alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Kepala Orangtua dan Adik Kandung Dipalu

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – Insiden berdarah terjadi di Dusun Ngumpak, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Selasa (31/3) dini hari. Seorang anak tega menganiaya ayah, ibu, serta adik kandungnya dengan menggunakan palu atau martil hingga kritis. Pelaku sudah diamankan polisi. Sedangkan ketiga korban masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.

Pelaku adalah DMP, 17, anak nomor dua dari tiga bersaudara. Dia menganiaya tiga anggota keluarganya sekitar pukul 01.30. Terdiri dari orang tua (ortu), Sugiarto, 52, ayah kandung; dan Tatik Kusnawati, 40, ibu kandung; serta DRA, 8, adik kandung. Penganiayaan yang berujung pada percobaan pembunuhan ini dilakukan pelaku saat ketiga korban sedang tidur. Warga mengetahui peristiwa tersebut setelah mendengar DRA, si anak bungsu menangis. ’’Saya kira (menangis) karena sakit gigi. Terus anaknya yang kecil itu keluar rumah (kepalanya) sudah berdarah,’’ ungkap Ismono, 58, kakak Tatik.

Dia baru mendekati rumah tersebut setelah tangisan itu disusul teriakan Tatik. Saat itulah dia mengetahui kepala DRA berdarah. Tak hanya itu, Ismono dibuat terkejut setelah mendapati ceceran darah di lantai rumah korban. Selain DRA, Tatik dan Sugiarto juga dalam kondisi bersimbah darah. ’’Masuk situ saya tidak sampai hati. Mereka bertiga berdarah-darah. Bapaknya posisinya di kasur dan dibangunkan sudah tidak bisa,’’ terangnya.

Belakangan diketahui, ketiganya menjadi korban penganiayaan anggota keluarganya sendiri, DMP. Pelaku melancarkan aksinya menggunakan palu atau martil. Benda tumpul itu digunakannya memukuli keluarganya yang tengah tidur pulas. Kondisi terparah dialami Sugiarto yang mendapat hantaman lima kali di bagian kepala. Sedangkan, Tatik mengalami luka di bagian pelipis mata sebelah kanan dan ada dua luka di kepala DRA.

Akibat kejadian ini, warga segera membawa ketiga korban ke RS Sido Waras, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto untuk mendapatkan perawatan intensif. ’’Bapaknya ini yang paling kritis karena sampai tidak sadarkan diri,’’ tambah Nanik Agustin, 38, kerabat lainnya.

Baca Juga :  Tunda Distribusi Suplemen hingga Tahun Depan

Disebutnya, pelaku merupakan anak kedua dari keluarga pemilik usaha bengkel las ini. Anak pertama mereka, Dony, 24, saat ini tinggal bersama istrinya di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, pelaku yang sudah putus sekolah sejak kelas XI SMP ini jarang pulang ke rumah. Dia tidak punya pekerjaan dan lebih banyak beraktivitas di luar rumah bersama kelompok anak jalanan. ’’Anaknya ini tidak pernah pulang, ikut punk-punk gitu, Pulang-pulang minta uang. Hanya begitu saja,’’ tambahnya.

Sore hari sebelum kejadian, pelaku sempat pulang ke rumah. Namun, sekitar pukul 23.00, dia sudah menghilang lagi. Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil diamankan pihak kepolisian. Nanik mengatakan, pelaku dibekuk polisi di sekitar Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto, Selasa pagi. Dia ditangkap saat berusaha kabur melarikan diri. ’’Kabarnya sudah langsung ditangkap di terminal (Kertajaya) saat mau berangkat ke Solo (Jateng),’’ ujarnya

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander menyatakan, penganiayaan terhadap ketiga korban dilakukan oleh DMP. Korban merupakan pasangan suami istri serta seorang anak. Hasil olah tempat kejadian perkata (TKP) serta keterangan saksi dan barang bukti, pelaku sudah berhasil diamankan. ’’Tersangka sudah kita amankan dan dalam proses pemeriksaan. Namun, tim identifikasi dari polsek dan Unit Pidana Umum Polres Mojokerto masih melakukan pendalaman untuk mencari alat bukti pendukung,’’ ungkapnya di lokasi.

Pihaknya memastikan pelaku melakukan aksinya seorang diri. Polisi masih melakukan penyelidikan dan penyidikan guna mengungkap motif di balik aksi penganiayaan ini. ’’Untuk modus dan motif masih dalam tahapan penyelidikan dan penyisikan kami,’’ imbuhnya.

Sementara itu, pelaku yang ditangkap sekitar pukul 09.00 mengaku menyimpan dendam dengan orang tuanya. ’’Adik salah, tapi saya terus yang disalahin, terus begitu. Dibantuin tetap salah, yang benar yang mana?’’ ungkap pelaku di depan petugas.

Baca Juga :  Ini Kondisi Orang Tua yang Dibantai Anak Kandungnya Sendiri

Perlakukan orang tuanya itu membuatnya geram. Bahkan, membuatnya dendam. Puncaknya terjadi Selasa sekitar pukul 01.30. Setelah sempat nongkrong di warung kopi (warkop), dia memilih pulang dan melakukan percobaan pembunuhan terhadap kedua orang tua dan adiknya. Dengan rasa tak bersalah, dia mengaku memukulinya dengan menggunakan palu saat ketiganya terlelap tidur. ’’Saya pelakunya, saya sebagai anaknya nomor dua. (Memukul) Pakai palu,’’ tegas remaja penuh tato di lengan kirinya itu.

Usai melakukan penganiayaan, pelaku juga mengambil uang sekitar Rp 3 juta milik ayahnya yang ditaruh dompet. Sebagian uangnya sudah dibelanjakan sejumlah barang. Di antaranya dompet, tas pinggang, dan jaket. Dari tangan pelaku petugas berhasil menyita uang sisanya sekitar Rp 2,4 juta.

Hasil interogasi, pelaku juga mengaku jika residivis dengan kasus persetubuhan anak di bawah umur. Atas perbuatannya itu dia harus menjalani hukuman penjara. ’’Hukuman satu tahun, jalani 4 bulan 15 hari. Tahun 2020,’’ urainya.

Untuk proses pendalaman, pelaku diamankan ke Mapolres Mojokerto. Selain uang, petugas turut mengamankan barang bukti palu yang ada bercak darahnya dan dompet kosong milik korban. ’’Biar dilakukan pemeriksaan dulu. Yang jelas, pelaku sudah kita amankan, tersangka adalah anak kandung dari korban,’’ ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Donny Alexander, Selasa.

Petugas belum bisa mengungkap apa motif pembantaian anak kandung terhadap kedua orang tua dan adiknya itu. Hingga kini, pemeriksaan intensif masih dilakukan penyidik satreskrim. Termasuk mendalami ada atau tidaknya pengaruh narkoba, minuman keras atau pun pil koplo atas insiden tersebut. ’’Besok (hari ini), kita rilis, saat ini masih kita dalami, biar terungkap semuanya. Keadaan kondisi korban bagaimana. Dan apa yang menyebabkan tersangka seperti itu,’’ tandasnya. (adi)

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – Insiden berdarah terjadi di Dusun Ngumpak, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Selasa (31/3) dini hari. Seorang anak tega menganiaya ayah, ibu, serta adik kandungnya dengan menggunakan palu atau martil hingga kritis. Pelaku sudah diamankan polisi. Sedangkan ketiga korban masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.

Pelaku adalah DMP, 17, anak nomor dua dari tiga bersaudara. Dia menganiaya tiga anggota keluarganya sekitar pukul 01.30. Terdiri dari orang tua (ortu), Sugiarto, 52, ayah kandung; dan Tatik Kusnawati, 40, ibu kandung; serta DRA, 8, adik kandung. Penganiayaan yang berujung pada percobaan pembunuhan ini dilakukan pelaku saat ketiga korban sedang tidur. Warga mengetahui peristiwa tersebut setelah mendengar DRA, si anak bungsu menangis. ’’Saya kira (menangis) karena sakit gigi. Terus anaknya yang kecil itu keluar rumah (kepalanya) sudah berdarah,’’ ungkap Ismono, 58, kakak Tatik.

Dia baru mendekati rumah tersebut setelah tangisan itu disusul teriakan Tatik. Saat itulah dia mengetahui kepala DRA berdarah. Tak hanya itu, Ismono dibuat terkejut setelah mendapati ceceran darah di lantai rumah korban. Selain DRA, Tatik dan Sugiarto juga dalam kondisi bersimbah darah. ’’Masuk situ saya tidak sampai hati. Mereka bertiga berdarah-darah. Bapaknya posisinya di kasur dan dibangunkan sudah tidak bisa,’’ terangnya.

Belakangan diketahui, ketiganya menjadi korban penganiayaan anggota keluarganya sendiri, DMP. Pelaku melancarkan aksinya menggunakan palu atau martil. Benda tumpul itu digunakannya memukuli keluarganya yang tengah tidur pulas. Kondisi terparah dialami Sugiarto yang mendapat hantaman lima kali di bagian kepala. Sedangkan, Tatik mengalami luka di bagian pelipis mata sebelah kanan dan ada dua luka di kepala DRA.

Akibat kejadian ini, warga segera membawa ketiga korban ke RS Sido Waras, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto untuk mendapatkan perawatan intensif. ’’Bapaknya ini yang paling kritis karena sampai tidak sadarkan diri,’’ tambah Nanik Agustin, 38, kerabat lainnya.

Baca Juga :  CJH Sudah Pernah Berhaji Berlaku Visa Progresif Senilai Rp 7,7 Juta

Disebutnya, pelaku merupakan anak kedua dari keluarga pemilik usaha bengkel las ini. Anak pertama mereka, Dony, 24, saat ini tinggal bersama istrinya di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, pelaku yang sudah putus sekolah sejak kelas XI SMP ini jarang pulang ke rumah. Dia tidak punya pekerjaan dan lebih banyak beraktivitas di luar rumah bersama kelompok anak jalanan. ’’Anaknya ini tidak pernah pulang, ikut punk-punk gitu, Pulang-pulang minta uang. Hanya begitu saja,’’ tambahnya.

- Advertisement -

Sore hari sebelum kejadian, pelaku sempat pulang ke rumah. Namun, sekitar pukul 23.00, dia sudah menghilang lagi. Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil diamankan pihak kepolisian. Nanik mengatakan, pelaku dibekuk polisi di sekitar Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto, Selasa pagi. Dia ditangkap saat berusaha kabur melarikan diri. ’’Kabarnya sudah langsung ditangkap di terminal (Kertajaya) saat mau berangkat ke Solo (Jateng),’’ ujarnya

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander menyatakan, penganiayaan terhadap ketiga korban dilakukan oleh DMP. Korban merupakan pasangan suami istri serta seorang anak. Hasil olah tempat kejadian perkata (TKP) serta keterangan saksi dan barang bukti, pelaku sudah berhasil diamankan. ’’Tersangka sudah kita amankan dan dalam proses pemeriksaan. Namun, tim identifikasi dari polsek dan Unit Pidana Umum Polres Mojokerto masih melakukan pendalaman untuk mencari alat bukti pendukung,’’ ungkapnya di lokasi.

Pihaknya memastikan pelaku melakukan aksinya seorang diri. Polisi masih melakukan penyelidikan dan penyidikan guna mengungkap motif di balik aksi penganiayaan ini. ’’Untuk modus dan motif masih dalam tahapan penyelidikan dan penyisikan kami,’’ imbuhnya.

Sementara itu, pelaku yang ditangkap sekitar pukul 09.00 mengaku menyimpan dendam dengan orang tuanya. ’’Adik salah, tapi saya terus yang disalahin, terus begitu. Dibantuin tetap salah, yang benar yang mana?’’ ungkap pelaku di depan petugas.

Baca Juga :  Bangkitkan Ekonomi lewat Syiar Ramadan

Perlakukan orang tuanya itu membuatnya geram. Bahkan, membuatnya dendam. Puncaknya terjadi Selasa sekitar pukul 01.30. Setelah sempat nongkrong di warung kopi (warkop), dia memilih pulang dan melakukan percobaan pembunuhan terhadap kedua orang tua dan adiknya. Dengan rasa tak bersalah, dia mengaku memukulinya dengan menggunakan palu saat ketiganya terlelap tidur. ’’Saya pelakunya, saya sebagai anaknya nomor dua. (Memukul) Pakai palu,’’ tegas remaja penuh tato di lengan kirinya itu.

Usai melakukan penganiayaan, pelaku juga mengambil uang sekitar Rp 3 juta milik ayahnya yang ditaruh dompet. Sebagian uangnya sudah dibelanjakan sejumlah barang. Di antaranya dompet, tas pinggang, dan jaket. Dari tangan pelaku petugas berhasil menyita uang sisanya sekitar Rp 2,4 juta.

Hasil interogasi, pelaku juga mengaku jika residivis dengan kasus persetubuhan anak di bawah umur. Atas perbuatannya itu dia harus menjalani hukuman penjara. ’’Hukuman satu tahun, jalani 4 bulan 15 hari. Tahun 2020,’’ urainya.

Untuk proses pendalaman, pelaku diamankan ke Mapolres Mojokerto. Selain uang, petugas turut mengamankan barang bukti palu yang ada bercak darahnya dan dompet kosong milik korban. ’’Biar dilakukan pemeriksaan dulu. Yang jelas, pelaku sudah kita amankan, tersangka adalah anak kandung dari korban,’’ ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Donny Alexander, Selasa.

Petugas belum bisa mengungkap apa motif pembantaian anak kandung terhadap kedua orang tua dan adiknya itu. Hingga kini, pemeriksaan intensif masih dilakukan penyidik satreskrim. Termasuk mendalami ada atau tidaknya pengaruh narkoba, minuman keras atau pun pil koplo atas insiden tersebut. ’’Besok (hari ini), kita rilis, saat ini masih kita dalami, biar terungkap semuanya. Keadaan kondisi korban bagaimana. Dan apa yang menyebabkan tersangka seperti itu,’’ tandasnya. (adi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/