alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Ratusan CJH Belum Vaksin

Kemenag Mulai Bereskan Persyaratan Keberangkatan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan calon jamaah haji (CJH) di Kabupaten, belum menerima vaksin Covid-19. Padahal, vaksinasi menjadi salah satu syarat yang harus dilakukan sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto M. Zainut Tamam mengatakan, 1.152 jamaah haji tercatat sudah melakukan pelunasan porsi untuk keberangkatan dua tahun lalu. Namun, sebanyak 167 jamaah mengundurkan diri dengan berbagai alasan. ”Ada yang meninggal, ada juga yang sudah haji lalu mengurungkan berangkat tahun ini. Total yang fix bisa berangkat tahun ini jadinya ada 985,” ujarnya.

Selama menunggu kepastian kuota keberangkatan, Tamam menuturkan, ratusan CJH ini dilakukan pendataan ulang terkait kelengkapan administrasinya. Termasuk dalam kepengurusan paspor maupun perihal kondisi kesehatannya. ”Kita data lagi untuk paspor mereka yang sudah hampir kedaluwarsa untuk diperbarui. Kita juga memantau status vaksinasi Covid-19 karena itu jadi syarat penting sebelum berangkat,” ulasnya.

Baca Juga :  Reklame Ilegal Menjamur di Kota Mojokerto

Sejauh ini, lanjut Tamam, masih ada CJH yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19. Rincinya, sebanyak 392 jamaah dinyatakan belum vaksin dosis pertama. Kemudian, sejumlah 390 jamaah sudah mendapatkan vaksin dosis lengkap. ”Sisanya sebanyak 203 jamaah sudah dapat booster,” ucap dia.

Tamam menambahkan, adapun penyebab masih banyaknya jamaah yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama disebabkan dua hal. ”Bisa jadi karena kondisi tubuhnya tidak bisa mendapat vaksinasi Covid. Namun, bisa jadi juga identitasnya belum terinput dalam data sehingga statusnya belum vaksin. Ini kami sedang coba koordinasi dengan Dinkes,” beber mantan Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Mojokerto.

Sementara itu, disinggung terkait pemberian vaksin meningitis, Tamam menyebutkan, waktu pelaksanaannya belum diketahui. Sebab, pemberian vaksin tersebut baru bisa dilakukan jika kuota haji sudah ditentukan. ”Stok vaksin sudah siap dari dinkes, tapi kita harus nunggu keputusan kuota dulu jumlah yang berangkat. Baru nanti bisa dilaksanakan,” tandasnya. (oce/ron)

Baca Juga :  Pra TMMD Ke-112, Kodim 0815 Renovasi Musala Punden dan Betonisasi

Kemenag Mulai Bereskan Persyaratan Keberangkatan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan calon jamaah haji (CJH) di Kabupaten, belum menerima vaksin Covid-19. Padahal, vaksinasi menjadi salah satu syarat yang harus dilakukan sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto M. Zainut Tamam mengatakan, 1.152 jamaah haji tercatat sudah melakukan pelunasan porsi untuk keberangkatan dua tahun lalu. Namun, sebanyak 167 jamaah mengundurkan diri dengan berbagai alasan. ”Ada yang meninggal, ada juga yang sudah haji lalu mengurungkan berangkat tahun ini. Total yang fix bisa berangkat tahun ini jadinya ada 985,” ujarnya.

Selama menunggu kepastian kuota keberangkatan, Tamam menuturkan, ratusan CJH ini dilakukan pendataan ulang terkait kelengkapan administrasinya. Termasuk dalam kepengurusan paspor maupun perihal kondisi kesehatannya. ”Kita data lagi untuk paspor mereka yang sudah hampir kedaluwarsa untuk diperbarui. Kita juga memantau status vaksinasi Covid-19 karena itu jadi syarat penting sebelum berangkat,” ulasnya.

Baca Juga :  Pra TMMD Ke-112, Kodim 0815 Renovasi Musala Punden dan Betonisasi

Sejauh ini, lanjut Tamam, masih ada CJH yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19. Rincinya, sebanyak 392 jamaah dinyatakan belum vaksin dosis pertama. Kemudian, sejumlah 390 jamaah sudah mendapatkan vaksin dosis lengkap. ”Sisanya sebanyak 203 jamaah sudah dapat booster,” ucap dia.

Tamam menambahkan, adapun penyebab masih banyaknya jamaah yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama disebabkan dua hal. ”Bisa jadi karena kondisi tubuhnya tidak bisa mendapat vaksinasi Covid. Namun, bisa jadi juga identitasnya belum terinput dalam data sehingga statusnya belum vaksin. Ini kami sedang coba koordinasi dengan Dinkes,” beber mantan Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Mojokerto.

- Advertisement -

Sementara itu, disinggung terkait pemberian vaksin meningitis, Tamam menyebutkan, waktu pelaksanaannya belum diketahui. Sebab, pemberian vaksin tersebut baru bisa dilakukan jika kuota haji sudah ditentukan. ”Stok vaksin sudah siap dari dinkes, tapi kita harus nunggu keputusan kuota dulu jumlah yang berangkat. Baru nanti bisa dilaksanakan,” tandasnya. (oce/ron)

Baca Juga :  Klaim Pasien Covid Bermasalah, RSUD Merugi Rp 1,1 Miliar

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/