Bukan Cuma Pasar Keramat, Trawas Juga Punya Pasar Jajanan Jadul dengan Transaksi Unik Pakai Koin Bambu

Imron Arlado • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:43 WIB
Suasana Pasar Preng Petung di bawah rindangnya bambu petung yang ramai dikunjungi warga, dengan aneka makanan tradisional yang dijajakan di lapak pedagang.
Suasana Pasar Preng Petung di bawah rindangnya bambu petung yang ramai dikunjungi warga, dengan aneka makanan tradisional yang dijajakan di lapak pedagang.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Pasar Keramat di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto, belakangan mencuri perhatian karena menawarkan aneka makanan tradisional yang mengingatkan pengunjung pada suasana masa lalu.

Namun, warga Mojokerto yang ingin berburu jajanan jadul tidak hanya bisa datang ke Pasar Kramat. Kecamatan Trawas juga memiliki pasar dengan konsep serupa yang tak kalah menarik.

Pasar tersebut kini dikenal sebagai Pasar Preng Petung. Sebelumnya, pasar ini sempat dikenal dengan nama Pasar Preng Sewu atau Pringsewu.

Baca Juga: Perkuat Pelayanan Kesehatan, Gus Barra Gelontor Rp 1,4 Miliar Bangun Puskesmas Kupang

Berada di Dusun Jibru, Desa Belik, Kecamatan Trawas, pasar ini menawarkan pengalaman kuliner sekaligus suasana pedesaan yang kental. Lapak-lapak pedagang berada di bawah rindangnya rumpun bambu petung.

Salah satu hal yang membuat Pasar Preng Petung berbeda adalah sistem transaksinya. Pengunjung tidak menggunakan uang rupiah secara langsung saat membeli makanan di dalam area pasar.

Uang terlebih dahulu ditukarkan dengan koin atau kepingan bambu di loket penukaran. Koin tersebut kemudian digunakan untuk bertransaksi di lapak-lapak pedagang.

Daya tarik utama pasar ini adalah makanan tradisional yang mulai jarang ditemui dalam keseharian.Berbagai jajanan seperti kerupuk petis, kacang godok, pisang kukus, gatot, tiwul, rangin, nasi jagung, serta aneka jajanan pasar lainnya dapat ditemukan di pasar tersebut.

Tidak hanya menjual makanan, sejumlah pedagang juga menawarkan hasil bumi dari lingkungan sekitar. Proses memasak beberapa hidangan masih menggunakan tungku kayu bakar sehingga suasana pasar terasa semakin khas.

Konsep Pasar Preng Petung membuat pengunjung tidak hanya datang untuk makan. Rindangnya bambu petung menjadi salah satu daya tarik utama. Pengunjung bisa menikmati makanan sambil merasakan udara sejuk khas kawasan Trawas.

Pasar Preng Petung tidak buka setiap hari. Gelaran pasar berlangsung pada Minggu tertentu berdasarkan pasaran Jawa dan beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 12.00.

Baca Juga: Berantas Narkoba, Pemkot Mojokerto Libatkan Keluarga

Bagi yang ingin berkunjung, berikut jadwal Pasar Preng Petung hingga akhir 2026:

Pasar Preng Petung menjadi salah satu pilihan wisata kuliner bernuansa nostalgia yang bisa dikunjungi di kawasan Trawas.YOLANDA

Editor : Imron Arlado
Pasar Preng Petung pasar tradisional trawas rekomendasi wisata kuliner mojokerto