alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Siagakan Isoter Covid-19

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Isolasi terpadu (isoter) Kabupaten Mojokerto bakal kembali diaktifkan. Ini sebagai antisipasi sebaran varian baru Omicron sekaligus menyikapi kenaikan kasus Covid-19 akhir-akhir ini.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan, di Kabupaten belum ada diagnosa khusus terkait pemeriksaan Whole Genom Sequence (WGS) sebagai deteksi Omicron. Namun, pihaknya sudah mengantisipasi jika sewaktu-waktu ada ledakan kasus Covid-19. Yakni, dengan membuka kembali isoter yang sempat ditutup. ’’Isoter tetap dalam kondisi disiagakan. Karena ini terkait potensi yang kita siapkan sewaktu-waktu terjadi. Tak hanya ruang isolasi, ruang ICU isolasi, obat-obatan sudah siap dan betul-betul nanti disiagakan. Tapi, lihat perkembangan dan instruksi dari pemerintah pusat,’’ ujarnya usai meninjau pelaksanaan vaksin booster di Pendapa Graha Maja Tama Kabupaten Mojokerto, kemarin.

Baca Juga :  Lima atau Enam Hari Sekolah, Enak Mana?

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat Rokhmawan menambahkan semua rumah sakit saat ini disiagakan sesuai ketentuan. Terutama, bagi rumah sakit yang sudah menangani Covid-19. ’’Tetap bersiap siaga baik rawat inap, IGD, maupun ICU. Semuanya yang punya fasilitas itu disiapkan,’’ sebutnya.

Plt Direktur RSUD RA Basoeni ini menuturkan saat ini isoter belum dibuka karena kenaikan kasus Covid-19 belum banyak. Data Dinkes Kabupaten, sebanyak 46 kasus positif mayoritas berasal dari penduduk yang berdomisili di luar daerah. ’’Sebagian besar itu dari luar daerah. Tapi, KTP-nya masih kabupaten. Hal itu menjadikan kegiatan tracing tetap dilakukan meski yang positif tidak berdomisili di sini,’’ terangnya.

Dikatakannya, meski begitu ke depannya, ada dua isoter yang bakal dibuka terlebih dahulu jika terjadi ledakan kasus. Yakni Puskesmas Gondang dan Kupang. Namun, pengaktifan tersebut bakal dilakukan jika angka rata-rata BOR sudah menyentuh sekitar 5 persen. ’’Yang di Dawarblandong kita pindah karena di sana fokus untuk penanganan DBD, diare dan tipes. Nanti kalau BOR sudah menyentuh lima persen kita mulai aktifkan dua puskesmas itu,’’ ulas dia. Adapun, untuk saat ini total BOR khusus penanganan Covid-19 masih berkisar di angka 3 persen.

Baca Juga :  Kembalikan pada Kaidah Ushul Fiqih dan Sifat Wajib Rasul

Begitu pula isoter yang ada di Claket Kecamatan Pacet. Ulum mengatakan bakal disiagakan juga. Pasalnya, sarananya sudah lengkap. Hanya saja, untuk tenaga yang bertugas saat ini belum ada. ’’Itu disiagakan juga. Sementara kita masih siapkan tempat tidur dulu, nakesnya nanti kita susun lagi. Mudah-mudahan ya jangan sampai kasusnya meledak seperti tahun kemarin,’’ tandasnya. (oce/fen)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Isolasi terpadu (isoter) Kabupaten Mojokerto bakal kembali diaktifkan. Ini sebagai antisipasi sebaran varian baru Omicron sekaligus menyikapi kenaikan kasus Covid-19 akhir-akhir ini.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan, di Kabupaten belum ada diagnosa khusus terkait pemeriksaan Whole Genom Sequence (WGS) sebagai deteksi Omicron. Namun, pihaknya sudah mengantisipasi jika sewaktu-waktu ada ledakan kasus Covid-19. Yakni, dengan membuka kembali isoter yang sempat ditutup. ’’Isoter tetap dalam kondisi disiagakan. Karena ini terkait potensi yang kita siapkan sewaktu-waktu terjadi. Tak hanya ruang isolasi, ruang ICU isolasi, obat-obatan sudah siap dan betul-betul nanti disiagakan. Tapi, lihat perkembangan dan instruksi dari pemerintah pusat,’’ ujarnya usai meninjau pelaksanaan vaksin booster di Pendapa Graha Maja Tama Kabupaten Mojokerto, kemarin.

Baca Juga :  28 Desa Dihantui Banjir dan Longsor, Berikut Nama-Nama Desanya

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat Rokhmawan menambahkan semua rumah sakit saat ini disiagakan sesuai ketentuan. Terutama, bagi rumah sakit yang sudah menangani Covid-19. ’’Tetap bersiap siaga baik rawat inap, IGD, maupun ICU. Semuanya yang punya fasilitas itu disiapkan,’’ sebutnya.

Plt Direktur RSUD RA Basoeni ini menuturkan saat ini isoter belum dibuka karena kenaikan kasus Covid-19 belum banyak. Data Dinkes Kabupaten, sebanyak 46 kasus positif mayoritas berasal dari penduduk yang berdomisili di luar daerah. ’’Sebagian besar itu dari luar daerah. Tapi, KTP-nya masih kabupaten. Hal itu menjadikan kegiatan tracing tetap dilakukan meski yang positif tidak berdomisili di sini,’’ terangnya.

Dikatakannya, meski begitu ke depannya, ada dua isoter yang bakal dibuka terlebih dahulu jika terjadi ledakan kasus. Yakni Puskesmas Gondang dan Kupang. Namun, pengaktifan tersebut bakal dilakukan jika angka rata-rata BOR sudah menyentuh sekitar 5 persen. ’’Yang di Dawarblandong kita pindah karena di sana fokus untuk penanganan DBD, diare dan tipes. Nanti kalau BOR sudah menyentuh lima persen kita mulai aktifkan dua puskesmas itu,’’ ulas dia. Adapun, untuk saat ini total BOR khusus penanganan Covid-19 masih berkisar di angka 3 persen.

Baca Juga :  KPK Sita Mobil, Jet Ski dan Motor Matik Bupati Mojokerto

Begitu pula isoter yang ada di Claket Kecamatan Pacet. Ulum mengatakan bakal disiagakan juga. Pasalnya, sarananya sudah lengkap. Hanya saja, untuk tenaga yang bertugas saat ini belum ada. ’’Itu disiagakan juga. Sementara kita masih siapkan tempat tidur dulu, nakesnya nanti kita susun lagi. Mudah-mudahan ya jangan sampai kasusnya meledak seperti tahun kemarin,’’ tandasnya. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/