JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kawasan Air Terjun Dlundung di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, tak hanya menawarkan wisata alam dan camping ground. Di dalam area wisata ini terdapat Jungle Cafe Waterfall, sebuah kafe dua lantai yang menghadirkan pengalaman makan dan ngopi dengan panorama langsung Air Terjun Dlundung.
Lokasinya berada di tengah hutan pinus dengan udara pegunungan yang sejuk. Karena berada di dalam kawasan wisata, banyak pengunjung baru mengetahui keberadaan kafe ini setelah memasuki area Dlundung. Tak heran, Jungle Cafe Waterfall kerap disebut sebagai salah satu hidden gem di Mojokerto.
Daya tarik utamanya tentu pemandangan air terjun yang bisa dinikmati dari area rooftop maupun lantai bawah. Suara gemericik air berpadu dengan rindangnya pepohonan menciptakan suasana tenang, cocok untuk healing bersama keluarga, pasangan, hingga rombongan sahabat.
Sebelum menuju kafe, wisatawan perlu membeli tiket masuk kawasan Air Terjun Dlundung. Harga tiket dibedakan antara hari kerja dan akhir pekan, sedangkan area parkirnya cukup luas untuk sepeda motor, mobil, hingga minibus. Kawasan ini juga dilengkapi toilet, mushola, gazebo, serta area camping.
Selain menawarkan suasana, Jungle Cafe Waterfall juga dikenal dengan harga menunya yang ramah di kantong. Pengunjung bisa menikmati makanan berat, camilan, hingga kopi dengan kisaran harga mulai Rp10 ribuan.
Baca Juga: Full Barokah, Hidden Gem di Trawas yang Bikin Betah Makan dengan Pemandangan Sawah dan Pegunungan
Menu favorit yang banyak dipesan pengunjung antara lain:
- Nasi goreng dengan porsi besar
- Spaghetti saus tomat
- Mix platter sebagai camilan bersama
- Tahu pong dan french fries
- Cappuccino, mocha coffee, hingga dirty coffee
- Es matcha, es cokelat, dan es taro dalam kemasan botol
Bagi warga Mojokerto yang ingin menikmati liburan singkat tanpa harus menempuh perjalanan jauh, Jungle Cafe Waterfall menjadi pilihan menarik. Dalam waktu sekitar satu jam perjalanan, pengunjung sudah bisa merasakan sensasi menikmati hidangan ditemani panorama alam khas lereng Gunung Welirang. YOLANDA
Editor : Imron Arlado