JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pernahkah anda melewati lapak-lapak penjual makanan di mall ataupun di pinggir jalan, lalu melihat antrean yang panjang hanya demi makanan viral seperti corndog, tteokbokki, atau korean fried chicken?
Pengaruh global budaya Korea memang sudah melanda di Indonesia selama bertahun-tahun. Menariknya, ketika terdapat tren makanan lain seperti es kepal, atau cromboloni yang mulai meredup, kuliner Korea justru tetap bertahan dan memiliki penggemar setia.
Baca Juga: Faskes di Wilayah BPJS Kesehatan Mojokerto Raih Penghargaan Faskes Berkomitman Tingkat Nasional
Rasanya hampir setiap bulan selalu terdapat menu terbaru dari Korea yang mendadak viral di sosial media seperti Instagram, dan Tiktok.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Mengapa kita seolah tidak pernah bosan dengan makanan Korea? Faktor terbesar yang membuat kita selalu tergiur adalah tampang atau visualisasinya. Saat anda menonton drama Korea ataupun Mukbang, penonton yang melihat tidak hanya lapar, tetapi juga ingin merasakan rasa dari makanan tersebut.
Selain itu, kuliner Korea juga memiliki karakteristik rasa yang pedas, manis, gurih, dan sedikit asam. Bagi masyarakat Indonesia yang terbiasa dengan makanan yang berbumbu dan sambal, makanan dengan rasa tersebut memang terasa sangat familiar namun hanya diberikan variasi yang baru.
Para pelaku bisnis kuliner yang ada di Indonesia pun juga sangat pintar membaca pasar kuliner. Mereka tidak hanya langsung menyajikan resep asli Korea, melainkan melakukan penyesuaian dengan lidah masyarakat lokal terlebih dahulu.
Semua bahan yang digunakan oleh para pedagang untuk membuat makanan Korea juga sesuaikan, seperti mengganti bahan-bahan yang non halal dengan alternatif bahan yang sudah halal.
Baca Juga: 28 Hari Jalani Perawatan di NICU, Bayi Kembar Nisa Pulang dalam Kondisi Membaik
Kini, hampir semua gerai yang menjual makanan viral Korea dipastikan sudah memiliki sertifikat halal resmi, sehingga para konsumen tidak perlu ragu kembali untuk menikmati kuliner.
Kini kuliner Korea bukan hanya sekedar tren musiman saja, tetapi telah berkembang menjadi bagian gaya hidup modern. Selama masih terdapat drama Korea, musik K-Pop, maka inovasi menu-menu makanan Korea masih terus berjalan. FIRLY
Editor : Imron Arlado