alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Januari, Dosis Kedua Ditarget Rampung

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto Vaksinasi Covid-19 anak usia 6-11 tahun di Kota Mojokerto terus dikebut. Setelah penyuntikan dosis pertama tuntas di akhir pengujung tahun, awal tahun ini akan kembali dilanjut vaksinasi dosis kedua yang menyasar siswa di seluruh lembaga pendidikan jenjang SD/MI negeri dan swasta.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto Lily Nurlaily mengungkapkan, sejak digulirkan pertengahan Desember, vaksinasi anak telah menyasar sebanyak 8.015 anak dari seluruh lembaga SD/MI.

Vaksin dosis pertama tersebut telah tuntas sebelum masa libur sekolah semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. ”Untuk tahap pertama sudah tuntas semua,” ungkapnya.

Baca Juga :  Anak KBT Kodim 0815 Mojokerto Jalani Vaksinasi Covid-19

Namun, penyuntikan masih menyasar siswa kelas III hingga VI SD/MI. Pemberian vaksin Covid-19 akan kembali dilanjutkan bersamaan dengan digulirkannya kegiatan belajar mengajar di semester genap Senin, 3 Januari. Target sasaran difokuskan pada peserta didik kelas I dan II SD/MI. Sebelumnya, kata Lily, pemberian vaksin harus ditunda lantaran telah menerima penyuntikan imunisasi campak.

Lily menyebutkan, seiring dengan rencana pembelajaran tatap muka (PTM) penuh, seluruh siswa akan kembali dijadwalkan menerima vaksin dosis kedua yang digulirkan di awal pembelajaran semester genap nanti. Dengan interval sekitar sebulan dari penyuntikan tahap pertama, pemberian vaksin dosis lengkap ditargetkan akan rampung paling lambat pekan ketiga Januari ini. ”Jadi, di Januari anak usia 6-12 tahun sudah mendapat dosis lengkap,” tandas Lily.

Baca Juga :  Warga Mojoranu Demo di Rel Kereta, Tolak Flyover, Minta Underpass

Dia menambahkan, dengan cakupan vaksinasi dosis lengkap itu, diharapkan bisa membentuk kekebalan komunal di lingkungan sekolah. Sebab sebelumnya, para pendidik dan tenaga kependidikan di seluruh sekolah sudah lebih dulu menerima vaksin Covid-19 pada kelompok pelayanan publik. Bahkan cakupannya mencapai lebih dari 150 persen dari target sasaran. ”Karena tenaga pendidik dan kependidikan ada yang berasal dari luar kota. Tapi tetap kita berikan vaksin karena wilayah kerjanya di Kota Mojokerto,” pungkasnya. (ram/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto Vaksinasi Covid-19 anak usia 6-11 tahun di Kota Mojokerto terus dikebut. Setelah penyuntikan dosis pertama tuntas di akhir pengujung tahun, awal tahun ini akan kembali dilanjut vaksinasi dosis kedua yang menyasar siswa di seluruh lembaga pendidikan jenjang SD/MI negeri dan swasta.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto Lily Nurlaily mengungkapkan, sejak digulirkan pertengahan Desember, vaksinasi anak telah menyasar sebanyak 8.015 anak dari seluruh lembaga SD/MI.

Vaksin dosis pertama tersebut telah tuntas sebelum masa libur sekolah semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. ”Untuk tahap pertama sudah tuntas semua,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mojokerto Raya Sandang PPKM Level 2

Namun, penyuntikan masih menyasar siswa kelas III hingga VI SD/MI. Pemberian vaksin Covid-19 akan kembali dilanjutkan bersamaan dengan digulirkannya kegiatan belajar mengajar di semester genap Senin, 3 Januari. Target sasaran difokuskan pada peserta didik kelas I dan II SD/MI. Sebelumnya, kata Lily, pemberian vaksin harus ditunda lantaran telah menerima penyuntikan imunisasi campak.

Lily menyebutkan, seiring dengan rencana pembelajaran tatap muka (PTM) penuh, seluruh siswa akan kembali dijadwalkan menerima vaksin dosis kedua yang digulirkan di awal pembelajaran semester genap nanti. Dengan interval sekitar sebulan dari penyuntikan tahap pertama, pemberian vaksin dosis lengkap ditargetkan akan rampung paling lambat pekan ketiga Januari ini. ”Jadi, di Januari anak usia 6-12 tahun sudah mendapat dosis lengkap,” tandas Lily.

Baca Juga :  Gelar Vaksin Selama Puasa, Prioritaskan Lansia

Dia menambahkan, dengan cakupan vaksinasi dosis lengkap itu, diharapkan bisa membentuk kekebalan komunal di lingkungan sekolah. Sebab sebelumnya, para pendidik dan tenaga kependidikan di seluruh sekolah sudah lebih dulu menerima vaksin Covid-19 pada kelompok pelayanan publik. Bahkan cakupannya mencapai lebih dari 150 persen dari target sasaran. ”Karena tenaga pendidik dan kependidikan ada yang berasal dari luar kota. Tapi tetap kita berikan vaksin karena wilayah kerjanya di Kota Mojokerto,” pungkasnya. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/