadi pada jumlah orang dalam pemantauan (ODP) maupun orang dengan risiko (ODR).

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, mengatakan, penambahan angka OTG tak lepas dari adanya satu warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Rabu (29/4). Sebab, dari enam orang yang dilakukan tracing, empat di antaranya dinyatakan sebagai OTG. ’’Tiga di antaranya berdomisili warga Kota Mojokerto. Sedangkan satu orang lagi dari Kabupaten Mojokerto,’’ ujarnya, kemarin.

Sedangkan dua orang lainnya ditetapkan sebagai ODR. Dari hasil penelusuran dan wawancara, seluruhnya memiliki riwayat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif 01 yang merupakan seorang tenaga medis tersebut.

Baca Juga :  Jual Siomai dan Pentol

Namun, khusus bagi OTG, kata Gaguk, tim tracing juga telah melakukan rapid test untuk memastikan apakah terpapar Covid-19 atau tidak. Selain itu, mereka juga diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari ke depan. ’’Empat OTG sudah dilakukan rapid test. Dan hasilnya semuanya nonreaktif,’’ tandas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini.

Dengan demikian, jumlah sebaran OTG di Kota Mojokerto mengalami penambahan tiga orang dengan jumlah kumulatif menjadi 7 orang. Seluruhnya tersebar di Kelurahan Kedundung 2 orang, Gunung Gedangan 1 orang, Wates 1 orang, Sentanan 1 orang, serta Kranggan dan Surodinawan masing-masing satu orang.

- Advertisement -

Gaguk menyebutkan, OTG adalah orang yang mempunyai riwayat kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Sehingga, mereka berpotensi terinfeksi virus korona. Meski secara klinis tidak mengalami gejala batuk, pilek, demam, maupun sesak napas. ’’Jadi tidak mengalami gejala apa pun. Tapi ada kemungkinan dia bisa tertular, karena mempunyai riwayat kontak erat dengan orang yang positif,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Usai Kadinkes Positif, Seluruh Kepala Dinas Jalani Rapid Test

Jumlah tersebut tidak menutup kemungkinan bisa bertambah. Pasalnya, hingga kemarin, tim tracing masih terus melakukan penelusuran untuk melacak orang-orang yang memiliki kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif 01. Namun, hingga sore kemarin, pihaknya mengaku belum mendapatkan laporan siapa saja yang telah dilakukan tracing. ’’Hari ini (kemarin) tracing masih jalan terus,’’ tandasnya.

Di sisi lain, Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 juga melakukan sterilisasi di sekitar tempat tinggal pasien positif 01 di Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan. Petugas melakukan penyemprotan disinfektan dengan radius kurang lebih 200 meter.

Sebagaimana diketahui, Rabu (29/4), Kota Mojokerto, telah berstatus zona merah setelah seorang warga dinyatakan terkonfirmasi positif virus korona. Sebelumnya, warga yang berprofesi sebagai tenaga medis tersebut masuk sebagai kategori OTG. Namun, setelah menjalani uji swab mandiri, diketahui bahwa dokter muda usia 32 tahun itu confirm Covid-19 dan kini menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/