JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Bangunan yang berada di pusat Kota Mojokerto ini berdiri sejak tahun 1838 bersamaan dengan pembangunan kediaman Bupati Mojokerto. Alun-alun Kota Mojokerto adalah taman kota yang dikenal oleh masyarakat lokal sebagai tempat yang bersih dan asri, sehingga sangat cocok untuk bersantai dan melepas penat di sini.
Alun-alun Kota Mojokerto merupakan tempat rekreasi yang ramah lingkungan, ramah anak, serta ramah kantong karena pengunjung tidak akan dipungut biaya sepeserpun untuk sebuah tiket masuk, namun perlu diingat bahwa bagi pengunjung yang datang dengan membawa kendaraan, maka akan dikenakan biaya parkir sebesar kurang lebih Rp3.000 saja.
Baca Juga: Makan di Tengah Sawah, Gubuk Padi Suguhkan Panorama Gunung Penanggungan
Tempat ini dilengkapi dengan banyak fasilitas umum yang bersih dan menarik, seperti playground anak yang dilengkapi dengan perosotan, ayunan, jungkat-jungkit, dan area memanjat, kemudian ada taman yang dilengkapi dengan tempat duduk, lalu ada area kuliner kaki lima yang tertata rapi, panggung terbuka untuk pertunjukan seni, dan lampu hias malam hari yang membuat suasana makin indah dan romantis.
Apabila para pengunjung ingin kulineran di Alun-alun Kota Mojokerto, sudah disediakan banyak stand booth dan gerobak penjual makanan maupun minuman yang sangat beragam, mulai dari makanan ringan atau camilan, hingga makanan berat pun ada. Harga makanan dan minuman yang dijual lumayan bervariasi namun pastinya tetap terjangkau, tidak ada yang perlu dikhawatirkan ketika berkunjung ke tempat ini.
Baca Juga: Terungkap Fakta Baru! Ternyata Dokumen yang Tercecer Dipegang Nany Widjaja
Tempat ini banyak dikunjungi oleh warga lokal hingga wisatawan asing karena satu bangunan yang menjulang tinggi dan tampak megah, bangunan itu dinamakan Monumen Alun-alun Mojokerto, namun banyak sumber yang menyebutkan bahwa bangunan ini bernama Tugu Pahlawan dan Tugu Wiraraja. Monumen ini didirikan pada tahun 1949 oleh Arya Wiraraja sebagai tanda peringatan atas penyerahan pengamanan wilayah Mojokerto dari tangan pasukan kolonial Belanda kepada TNI.
Bangunan yang berada di pusat kota ini selalu dibersihkan setiap hari sehingga tidak ada sampah yang berserakan dan mengganggu pemandangan, apabila ada fasilitas umum yang rusak maka akan segera diperbaiki atau diganti, karena kebersihan dan estetika menjadi salah satu alasan mengapa Alun-alun Kota Mojokerto masih bertahan hingga saat ini. KEYSHA
Editor : Imron Arlado